Rencana ke Bangkok

Salah satu tujuan yang lumayan menantang bagi saya sebegai pejalan mandiri (independent traveler) adalah… Bangkok.

Kenapa?

1. Bahasa, dan tulisan kanjinya. Bukan bahasa Inggris, bukan bahasa Melayu, bukan pula bahasa Arab.
2. Kuliner enak dan halal, harus lebih cermat memilih warung makan.
3. Nilai mata uang jauh lebih hemat (cihuuy..) dari pada Singapore, Brunei, Malaysia.

Sejak dua tahun lalu emakku bolak balik ngomong kepingin jalan-jalan ke Bangkok, tapi sama Fifi ya… Emakku sering cerita, seneeng banget nonton tayangan Wat Arun dan Grand Palace di televisi. Sedihnya, saat itu saya sedang fokus nambah tabungan buat haji 2018 dan umroh plus Al Aqsha.

Maka… di awal Februari 2018 saya membeli tiket Jakarta-Bangkok, promo, non-refundable. Supaya “memaksa” saya komitmen, nemenin emak tahun ini juga, hehe.

Sejak 3 pekan lalu mulailah saya, booking apartemen di kawasan yang banyak pilihan kuliner halal. Kenapa memilih apartemen? Demi kenyamanan emakku. Kalo standar traveling saya pribadi, nggak masalah bobo di hostel/losmen/dorm.

Kemudian saya menggali informasi dari blog, youtube, group, google-map, dan teman-teman yang mukim di Bangkok. Ternyata banyak banget yaaa tempat menarik di Bangkok selain Mall.

Saya harus memilih, mana yang penting, dan mana yang benar-benar cocok kebutuhan emak dan saya. Bukan melulu destinasi mainstream. πŸ™‚

Sementara ini yang masuk itinerary, daftar kunjungan di henfon saya:

1. Grand Palace, Wat Phra Kaew, Wat Pho, dan Wat Arun
2. Jim Thompson House
3. Asiatique

4. Santorini Park, Swiss Sheep Farm, di Hua Hin. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam dari Bangkok.
5. Chatuchak weekend market.
6. Chocolate Ville.
7. kp arab, shumkuvit, deket ama BTS Nana soi 3 n 5 (thanks mba Dian, tambahannya)…

Sudah.
Nggak mau kebanyakan.
Supaya bisa menikmati setiap kunjungan.

Naik apa Fi, ke tempat destinasi-destinasi tersebut?
Bisa naik kendaraan umum, darat, air, dan atau naik Uber/Grab untuk efisiensi waktu. Karena cuma 4 hari.

Kapan?
14-17 November 2018, in syaa Allah.

Mau, ikut?
Yuk…

Saya juga merencanakan kopi-darat, silaturahim pertemuan tatap muka dengan sahabat-sahabat medsos. Semoga Allah meridhoi kami, aamiin. Mohon doanya, yaaa kawan.. πŸ™‚

Advertisements

Wudhu di Haramain

“Hai Fii … tanya doung… di Masjidil Harom kan kalo kita batal wudhu agak repot ya, karena tempat wudhunya jauuuhh, haha. Bagaimana solusinya menurut kamu Fii?”

Pertama, saya berusaha pilah pilih jenis makanan dan waktu makan. Setelah shalat Subuh dan isyaa baru beranii banyak minum dan makan makanan berserat seperti buah-buahan. Karena serat plus air, bikin lancar BAB dan buang angin, hahaha.

Kedua, setelah wudhu, jika sempat shalat sunnah wudhu, berdoa mohon kpd Allah menjaga wudhu. Jika tidak sempat, atau lupa, perbanyak istighfar dan doa mohon pertolongan Allah.

Ketiga. Pilih tempat shalat di atas karpet, atau bawa sajadah. Duduk di ubin Harom yang dingin juga bisa bikin wudhu lebih mudah batal.

Keempat. Atur pola ke toilet.
Misalnya :
1. Sebelum memulai aktifitas Thawaf.
2. Satu jam sebelum shalat fardhu.
3. Setiap selesai shalat fardhu. Saya minum zamzam agak banyak sekitar 30 menit sebelum adzan.
4. Jika kita lebih suka shalat sambil memandang Ka’bah, maka kita perlu Hafalkan blok saf wanita dan jalur-jalan pintas menuju toilet terdekat.
5. Pelajari cara berwudhu dengan segelas air. Jamaah wanita sebaiknya selalu pakai mukena jumbo, agar lebih leluasa berwudhu dalam keadaan mendesak. Kepepet.
6. Hafalkan sudut sudut “aman” bagi perempuan berwudhu di Harom.
7. ….
8. …
9. …

Silakan ditambahkan oleh sahabat yg lain, tips & trik berwudhu di Haramain.

