Mulailah Menulis

Menulis, bagi saya hanyalah salah satu cara, melepaskan rasa, memeluk asa, menyembuhkan, menghibur diri, mengisi liburan dan promosi dagangan.

Menulis bisa jadi ladang amal, shodaqoh ilmu jariyah, fastabiqul khairat, berbagi manfaat, menginspirasi dan memotivasi kebaikan.

Saya penganut aliran suka-suka mau gaya apalah-apalah, aku tak paham. Yang penting release dulu. Orang mau paham atau enggak, nomer sekian.

Nggak terlalu suka nurut EYD, karena nilai bahasa endonesiaku di rapot nggak pernah lebih dari 6-7. Mungkin karena dulu dapet gurunya kurang asik. Jadi berasa pas pelajaran tu, kesel aja, pen cepet bel pulang.

Menurut saya, semua orang bisa menulis. Apalagi kalo dia hobi membaca. Tema dan kosa kata yang bisa ditulis pasti lebih banyak. Nggak penting ikut KBM, ha-ha masih empet aje gue.

Yang penting mahh, informasi yang disajikan, meliputi lima we satu ha. Cerita tentang apa, siapa, dimana, kemana, kapan, dan bagaimana. Jangan menyingkat kata. Yang, ya tulis Yang. Bukan yg. Anak-anak, ya tulis anak-anak. Bukan anak2.

Awalnya, saya selalu tergoda menilai tulisan sendiri, ini bagus, ini nggak bagus. Kemudian saya berpikir, saya bukan sastrawan. Wajar kalo tulisan saya tidak sempurna. Sekarang saya tidak peduli bagus atau enggaknya. Bahkan kadang tidak peduli orang mau paham atau enggak. Bodo amat. 😆ðŸĪŠðŸĪ­

Mikir yang simpel-simpel aja, yang gampang, yang sederhana, yang bikin heppi. Nulis jangan pake mikir benar atau salah. Nulis aja. Nulis lagi. Nulis terus. Ntar juga dapet asyiknya. Punya gaya sendiri.

Ini tentang Mindset:
Dimana ada kemauan, di sana ada jalannya. Jika belum ketemu jalan, maka buatlah jalan.
Mari jalan-jalan.

Happy writing ✍ïļ

===

Selamat liburan.

Adek belajar Quran sampai Madinah

Senin, 30 Desember 2019 kami mengantar adek Raihanah ke Terminal 3 Bandara Soetta, terbang menuju Jeddah.

Masih setengah percaya, Allah ngasi hadiah liburan semester pendek, belajar matan Al Quran, di Madinah.

Waktu SMA dia pernah ngomong pingin kuliah di Madinah, tapi kan syaratnya harus ada mahram. Alhamdulillah diijinkan kuliah di LIPIA, yang menjadi jalannya, belajar di kota impian. Ma Syaa Allah tabarakallah 💖

Selamat menuntut ilmu di Madinah Al Munawarah. Semoga beroleh ilmu yang bermanfaat.
Fi amanillah, anak-anak ku. 💖
Ma shaa Allah tabarakallah.


Visa Umroh 30 hari

Banyak yang japri, nanya, di Madinah belajar apa? Koq bisa sih, tanpa mahram?

Begini…

Tiga bulan yang lalu..
Wakil rektor di kampusnya, LIPIA, meminta kakak kelasnya Raihanah untuk mencari akhowat yang kompeten untuk belajar matan Al Quran di Madinah.

Kualifikasinya, hafal 30 juz dan bahasa Arab nya aktif lancar.

Kakak kelasnya Raihanah, tahunya, adik kelas yang hafal 30 Juz, itu, ya Raihanah dan Jihan, secara dua gadis ini yang bolak-balik MTQ dalam dan luar negeri, kategori 30 Juz dan tafsir bahasa Arab.

Bukan LIPIA yang membiayai. Tapi dari Saudi memang ada dana untuk penghafal dan pembelajar Al Quran.

Bukan LIPIA yang membantu mengurus dokumen visa dan sebagainya, tetapi travel umroh tertentu yang dipilih oleh sponsor.

Visanya visa umroh, maksimal bisa 30 hari. Mahramnya, dimahramkan entah siapa, itu ada namanya di visa.

Kegiatannya ngapain aja selama sebulan di sana?

Pertama, umroh.
Kedua, murojaah hafalan, setoran hafalan pada syaikh-syaikh, guru-guru Al Quran di Madinah.
Ketiga, belajar matan Al Quran.
Keempat, ini optional, besar harapan kami, anak-anak bisa sekalian mendapatkan sanad. Wallahu’alam. Kami berserah kepada Allah, bagaimana yang terbaik saja.

Ma Shaa Allah tabarakallah. 💖