Hitam Putihku

Sayangnya … banyak muslim muslimah yang “membela” kelainan kaum sodom itu…

“Itu kan bukan kemauan mrk, mbk..”
Lantas, maunya apa?
Yang jelas doung, fithrahnya cewe atau cowo?  Maunya pelangi, gituh? Kesana bisa kesini bisa?  Hewan aja yang gak punya akal, tau kok, kawin itu ya sama beda jenis. Manusia dikasih akal buat berpikir, dipake nggak tuh?

“Mrk ngrasa sakit mbk,”

Trs, nggak kepingin sembuh?
Klo emang jujur pingin sembuh, BEROBAT dooung. Berobat yang beneerrr. Jangan sakit mata minumnya obat diare.  Cari dokter dan pembimbing ruhani. Konsultasi sampe sembuh tuntas.

“Mrk juga tersiksa loh mbk,”

Bagus klo tersiksa, itu artinya, fithrah mereka teriak menginginkan kebebasan tapi mereka sendiri tetap memenjarakannya. …. lNgomong2, semangat banget sih ngebelain tmn2mu yang cenderung sesama jenis?  Jangan2 udah ketularan yah?  #iiihh #jauh2ahh

“Apa hak mbak nuduh saya LGBT..?”

Hak saya ngasihtau yang beneerrr. …. klo kamu normal, Alhamdulillah. …. dan klo kamu sayang beneran sm tmn2mu itu, ajak doung mereka ke jalan yang direstui Tuhan, ajak menikmati kebahagiaan sejati.  Bukan malah belain mereka dengan 1001 pembenaran. Kamu senang liat hidup mereka terus tersesat? Bagaimana klo papa kamu yang tersesat? Bagaimana klo kakak/adikmu sendiri yang tersesat? Apa kamu biarkan? Bayangkan, bagaimana hancurnya perasaan orangtua yang mengetahui anaknya menjalani pilihan hidup, kawin dengan sesama jenis?

*chatting dengan salah seorang contact BBMku, yang ngakunya punya temen, satu kontrakan “begitu” semua..  saya putuskan meninggalkan debat kusir tsb.
Penyakit kaum sodom kekgitu, klo penderitanya udah diajak sembuh masih nyeleneh juga, dlm islam boleh kok, dibunuh. Krn jika dibiarkan berkembang, virus menular ini bisa merusak satu generasi. Fatal. Na’udzubillah min dzalik.

Pernikahan suci itu adalah yang direstui / dicintai Tuhan, yang salah satu tujuannya adalah berketurunan. Tuhan menciptakan diri kita dari benih laki-laki dan perempuan. Semua manusia diciptakan sesuai fitrahnya, laki-laki, atau perempuan. Tuhan kasih modal AKAL untuk berpikir, memilah yang baik dari yang buruk, memilih yang benar dari yang salah menurut standar-Nya.  Fithrahnya manusia, itu Suci, cenderung (menyukai) kebaikan dan kebenaran.

Lingkungan dan hawa nafsu, yang kemudian paling mempengaruhi fithrahnya, mempengaruhi kesehatan akalnya. Ibarat naik mobil yang wipernya macet atau rusak, ketika hujan deras, pandangan kita pasti akan terhalang. Bukan tidak ada jalan. Pengemudi yang sadar bila wipernya rusak, pasti akan segera bertindak, memperbaiki wipernya atau menyetel wiper baru, demi keselamatan perjalanannya.

Orang yang sadar akan gangguan pada fithrahnya, akan merasakan kegalauan, resah. Artinya, level gangguannya baru stadium awal. Akan lebih mudah diajak diskusi dan bertindak, memperbaiki keimanannya dan hijrah ke lingkungan baru demi menyelamatkan perjalanan hidupnya. Sedangkan pada gangguan di level stadium lanjut, golongan ini akan merasakan bahwa “ini nikmat karunia Tuhan” dan akan memberikan 1001 pembenaran atas Pilihannya itu. Cara menyikapi golongan ini, bila terjadi pada lingkungan dekat, peringatkan resikonya, dan.. Jauhi, karena virus laknat ini sangat cepat menular. Doakan saja dari jauh semoga hatinya terbuka dan memperoleh petunjuk keselamatan.