Saya lampirkan link video tutorial cara berwudhu dengan segelas air.
Semoga bermanfaat.

https://youtu.be/lGs5C3Dgb60

Pasca Armuna

Alhamdulillah 48 jam pertama dikasih ni’mat tidur oleh Allah. Bangun hanya di waktu sholat, makan, mandi. Kata anekdot :
Haji TAMATU, Tangi Mangan Turu? 😁😁😁

Kembali ke hotel pe-er-nya adalah… Cucian 5 hari. Haha… Alhamdulillah ada fasilitas mesin cuci, dan bapake ridha bantu cuci jemur baju.

 photo IMG_20180829_141001_zpsqz65mdlx.jpg

 photo IMG-20180826-WA0000_zpsn9hib8h8.jpg

Di sini jemur baju bisa sejam doang, kering.

Kalo saya nyuci dan jemur baju setelah dzuhur, udah gak ngantri.

Sebelum ngjemur, pake duluu… Masker, kacamata gelap, dan topi / handuk nutupin kepala….. Melindungi dari sengatan panas…. Serasa mau ke pantai… Padahal ngambil jemuran doang. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

.

Kajian Dhuha.

Sekilas tafsir doa sapu jagad.

7 hasanah di dunia
1. Al Mar’atush sholihah / arrojulush sholih
2. Kenikmatan ibadah
3. Ilmu & ibadah
4. Harta
5. Al ‘afiyah / kesehatan.
6. Rezeki yg luas
7. Ni’mah (ni’mat yg banyak)

3 hasanah akhirah:
1. Bidadari / bidadara
2. Semua yang diinginkan, tersedia.
3. Ampunan dan Rahmat Allah

Doa waktu thawaf, mustajab.
Berdoa di bawah pancuran emas Ka’bah, mustajab.
Berdoa di Hijr ismail, mustajab.
Shafa & Marwa, mustajab.
Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Maqom ibrahim
Ketika minum zamzam.

 photo IMG_20180829_091631_zpsl9lrl5ng.jpg

.

Jalan Jalan Pagi.

Berjemur matahari sebelum jam 8 pagi dan jalan kaki 30 menit setiap hari, sangat penting bagi pasien kemoterapi.

Berhubung katering hanya datang dua kali, makan siang dan makan malam saja, maka Sarapan, SDM (selamatkan diri masing-masing). He he he.

Maksudnya, cari sarapan masing-masing. Di daerah Syisya 2 ini Jamaah dimanjakan oleh makanan Indonesia. Banyak penjaja nasi uduk, nasi kuning, nasi pecel, enak-enak rasanya bumbu original, hanya dengan 4-5 riyal per porsi.

 photo IMG_20180829_063905_zpsmjd5lnin.jpg

 photo IMG_20180829_063918_zpsbgpeiacb.jpg

.

Di daerah Syisya 2 ini ada juga “sogo-jongkok” nya. Pasar tumpah ini ada tiap pagi ba’da Subuh sampai jam 8 atau kurang.
.

 photo IMG_20180829_063948_zpsmisttpam.jpg

 photo IMG_20180829_064726_zpsngpscuqo.jpg

 photo IMG_20180829_064232_1_zpsodbkpois.jpg

 photo IMG_20180829_064855_zpsd1dyfsgy.jpg

 photo IMG_20180829_071216_zpsiqsfeqba.jpg

 photo IMG_20180829_071228_zpspjf2o4py.jpg

.

Kemoterapi di kamar hotel.

Sempat agak mau pilek batuk, saya minum zamzam terus, plus ester C, ekstra supplement multivitamin.

Terapi Herceptin / Trastuzumab sempat tertunda dua hari tapi nggak masalah. Dokter Riny visit saya, cek fisik, tensi normal, kemudian menyuntikkan Herceptin di perut saya.

Thawaf.

Saran dokter pastinya harus banyak istirahat setiap habis kemo. Tapinya….

Kelamaan di dalam kamar juga bosan. Mau masak, ada larangan tertulis dari KBIH dan pihak penginapan. Mau keluar hotel jalanan panas banged. Lagian pemandangannya cuma hotel, toko, warung makan, ama parkiran. Sekalian aja lahh naik bus ke Harom. Saya pilih waktu ba’da ‘Ashar jelang Maghrib.

Kalo sudah sampek Harom, kagak Thawaf, kagak afdhol, menurut saya. Bismillah Allohu Akbar. Hamba berharap dengan thawaf inii Engkau limpahkan ni’mat sehat Ya Rabb.. Karena, bukan hanya manusia saja yang Thawaf… Jutaan malaikat pun.

Sama halnya ketika bermalam bobo di ‘Arofah dan di Mina. Sempfet ngerasa badan sakit-sakit, belum terbiasa tidur di atas tanah berbatu yang hanya ditutup karpet berdebu dan saya lapisi tikar & kain bali. “Ya Rabb, hamba mohon kesembuhan sempurna dengan tidur di atas tanah ‘Arofah dan Mina. ”

Alhamdulillah bisa pules tidur karena “kasur”nya hangat. Jam 10 jelang Dzuhur, tidur. Jam 2 setelah Dzuhur, tidur. Jam 9 setelah ‘isya tidur. Tamatu! Haha πŸ˜„

Catatan Safar Haji 1439 H (Bag.3)

.

Haji adalah Jihad.

