Terapi Herceptin ke-11

 photo IMG_20181124_100629_zpsfpw0ok8w_edit_1543127124930_zpsajutu3cf.jpg

Sambil nunggu obatnya datang…

.

Suami tanya…
Fi, senyum adalah Sedekah, bener ya?

.

Saya menoleh padanya, kasih senyum termanis, eeaaa…

.

Saya: iya… Bener…. Kenapa?
#sambil #moleslipstik

.

Suami: Ada kotak amal di masjid… diedarin… Trus….

.

Belum selesai beliau cerita, saya udah ngakak…. 😂😂

.

#secondlife
#love #life #laughter #thankful #grateful #fun #beauty #fragrance #culinary

 photo 2018-12-16_13-59-20_654_zps3ffky9ut.jpg

 photo IMG_20181215_104753_zps4yawpi3s.jpg

 photo IMG_20181216_041933_zpslgglbreo.jpg

Ini hanya salah satu cara saya mengatasi kecemasan menghadapi jarum infus. Tau ga, mendengar suara trolley dan langkah zuster masuk kamar ajaa, rasanya sudah grogi, ndredegh 😂😂

Padahal rajin olahraga sudah. Berdoa di tiap sujud sholat, sudah. Minta dinaikkan level batas toleransi terhadap rasa sakit masuknya jarum ke vena. Istighfar sudah, tarik nafas panjang juga. Alhamdulillah kali ini agak belepotan berdarah-darah tapi tak membuat saya panik berisik. Tetap tenang, atur napas mengikuti ritme rasa sakitnya.

Yeayh berhasil rapi juga… Alhamdulillah.

 photo IMG_20181215_111336_534_zpsqjuatwzg.jpg

.

Kuliner Halal selama di Bangkok

Usman Thai Muslim Food and Hostel.
Lokasinya di Sukhumvit, gang/Soi 22. Saya tahu restoran ini dari googling dan youtube. Restorannya tidak terlalu besar. Pelayannya ramah, cekatan, waktu kami ke sana, yang saya lihat sih perempuan semua dan berhijab semua dan boleh cakap melayu, bisa berbahasa melayu. Usman Yama, sang pemilik, menjamin kehalalan semua menunya, karena semua chef-nya muslim, sayuran organic, bahan dan bumbunya 100% halal.

Kami mampir ke Usman Thai Muslim ini sore hari jelang maghrib, sepulang dari Santorini Park. Turun van di terminal Ekkamai, lalu naik BTS tujuan Mochit, turunnya di stasiun Phrom Phong, jalan kaki santai 7 menit, sampai.

Baca selengkapnya. Continue reading

Santorini Park

Jumat 16/11/2018.

Santorini Park berjarak sekitar 2,5 jam berkendara mobil dari Bangkok. Tempat ini sebenarnya adalah theme park yang berisi aneka wahana permainan. Sebut saja ferris wheel (kincir angin), water ball (berjalan di dalam bola di atas air), merry go round (komidi putar), haunted hause (rumah hantu), dan lain sebagainya. Untuk masing-masing wahana dikenakan biaya yang berbeda-beda, yaitu 120 – 240 baht. Sedangkan untuk harga tiket masuk taman ini dikenakan biaya 150 baht.

Baca selengkapnya. Continue reading

Asiatique

Asiatique adalah pasar modern yang populer di Bangkok, menjual produk lokal, souvenir, fesyen, kosmetik, herbal, buah-buahan kering, dan aneka kuliner lezat.  Sangat mudah mencapai lokasi Asiatique ini, kamu tinggal naik BTS menuju Saphan Taksin, jalan kaki dikit, ikuti penujuk arah, dan sampai.

Baca selengkapnya. Continue reading

Chocolate Ville

Rabu 14 Nov 2018.
Tujuan kami di hari pertama setelah dari Jim Thompson House adalah… Chocolate Ville.

Ini sama sekali bukan nama sebuah desa, bukan pula perkebunan coklat, melainkan sebuah restoran, tempat makan yang syantiik ala-ala Eropah, yang berlokasi di Kaset-Nawamin Road, Bueng Kum District. Lokasinya memang jauh dari pusat kota Bangkok dan tidak bisa dicapai menggunakan BTS Skytrain atau MRT Subway.

Demi kenyamanan emak, saya memesan grabcar, dari Jim Thompson House jaraknya 25 kilometer, dan karena sore itu pas jam sibuk, macet, maka argonya menjadi 320 Baht.

Jam buka Chocolate Ville mulai pukul 16.00 hingga tengah malam. Sesampainya kami di Chocolate Ville, keramaian turis langsung terlihat dari pintu gerbangnya. Saya iseng coba “curi dengar” percakapan mereka, sepertinya banyak turis Hongkong, Korea, Jepang, dan Melayu.

Masuk Chocolate Ville ini gratis yess, jadi buat anda yang cuma pingin mampir buat numpang foto-foto syantik aja sih ga masalah. Kami berdua juga cuma seneng liat-liat dan fotoin pemandangannya, nggak berani makan di tempat ini, karena pertimbangan keyakinan kehalalan.

 photo IMG_20181114_165940_zpsbte1x7h9.jpg

 Baca selengkapnya. Continue reading

Jim Thompson House

Nama Jim Thompson sangat menarik minat saya. Beliau adalah mantan tentara Amerika, kemudian tinggal di Bangkok, menjadi pengusaha dan berhasil mempopulerkan produk fesyen sutera Thailand.

James Harrison Wilson Thompson lahir 21 Maret 1906 — menghilang 26/03/1967 dari Cameron Highlands. (Sumber: wikipedia).

Rabu 14/11/2018 saya ngajak emak mengunjungi rumah Jim Thompson di Bangkok. Ada enam bangunan, menghadap sungai. Mulai ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, kamar tidur, kamar kerja, yang semuanya asri, pepohonan rimbun masih terjaga. Pengunjung hanya boleh mengambil foto atau rekaman video di luar bangunan. Sedangkan di dalam, tidak diperkenankan merekam apapun, bahkan menyentuh barang peninggalan beliau.

 photo IMG_20181114_142149_zpskkr8utj5.jpg

Baca selengkapnya. Continue reading