Mindset menyikapi ujian.

Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”

HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad.

Copas dari : https://rumaysho.com/678-seseorang-akan-mendapat-ujian-sebanding-kualitas-imannya.html

Advertisements

It’s just politics.

Sejak beliau muncul dan dipuja-puja, saya malah bertanya-tanya dalam hati, “Siapa sih, orang ini? Gubernur! Ok, trs apa lagi bagusnya sampe sebegitunya dipuja-puja dicalonkan sebagai capres? Hafidz Quran! Really?”

Setiap kali beliau tampil di layar kaca, saya perhatikan banget-banget, gesture-nya. Muncul lagii pertanyaan yang sama di benak saya, “Who are you Mister?”

Pekan inii pertanyaan saya terjawab. Alhamdulillah, terima kasih Ya Rabb, Engkau tunjukkan sesungguhnya siapa manusia ini dengan pengakuan keberpihakannya, disusul kemudian dengan berita dugaan korupsi dan cerita skandal cintanya, seliweran di beranda medsos.

Akhir jaman.

Banyak orang belajar agama, menjadi ahli agama, casing-nya ‘alim ulama. Sempurna. Tapi tindakannya…. Jauh panggang dari api.

Harta, tahta, wanita, nyata memang bisa bikin orang berubah.

Mari kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita sendiri, dari kejahatan hawa nafsu kita sendiri.

.

Saya simpatisan PKS sejak namanya masih Partai Keadilan (PK), tapi jujur saya enggan memuja-muja partai dan pimpinannya…. Biasa, aja lahh. … Karena, kesempurnaan itu hanya milik Allah, ya thoh?

Klo ada kebijakan partai atau tindakan oknum yang saya nilai kurang tepat, ya saya sesalkan…. Salah, ya salah.
Klo benar, ya saya ngakuin… saya apresiasi.

Klo ada hal yang saya nggak ngerti, sudah tabayun tapi tidak juga mampu memahami, ya saya memilih diam…. gak sibuk berdalih ini itu anu sebagai pembenaran.

Saya hanya belajar untuk tetap “waras” …. Hehehe…. It’s just politics.

Saya juga belajar menghargai pilihan politik teman-teman, dan belajar mengabaikan postingan yang mengarah perpecahan (saling tuduh, saling cela, saling hina, dsb).

.

Politik, hanyalah urusan dunia.
Jadi nggak perlu lebay. 😅
Kecuali…. kita senator…. duduk di DPRD, DPR, MPR.

Atau walikota, gubernur, presiden, menteri….

Berjuanglah habis-habisan… buatlah kebijakan-kebijakan yang membela dan memuliakan hukum Allah….. Berjihadlah.. hingga syahid.

.

Peran saya sebagai warga negara hanya mengajak memilih wakil rakyat yang diisyaratkan oleh para ulama. …

Ulama yang mana?

Ulama 212, yang hanif, yang ketika kasus penistaan Al Maidah, mereka keliatan wajahnya di baris depan, waktu 411 itu ada yang cedera, ada yang kemudian diburu aparat, difitnah, dan dinista juga oleh para pendukung si penista agama. Ulama yang masih setia dalam komando Habib Rizieq Shihab.

Hingga detik ini saya masih istiqomah bersama mereka.

Saya mengajak sahabat yang sama-sama menginginkan #2019GantiPresiden untuk berusaha lebih menahan diri dulu, ayo kita introspeksi diri dulu, ayo kita berbuat lebih banyak lagi kebaikan, lebih banyak lagi menebar manfaat, kemaslahatan, memperbanyak istighfar, taubat, ibadah dan doa malam, semoga Allah meridhoi dan mewujudkannya, aamiin.

Wallahualam.

Sakit itu…

Bismillah,

.

Saya bagikan nasehat dari guru kita K. H. Muhammad Arifin Ilham.

Mulailah Senyum dengan Sakit..
kita renungi tentang hikmah sakit..

Sakit Itu adalah ujianNya..
kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yg selalu sehat takjub.

Sakit itu zikrullah..
yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

.

Lanjutkan membaca, Klik di sini

Continue reading

Menghadirkan *40 Niat Sekaligus* Dalam Tilawah Qur’an✅

Bismillah…

Jazakumullah khairan telah mengingatkan saya dgn Suplemen tambahan dari Syaikh Shalabi:

كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.

Banyak diantara saudara2 kita kaum muslimin, dia tidak membaca Al-Qur’an kecuali dengan maksud untuk mendapatkan pahala dan ganjaran dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur’an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur’an dengan niat tertentu, maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya.”(al-hadits).

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:

Al-Qur’an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang berilmu. Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yg dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur’an, diantaranya:

١ اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.

1. Saya membaca Al-Qur’an, demi mengetahui dan mengamalkan isinya.

اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله٢

2. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala.

٣. اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى

3. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan bermunajat kepada Allah.

.

Lanjutkan membaca, Klik di sini

Continue reading

Menyikapi Kesuksesan Orang Lain Secara Positif

Sudah baca sharing saya tentang Kisah Suksesnya ibu Fifi Proklawati Jubilea Mamahnya Ben, kah?

yang ini. …..