Jihad harta, jihad fisik, bahkan jiwa. Saya tidak punya cukup persiapan fisik, karena harus menjalani siklus kemoterapi, maka bekal saya kemudian hanyalah doa. Semoga Allah memampukan fisik saya menyempurnakan rukun & wajib Haji. Semoga Allah melimpahkan saya kesabaran menikmati jamuan-Nya.

“Appetizers “

Tanggal 8 Dzulhijjah, jelang Dzuhur kloter JKG 59 sebanyak 350 jamaah dimobilisasi ke Padang ‘Arofah hanya dengan 7 bus. Geret koper (ukuran cabin) sendiri, angkut sendiri. Kalo nggak muat lagi, tuh koper pangku sendiri. He he he..

Perjalanan dari hotel ke Padang ‘Arofah makan waktu 30 menit. Maktab kami no. 8 dekat dengan toilet. Sampai di tenda berebutan “kapling” dan saya kebagian di tengah-tengah. Setelah sholat dzuhur & ‘ashar (dijamak qashar) saya mulai merasa nggak nyaman. Saya pikir, ah mungkin krn duduk, coba klo berdiri, bergerak, peredaran darah mungkin bisa lebih lancar. Saya bantu hand-over distribusi jatah makanan. Hanya mampu bergerak kurang dari 10 menit.

Qadarullah saya mengalami Hipoxy + heatstroke + dehidrasi. Rasanya seperti masuk ruangan sempit, temboknya bergerak menjepit seluruh tubuh, dada berat, leher spt tercekik, kepala sakit, demam tinggi, semutan & kram tangan kaki.

Dr Riny memutuskan memindahkan saya ke pinggir tenda dekat pintu masuk sehingga bisa mendapat oksigen yang cukup, kemudian melakukan tindakan infus dengan cairan elektrolit disambung cairan neurobion pink. Jilbab putih kena darah waktu infusan pertama gagal krn vena mblendung (rapuh efek obat Kemo).

Baju putih digunting bagian depan. Beha juga digunting, supaya bisa lebih lega bernapas.

Catatan Penting:

Pakailah baju resleting depan.

Jangan pakai beha sport yang nggak ada kaitnya. Tapi pakailah beha berkait yg mudah dibuka dalam keadaan darurat.

Sepanjang siang itu kepala, leher, punggung, dan kaki saya diguyur air-es terus-terusan. Gantian, oleh banyak jamaah. Diguyur, makk…. Bukan dikompres biasa.

Alhamdulillah ada 3 jamaah yang ternyata….. Dokter juga.

Mereka bantu mendampingi dan memonitor saya, sehingga dokter Riny bisa visit pasien lain yang tumbang juga efek kaget oleh cuaca ekstrim ‘Arofah. Komentar mereka, pasca kemoterapi memang lebih rawan dehidrasi.

Jelang maghrib bisa duduk, ehh terasa kebelet banget pingin pipis, disuruh dokter pipis pake kantong khusus, dan saya nggak pinter makenya, baju celana kena najis.

Copot infus.

Mandiii, daaaann… Satu setel baju ihrom yang dipakai hari itu direlakan ditinggal di ‘Arofah.. Karena tak mungkin dicuci dengan memakai sabun. Kann saya sedang dalam keadaan ihrom, nggak boleh secara sengaja kena wewangian.

Masih ada stok 1 setelan putih-putih dipakai.

Selesai mandi, sholat maghrib, datanglah angin badai hujan. Saya melihat ke bagian atas tenda. Rangka yang kokoh itu terlihat bergoyang-goyang seperti mau ikut terbang. Lampu berayun keras hampir-hampir menyentuh rangka, ngeri pecah.

Pembimbing haji kami mengumumkan, menyarankan memperbanyak istighfar, taubatan nasuha.

Ada 2 golomgan orang yang diundang Allah dalam ibadah Haji ini :

1. Karena Allah ingin menaikkan derajat ketaqwaannya, atau…

2. Karena dosa-dosanya. …..

#makjlebh

Kayaknya saya ini termasuk golongan yang kedua. La ilaha illa Anta Subhanaka inni kuntu minadz dzholimin… Terus menerus, diulang-ulang.

Lalu terbayang dosa pada orangtua, guru, suami, anak-anak, sahabat. Kelalaian (tidak khusyu’ dalam sholat). Pun lalai ketika berdoa. Istighfarkan ketidaksempurnaan amal, istighfarkan niat. Allah Maha Tahu aib-aib diri ini. … La ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzh dzholimin. 😭

Alhamdulillah adzan ‘isya berkumandang, beberapa menit kemudian anginnya mereda… Qodarullah mulai ada lagi jamaah yg hipoxy, efek tenda ditutup utk melindungi jamaah dari kilat, angin, dan ketampyasan hujan… Sebagian tenda belakang dirobek, dibuka lebar-lebar supaya tidak semakin banyak yang “kelenger”

.

Alhamdulillah tanggal 9 Dzulhijjah saya “dikasih” sehat ‘afiyat. Cuaca terasa lebih bersahabat. Jamaah sangat perhatian ke saya, pada jam-jam makan ada yg nawarin abon, rendang, buah-buahan, dsb. Ada yg mijitin. Ada yg doain. Ada yg nguatin semangat, nguatin kesabaran, ridha.. . Ada yg ngingetin minum oralit. Saya jadi “selebriti” JKG 59.

Keren banget yaa, cara Allah memanjakan saya. Boleh nangis ga?

.

Giri Inayah. Teman SMA saya, beliau jadi petugas haji tahun ini, mengunjungi saya. Kopdar di Mina.

 photo IMG-20180823-WA0008_zpsekebe9ee.jpg

.

Tabung berwarna orens itu bukan tempat sampah. Tapi, Cooler box jumbo, berisi bongkahan-bongkahan es-batu, tersedia di setiap sudut luar tenda.

 photo IMG_20180820_142935_zpsrl7vopr2.jpg

.

Bongkahan es batu banyak manfaat, antara lain merendam kanebo. Keluar tenda di siang hari berpayung saja tidak cukup bagi saya. Perlu kanebo dingin menempel di kepala saya.

 photo IMG_20180820_142324_zpsnozs3eur.jpg

.

“Main course”

9 Dzuhijjah ba’da isya kami kembali gotong koper, naik bus, untel-untelan, menuju kawasan yang disebut Mina Jadid (separuhnya masuk Muzdalifah, separuhnya Mina). Maktab no. 8 lagi. Tenda di Mina ber-AC. Dingiiinn. Brrrr… Kontras banget ama cuaca di luar tenda.

.

Jelang Dzuhur di Mina.
AC-nya banyak. Alhamdulillah di dalam terasa lebih nyaman dari tenda di ‘Arofah.

Tenda  JKG 59 di Mina photo IMG_20180821_181831_zpsjjsy6bj4.jpg

Alhamdulillah tenda kami ketika di ‘arofah dekat dgn 2 toilet, satu toilet berpintu 20, satunya berpintu 40 plus 3 pintu yg closet duduk, sehingga antriannya hanya 2-3 orang.

Sedangkan di Mina…… ujiannya memang ini diaa, jumlah toilet yang sangat terbatas, hanua 15 pintu, dipakai oleh 4 kloter, dan… jamaah indonesia yang sangat rajiiinn sekali… mandi dan mencuci pakaian, sehingga yang mau BAK BAB antriannya bisa 2 jam. Daaann… Baru sebentar di dalam, baru bebenah supaya nggak ada yg berjatuhan ke lantai kamar mandi, sudah ada yang nggedor-gedor “jangan lama-lama buu”

Jiah…. itu kalo mau BAB diburu-buru kayak gitu bisa jadi batal keluar dahh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ …..

Nahh giliran diye-diye yang masuk, ya mandi lahh, nyuci lahh.. Kagak mikirin antrian… Hahaay arek bonek dilawan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ …..

#istighfar

Saya tidak mandi. 😁 karena airnya panas, resiko tinggi dehidrasi dan gangguan kulit gatal merah….. Saya nggak mau lagi, ngerepotin banyak orang.

Mandinya mandi kucing.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Di dalam balutan kain sarung dan mukena jumbo. Gosok-gosok badan pakai waslap basah, keringkan dengan handuk. Ganti semua pakaian.

Bersih-bersih di dalam tenda saja, dibantu emak-emak ‘nutupin menghijab-in proses “mandi” di dalam mukena jumbo…. Ganti-gantian.

.

Buah favorit saya. Mood booster.

 photo IMG-20180822-WA0010_zpszv9931hv_edit_1535423904293_zps98khftck.jpeg

.

Ketika batal wudhu, mau berwudhu lagi, antrian panjang, suhu 43-45 derajat celcius, dan panasnya air wudhu ….. akhirnya byk yg wudhu di sudut luar tenda, berbekal mukena jumbo dan sarung sbg hijab agar aurat tetap terlindungi…. Wudhu dgn sedikit air minum kemasan…

Keesokan harinya, pintu – pintu toilet sudah ditulisi,

“khusus BAB / Mandi”

“Khusus Pipis”

“”Khusus Lansia”

Nhaaaah kan enaak kalo gini, lebih manusiawi antriannya. Meski tetep aja ada emak-emak yg coba-coba ngawur antri, langsung dapat “sangsi sosial” diingetin banyak mamak, he he he.

.

Tiap 3-4 jam saya jadwalkan ke toilet meskipun belum kebelet BAK. …. Alhamdulillah banyak pertolongan Allah, banyak ibu yg lapang dada mempersilakan saya masuk toilet duluan ….. Atau saya seperti “diarahkan” ke pintu toilet yang, antriannya hanya 2 orang , Ω…Ψ§ Ψ΄Ψ§Ψ‘ Ψ§Ω„Ω„Ω‡

.
Contoh menu sarapan kami.

 photo IMG_20180822_064106_zpsc3gmxhul.jpg

.

Duo nenek yang semangatnya hebat. Tadinya saya pikir beliau berdua kakak adik. Ternyata ibu dan anak.

 photo IMG_20180822_065432_zps2palmbuf.jpg

.