Klik di sini.

.

Menurut saya… ini Super Keren.

Kerennya dimana?
Punya banyak sekolahan.
Mencerdaskan anak bangsa.

Kebayang, gak…. Kerennya tabungan ilmu jariyah ibu inii dan Tim – nya… ?

Kesuksesan yang Gak cuma buat kesenangan diri sendiri. Gak cuma cerita tentang jalan-jalan keliling dunia… Doang.

Tapi hasilnyaaa…..
Anak² yang melek huruf hijaiyah, mengenal Rabb-nya, berlatih amalan-amalan shalih sederhana, tahu hukum agama, dan melek ilmu dunia.

Semoga Allah meridhoi beliau dan Tim-nya, aamiin..

.

Saya terinspirasi untuk menginspirasi anak-anak dan orangtua, maka saya share di beberapa wa group, buat jadi tambahan inspirasi ajaa.

Eh tapinya mosok, ada yang nyolot… “Kayak ketemu sales penjual mimpi, tanpa solusi.”

Jiaah…..

Please, dehh….
Kalo baca kisah sukses orang lain yang keberhasilannya lebih dari kita, lebih hebat kebermanfaatannya, belajarlah lapang dada.. legowo…. setidaknya tahan diri lahh, kuasai diri dari hasad, su-udzhon, julid.

Semua profesi, yang sudah berada di puncak sukses, itu berawal dari MIMPI …. dan pastii pernah melalui jalan berliku, tantangan, kekecewaan, tapiii.. mereka nggak lebay meratapinya.

Mereka punya sikap mental positif menjalani prosesnya. Api semangat mungkin pernah agak meredup. Tapi tidak pernah benar-benar padam. Karena IMPIAN itu bahan bakarnya.

Benar, orang yang bermimpi besar itu, belum tentu berhasil meraih impiannya. Apalagi yang tidak berani bermimpi?

.

.

Ketika sudah bisa menguasai diri dari panyakit Hasad (iri, dengki) atas ni’mat kesuksesan yang Allah ijinkan kepada orang lain, kita akan bisa melihat sisi positifnya, mengambil hikmahnya. Kemudian kita jadi ingiin mendoakannya, semoga kesuksesannya, diridhoi Allah, diberkahi Allah dengan kebaikan dunia akhirat.

Bukankah seorang mu’min yang diam-diam mendoakan saudaranya, maka malaikat mengaminkannya “dan bagimu” juga?

Target Utama

Ketika saya menyebut kata Pasrah, banyak yang mengira saya pesimis, kehilangan semangat, kehilangan keyakinan untuk sehat.

Subhanallah… ampun, itu bukan gue, mak… 😆😆😆

Nih yaaa tandain ajaa…. kalo saya “ngilang” berhari-hari dari blogging, nahh saat itulah boleh dicurigai, saya sedang Down….. atau, emang bener2 gak sempfet…

Tapi kalo dalam 3-7 hari masih muncul obrolan baru di blog ini…. in syaa Allah saya baik-baik saja… 😆

Kalo pilihan kata yang saya gunakan terkesan mengeluh, melemah, meloyo… ya, maap…😆😆😆 namanya juga ngobrol lewat tulisan, minus ekspresi…. maanaaa ekspresinyaaaa 😆😆😆 (teriakin sutradara).

Saya hanya… nggak mau kepedean “pasti sembuh” …. Yakin dengan takabur itu kadang bedanya tipis, mak… 😆😆😆

Kalau saya ngajak, dzikrul maut, sama-sama berbekal dan menambah bekal. Tohh memang pada akhirnya kita semua sampai di sana kan? Kematian, tidak memilih yang sakit saja, atau yang sudah tua saja, ya kaan. Berapa banyak kita dengar kabar kematian mendadak, kemarin sehat gagah ketawa-tawa. Esoknya jadi berita duka.

Cancer is a blessing, karunia, amanah, misi dari Allah.
Berdoa, berobat, itu adalah Adab, kewajiban pasien.
Memperbaiki tauhid, mindset, akhlak, amalan, akhirnya juga menjadi satu paket pengobatan.

Sembuh itu Bonus, bukan goal/target utama.
Target Utama:
Robbana atina fiddunnya hasanah, wa fil akhiroti hasanah waqina ‘azabannaar.
Allohumma sholli wa sallim wa barik ‘ala Muhammad.
.
.
.
Nungguin si abang pulang…..

Eneng udah wangi cakep nih Bang…
#lempengin_alis
#merah_merahin_bibir

Kemoterapi ketiga.

Sabtu 23 Juni 2017 adalah jadwal kemoterapi ketiga. Alhamdulillah malam sebelumnya, cukup tidur, cukup istirahat, fisik lebih siap dibanding kemo kedua. Berangkat ditemenin suami dan si ragil saja, karena si kakak sudah aktif kuliah lagi.

Sepanjang perjalanan saya berusaha memperbanyak istighfar dan berdoa, “Ya Allah saya mohon petunjuk, kekuatan, pertolongan, ampunan, taqwa, dan saya mohon limpahan rasa ridha atas segala kehendak-Mu…”

Lanjutkan membaca klik di sini
Continue reading