Dessert

Lontar jumroh pertama, saya dibadalkan suami. Sediih rasanya nggak bisa ngerjakan sendiri. Tapi saya nggak mau mbantah. Saya hanya berdoa, berdoa, berdoa, Ya Rabb mohon beri hamba kekuatan, pertolongan, ijin-Mu, menyempurnakan rukun dan wajib haji dengan fisik hamba sendiri.

Keesokan sorenya saya ngobrolin ulang harapan saya untuk diijinkan melontar jumroh kedua dan ketiga. Suami menjawab, “Kemarin aku ngelarang kamu karena kita sama-sama belum tahu medannya, dari tenda ke jamarat itu sekitar 7 km, jalannya agak menanjak, PP jadi 14 km. Jumroh kedua dan ketiga akan dilakukan rally, ngga pake balik tenda, langsung ke hotel, total sekitar 9 km. Aku yakin kamu bisa. Ini, minum yg banyak, ini buah-buahan habiskan ya, ini neurobion minum sehari 2x ya. ”

Saya ‘nurut.

Perjalanan dari tenda di Mina, menuju jamarat (jumroh kedua), keluar jamarat, sholat subuh di jalan, muter balik menuju jamarat lagi (jumroh ketiga), keluar jamarat menuju hotel dan qadarullah pake sedikit nyasar, total 5 jam jalan kaki, akhirnya sampai juga di kamar 515. Alhamdulillah.

Meskipun… 2 km terakhir saya mulai rungsing. Kayaknya kemarin lihat di google map, dari jamarat sampai hotel itu jaraknya kurang dari 2km dehh. Jalan kaki 30 menit. Ini sudah sejam lebih kok belum sampai. Punggung, pinggang, paha, betis, tapak kaki berasa rontok haha. Suamiku nanyain, gimana Fi, apa yang dirasa, masih kuat Fi, ini minum lagi ya.. Saya jawab: lagi nggak mau ditanya-tanya, lagi nggak mau disuruh-suruh… Wakakakk. πŸ˜‚πŸ˜‚

Hikmah:

Ketika hati lapang, ridha, sabar, pasrah berserah diri kpd Allah saja, selalu ada jalan keluar, solusi yang asyik, dan in syaa Allah semua “jamuan” Allah jadi terasa lebih ni’mat. Alhamdulillah.

.

 photo IMG-20180823-WA0003_zpsegdltvkd.jpg

.

Terima kasih atas doa-doa sahabat semua…. Saya sudah mendoakan semua titipan doa ……. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita semua…. Aamiin…

Catatan Safar 1439 H (Bag.2)

.

Bekal.

.

Suami dan saya daftar haji regular, di pertengahan tahun 2011, setelah lebaran. Tapi kami membangun impian bersama dan serius ikhtiar nabung sejak 2008. Buka tabungan haji di Bank Muamalat, waktu itu setoran awal Rp 2,5juta, berikutnya tiap bulan minimal setoran Rp.500.000

Lumayan rajin mengikuti pengajian dari masjid ke masjid, dari majelis ke majelis. Apalagi yang temanya haji atau umroh. Pernah beberapa kali duduk nyimak Kajian Tafsir Al Hikam Aa Gym, doa penutupnya minta diundang haji, wuuuhh saya nangiss sesenggukan. Sholat berasa kayak nyium dinginnya ubin Masjidil Haram, kayak nyium wangi karpetnya Masjid Nabawi, padahal kan belum pernah…. halusinasi, kali?

Sejak saat itu tiap hari saya usahakan sholat dhuha dan sholat malam, minta dimampukan dicukupkan disegerakan menunaikan haji pada waktu terbaik dan dalam keadaan terbaik.

Kamar dan ruang tamu, saya pasangin poster gedee Masjidil Harom yang ada Ka’bah-nya, dan poster Masjid Nabawi. Laptop dan henpon, saya pasang wallpaper gambar dua masjid tsb. Dream book (buku impian), seeing saya tulis ulang, baca ulang, doain ulang.

Tetangga atau sodara atau teman yang mau berangkat umroh atau haji, saya usahakan anterin ke bandara/embarkasi, atau saya tambahin bekal apalah-apalah, atau bila tidak memungkinkan setidaknya saya doakan Semoga Hajinya Mabrur / umrohnya maqbul.

.

Setelah confirmed nama kami terdaftar di calhaj 2018 barulah kami mencari KBIH, kelompok bimbingan haji Indonesia. Awalnya sempfet memilih KBIH Quwais (Bekasi) karena ada barengan, tapi akhirnya pindah ke DDII (Dewan Dakwah – yang di Kramat Sentiong) karena alasan jarak dekat dan pengalaman KBIH DDII sudah 25 tahun membimbing jamaah haji.

Sebetulnya bisa saja, setelah mendaftar tahun 2011 itu kita langsung nyari KBIH, konon keuntungannya bisa dibantu dipercepat keberangkatannya. Wallahu’alam.

Menunggu 7 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Kami manfaatkan untuk mencari lebih banyak ilmu, mengamalkannya, berusaha memantaskan diri menjadi tamu undangan-Nya. Mulai dari “beresin” dulu sholat wajib, ontime. Tambahin sholat sunnah. Tambahin target baca Quran, belajar benerin bacaan, gabung kelas Tahsin, Tafsir, Tahfidz, kursus bahasa Arab, ikutan komunitas ODOJ, memperbanyak istighfar dan sholat taubat, memilih lingkungan, berusaha istiqomah mengamalkan isi Quran dan Hadits, sebatas kemampuan.

.

KBIH DDII menyelenggarakan manasik haji tiap Sabtu, sebanyak 10x pertemuan, sejak 10 Maret 2018. Delapan di aula Masjid Al Furqon. Dua pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede.

Ada satu pesan Ustadz kami yang saya ingat:

Bu-ibuu, pak-bapak, bawa bekal eSssssss … yang banyaaakk yaaa, he he he.

Sabar. πŸ˜„

 photo 05-09-39-bekal-akhirat_zpseiiwuzsr.jpg

.

Bekal Teknis.

Baju, total 6 stel. Yang 2 stel saya pisahkan untuk Armina (‘arofah – muzdalifah – mina). Setelan yg saya maksud adalah, gamis cutting umbrella dan khimar / hijab instan ukuran super jumbo / atasan mukena polos dan kaos kaki. Praktis buat wara wiri dan ibadah.

.

 photo IMG_20180828_041034_zpswcjkpaac.jpg

.

Khimar ekstra dan kaos kaki ekstra masing-masing 2 lembar/pasang.

Mukena 2 pasang. Buat sholat di kamar.

Sajadah tipis, 2 lembar juga. Kalo yang satu kotor, dicuci, masih ada satunya lagi.

Kosmetik seperti sabun, sampo, deodorant dan sunblock non perfume (tidak mengandung wewangian) khusus untuk ihram. Saya beli produk Wardah ada paketan khusus utk umroh/haji. – beli online.

Disposal Panty (celana dalam kertas) saya siapkan untuk 45 hari.

Pantyliners, juga saya siapkan utk 45 hari.

Tisu basah dan waslap basah dalam kemasan, yang non perfume, untuk selama di Armina. – beli online.

Ember lipat, buat cuci baju. Beli online.

Sandal utk di dalam kamar.

Sendal utk di luar kamar.

Kantong plastik kresek. Untuk berbagai keperluan.

Quran, buku dzikir, buku manasik, buku agenda kegiatan.

Piring lipat, gelas lipat, beli online.

Pelembab kulit.

Keperluan MCK (sabun, sampo, odol, handuk, dsb) untuk selama di hotel.

Selendang identitas KBIH.

Seragam haji Indonesia.

Sangat penting: Handuk kecil dan Kanebo, untuk dibasahi air-es ketika di Armina.

Masker, penutup hidung & mulut.

Kacamata anti-UV, botol spray kosong untuk diisi air-es untuk semprot-semprot kulit.

Botol minuman, plastik, saya bawa 4. Buat diisi air zamzam.

Kain Bali untuk di Armina, lapisan buat tidur di atas karpet berdebu.

Multivitamin supplement obat-obatan, seperti: Paracetamol, oralit, vermint, ester-C, Theragran-M, Neurobion, Voltaren, minyak kayuputih, minyak zaitun, madu.

.

 photo IMG_20180828_040941_zpsejst6yuq.jpg

.

Bekal Khusus.

Karena status Ca saya HER2++ maka pemberian Herceptin / Trastuzumab harus tetap dilanjutkan. Berbekal resep Dr Findy Prasetyawaty KOHM, kami memesan Herceptin SC 600ml melalui Bagian Farmasi RS Mitra Kemayoran, sebanyak 2 box, untuk disuntikkan (subcutan) tanggal 25 Agt dan 15 Sep.

Sejak akhir Juni saya sudah membuka komunikasi dengan Dr Riny Julianty, dokter Kloter JKG 59, mengenai status kesehatan saya. Akhirnya Dr Riny menghubungi langsung Dr Findy untuk meendapat keterangan medical record saya dan bagaimana treatment-nya.

herceptin photo 2Q_zpsq6hrc4fp.jpg

Saya bawa 2 box Herceptin disimpan dalam cooler box yang sudah dipenuhi ice pack untuk menjaga suhu tetap 2-6Β° Celsius.

cooler box photo 13-44-55-puku-cooler-box_zpswmofruac.jpg

Waktu di Embarkasi ketika mau naik bus ke bandara sempat ditanya-tanya petugas maskapai, karena jumlah bawaan kabin saya melebihi dari yang dibolehkan (tas koper cabin size dan tas paspor). Lalu saya tanyakan solusinya ke Ketua Kloter. Beliau bersedia “ketitipan” cooler box ketika naik pesawat. Dan Tim Medis pun bersedia juga dititipin, just in case dipermasalahkan lagi. Alhamdulillah sampai masuk duduk di pesawat, aman sentosa nggak ada masalah.

Catatan Perjalanan Haji 1439 H (Bagian 1)

Bismillah.

Semoga pembaca bisa mengambil hikmah pelajaran dari cerita ini, sehingga kelak ketika mendapat giliran undangan Allah dapat bekal persiapan lebih baik dan dapat menyempurnakan ibadah umroh hajinya… aamiin.

13 Agustus 2018.
Embarkasi Pondok Gede.

Alhamdulillah tahun ini, seluruh proses imigrasi check in Saudi, semua dilakukan di asrama Pd Gede, antrinya sambil duduk, banyak toilet dan dekat, petugasnya orang Indonesia ramah dan gesit cekatan, di ruang tunggu disediakan makanan minuman….

Sehingga tiba di Jeddah turun pesawat langsung keluar bandara tanpa pemeriksaan paspor lagi… Jamaah diarahkan menuju bus masing-masing, dan di pintu bus itulah paspor dikumpulkan oleh pihak imigrasi Saudi.

Praktis. Efisien. Alhamdulillah.

Di Pd Gede, jamaah dikasih

√ living cost 1500 riyal,
√ uang pembuatan paspor Rp 350ribu,
√ masker 50 lembar,
√ botol spray kosong,
√ krim u pelembab pelindung kulit,
√ sebungkus waslap basah Non parfum,
√ garam oralit 10 sachets,
√ gelang identitas jamaah,
√ gelang orens utk jamaah yg butuh perhatian khusus Tim Kesehatan.

gelang identitas photo IMG-20180817-WA0006_zpszwfaxpux.jpeg

Nginep setengah malam di pd Gede, dikasih makan muluu… Porsinya segabrukgabruk… Alhamdulillah….

Di asrama haji pd gede banyak konter provider Hp …. mereka jual cemmacem paket data haji ….. Langsung disettingin…. Jadi jamaah hanya perlu mematikan hp sebelum naik pesawat…. sesampai di Jeddah, nyalakan hp, langsung bisa berkomunikasi dgn keluarga dan relasi di tanah air….

Saya pakai provider Three, beli paket data 3 GB 45 hari seharga Rp. 350.000,-

Dari gedung SG1 (imigrasi) menuju penginapan masing-masing disediakan bus-bus bagus nyaman ber-AC, di dalamnya ada petugas yang menjelaskan tips tips saran-saran menjaga kesehatan dan stamina selama di tanah suci…. Daaann , kemudian jamaah dikasih bonus, odol halal, gratiisss lagii. Alhamdulillah.

.

Kloter JKG 59 check out Embarkasi Pondok Gede pada Selasa 14 Agt 2018 pukul 1 dini hari dengan bus-bus DAMRI yang mengantar rombongan langsung hingga pintu pesawat.

Ya, turun bus langsung naik pesawat.

Nggak lewat jalur penumpamg umum.

.

15 Agustus 2018.
Syisya – Makkah. Saudi Arabia.

Murjan Al Noor photo IMG-20180817-WA0009_zps33ereucl.jpg

Kayaknya habis diperbarui hotelnya.
Temboknya, langitΒ²nya, ubinnya.. kinclong…
Kamar mandinya juga, kayak rumah baru. Wastafelnya. Bath tub nya. Gagang pintunya. Krannya. ….. Baru.
iyes banget…

Tiap lantai ada 2 ruang cuci baju. Ada mesin cucinya. Baru juga.

Lantai 7 roof top, buat jemur baju..

Kegiatan menjelang puncak haji:

√ banyak-banyak istirahat di hotel, baca-ulang buku manasik, perbanyak dzikir dan DOA, dan minum zamzam.

√ kenalan teman-teman baru sekamar

515 photo IMG_20180817_134206_zpsykun8uzu.jpg

√ packing untuk 5 Hari Armina (‘arofah – muzdalifah – mina)

√ cuci mata dari toko ke toko, he he. πŸ˜€

syisya 16 agt photo IMG_20180817_062728_zpskt0yue7q.jpg

Satu lorong ini dihuni oleh 90% jamaah calhaj Indonesia , sisanya Turki

Semua toko, pegawainya bisa bahasa Indonesia. ….. Ada toko yg jual ikan asin, kangkung mentah, beras, raiskuker, ember plastik, setrika dsb. Selain menjual souvenir khas Arab.

.

Ada ilmu baru ttg penggunaan masker.

Setahu saya, jamaah yg sudah mengucap niat umroh/haji (dalam keadaan ihram), *salah satu larangan ihram* bagi wanita adalah menutup wajah.

Ada sebagian ulama fiqh berpendapat. Penggunaan masker karena alasan kesehatan, dibolehkan. Tidak termasuk penutup wajah yang dimaksud dalam larangan ihram.

Wallahualam bish showab.

.

Alhamdulillah kami belum tergoda shopping oleh-oleh. Hanya beli buah-buahan, kacang-kacangan, untuk target harian.

sarapan photo IMG_20180817_101244_zpsk0aadrz5.jpg

Pisang, sunkist, kalo beli di penjaja di mobil dijalanan harganya sekilo 5 riyal.

Sebelumnya, beli di toko sebelah hotel sekilo 10 riyal.

Kacang walnut, almonds, sudah matang (panggang oven) sekilo 50 riyal, saya belinya cuma setengah kilo.

Suamiku beli “parem Arab” yg khasiatnya efektif buat ngurangin rasa capek pegal-linu nyeri otot, harganya 10 riyal, penampakannya kayak gini.

omega lotion photo IMG-20180823-WA0006_zpspa8qxmyi.jpeg

.

√ jalan-jalan pagi sama suami, ba’da sholat subuh

√ jemur badan di matahari pagi sebelum jam 7

syisya 16 agt photo IMG_20180819_064027_zpshtj3ivnn.jpg

Masuk kota Makkah, hari Rabu dini hari, thawaf dan sa’i saya gabung rombongan 14 org nini-aki yangg berkursi roda, karena pertimbangan:

1. baru H+10 pasca kemoterapi, Hb rendah,
2. pasca perjalanan panjang kurang istirahat,
3. Hemat energi utk armuna.

Kursi rodanya gratis, disediakan oleh kerajaan. Tapi…. harus sepaket dgn petugas yg dorong.

Boleh gak, keluarga yg ndorong? Boleh, tapi kursi pribadi. Bukan yg disediakan kerajaan.

Nahh, jasa dorong ada biayanya tergantung negosiasi. Kisarannya 250-450 riyal utk 1x thawaf dan 1x sa’i

Sengaja, nggak bawa dari Jakarta karena…

Niatku dan doaku, agar dilimpahi kekuatan ketika armuna dan setelahnya… Sehat bugar di sisa usia… aamiin…

Kemarin saya bayar jasa dorong Thawaf & Sai, 300 riyal. Petugasnya orang Indonesia, asal Lombok, masih muda banget, umur 20an. Saya males nanyaΒ² ngobrol, ndorongnya cptΒ² banget, balapΒ²an gituu sama tmnΒ²nya …. Jiah, berasa kayak rally F1

Akhirnya saya dikte, pelan-pelan ya Dik, saya mau doa dulu agak lama di sini (bukit marwa) … Kalo nggak dikasihtau, dia cuma takbir doang 3x langsung turun menuju Shafa…… ngebut…..

Zweeengg….. πŸš‘…. πŸ’¨

.

Bersambung yaa. … πŸ™‚

Tauhid, adalah yang Utama.

Kemarin siang ngobrol asyik dengan seorang sahabat semasih berseragam putih abu. Mulai kegiatan sehari-hari, domestik, outdoor, cita-cita, anak-anak, kuliner, kajian-kajian islam, hingga yang paling seru.. politik. He he. Kita punya teman yang (menurut pemahaman kita berdua lohh), lebay banget analisa-analisa politiknya. Kayak dia intel, yang paling tahu rahasia negara. Padahal, aleg bukan, caleg bukan, kader partai juga bukan.

Standar kami berdua. Tauhid itu yang utama. Hidup, untuk mengabdi kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, yang tertuang dalam Kitab Suci Al Quran Karim dan sabda-sabda utusan terakhir-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sekuat sejauh yg kita mampu lakukan.

Kami meyakini…. Segala sesuatu terjadi atas kehendak atau seijin Allah. Baik yang terjadi karena takdir mutlak, sudah tertulis di Lauh Mahfudz, atau pun takdir yang terjadi karena pilihan dan ikhtiar kita sendiri.

Kami meyakini…. semua takdir itu, Baik.

Dunia ini hanya sementara. Sebentar banget. Kalau senang, gak selamanya. Kalau sengsara pun, gak selamanya. Paling lama, umumnya, palingan 60-65 tahun saja. Setelahnya? Nahh ituu yang Penting.

Dunia ini hanya permainan. Jangan sampai, passion kita pada tujuan-tujuan yang nikmatnya fana, hanya utk dibanggakan di hadapan manusia, kemudian melenakan kita, membengkokkan Tauhid kita.
Jangan sampai, qadha dan qadar Allah malah membuat kita berputus asa dari rahmat-Nya… Naudzubillahi min dzalik.

Nasehat untuk diri saya sendiri. Hidayah iman islam itu, harus terus menerus diminta, ini doa yang utama. Kedua, ilmu itu harus dicari, diamalkan, diShare, untuk tujuan meraih kecintaan Allah.

Ketiga. Sering-sering lahh belajar mengingat kematian dan dahsyatnya Hari Pengadilan Akhir, ini dapat melembutkan hati, lebih mudah berempati kepada kaum dhuafa, tertindas, terzalimi.

Keempat, jadikanlah qadha dan qadarullah (takdir) itu penambah motivasi bertaubat, menginspirasi berbuat lebih banyak lagi kebaikan, nyata, bukan hanya utk mengubah keadaan lebih baik. Tujuan besarnya utk bekal fase hidup yang kekal nanti.

Kelima, ikhtiar demi ikhtiar adalah jalan sunnah (memang seharusnya) dilakukan untuk mencapai tujuan impian cita-cita, dan niatkanlah utamanya utk meraih ampunan dan keridhoan Allah. ….. sedangkan hasilnya tetap hak prerogatif Allah. Kalau hasilnya sesuai dengan harapan kita di dunia, itu adalah Bonus. Atau malah Ujian.

Alhamdulillah, ma syaa Allah tabarakallah Sefa Firdaus ….. saya belajar…. saya belajar.