Keluarga dan masyarakat punya peran penting dalam pencegahan. Bekal utama adalah, keimanan utuh, perhatian dan kasih sayang.

Advertisements

4 Cara Allah Memberi Rezeki

Empat Cara Allah Memberikan Rezeki

Rezeki tingkat pertama yang dijamin oleh Allah swt.

“Tidak suatu binatangpun  yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS 11:6)

Allah menjamin rezekinya untuk setiap makhluk,  termasuk manusia yang berakal. Artinya Allah akan memberikan makan, minum untuk makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah, seperti kita lihat orang orang yang tinggal di hutan-hutan, mereka bisa tetap hidup  walaupun tanpa ilmu Al Quran, Injil ataupun  Taurat. Begitu pula orang-orang yang tinggal di kota-kota, walaupun ia tidak punya ilmu atau malas bekerja, ada saja orang yang membantu mereka untuk memberi makan. Apakah Anda mau seperti itu? Jika mau Anda pasti akan mendapat bantuan dari orang lain atau famili. Tak usah takut kalau tidak akan makan. Semua rezeki  dijamin Allah swt. Pertanyaannya, apakah hidup kita ini hanya untuk makan?

2.Rezeki tingkat kedua sesuai dengan kerjanya.

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa, kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki kepada manusia dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan. Allah  akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Artinya kalau ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam. Kalau kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Allah Maha Adil. Kalau orang ingin mendapatkan rezeki lebih banyak, ia haruslah belajar lebih banyak dan sungguh sungguh bekerja. Itu adalah kunci nya.

3.Rezeki tingkat ketiga adalah rezeki yang “orang yang pandai bersyukur” .

“Siapa yang pandai mensyukuri pemberian-Ku, Aku akan tambahkan nikmat-nikmat   kepada mu, tapi kalau tidak pandai bersyukur Aku akan beri azab yang pedih.” (QS 14: 7)

Allah swt. Inilah rezeki yang disayangi yang kepada yang diinginkan oleh Allah swt. Allah  Kalau kita pandai pandai mensyukuri pemberian Tuhan dan manusia, Allah akan tambahkan. Kita dapat merasakan kasih sayang Allah swt kepada kita, karena rezeki dan kebahagian selalu ditambahkan.  

PemberianTuhan: waktu, akal, panca indra digunakan untuk mencari  ilmu dan bekerja sungguh-sungguh, maka rezeki akan jauh lebih baik dari pada orang orang yang tidak punya ilmu, seperti contoh orang-orang hutan Brazil. Bertahun-tahun rezekinya tetap saja mencari akar tumbuh-tumbuhan. Atau orang-orang kota yang kurang ilmunya (malas) maka rezekinya lebih sedikit.

Atau suatu bangsa yang rajin membaca buku, maka bangsanya lebih makmur dari pada bangsa yang malas mencari ilmu. Lihatlah Jepang atau negara-negara Barat yang rajin membaca buku yang bermanfaat dan sudah menjadi budaya pada rakyatnya. Hidup mereka lebih sejahtera.  

Contoh kedua: orang yang pandai mensyukuri bantuan dari teman-temannya, atau dari siapa saja, ia akan mudah mendapat bantuan selanjutnya, tapi kalau ia tidak pandai mensyukuri, atau tidak pandai berterimakasih akan bantuan yang sudah diterimanya (bukan hanya berterimakasih dimulut saja) maka ia tidak akan dapat pertolongan lagi. Hidupnya akan susah lagi. Bukan Allah yang menghendaki, tapi ia sendiri yang tidak pandai bersyukur.                

Orang-orang yang pandai, bersyukurlah karena mendapat rezeki dan kebahagian yang lebih banyak. Janji Allah tidak meleset sedikit pun! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usaha-usaha sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu. Kekayaannya digunakannya di jalan Allah, sangat dermawan, pangasih penyayang, taat menjalankan ibadah. Semoga Allah mengolongkan kita kepada golongan orang-orang pandai bersyukur.   

“Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur kepada dirinya sendiri.” (QS 31: 12)

“Orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah berarti ia pandai pula bersyukur kepada manusia, begitu pula sebaliknya.” (HR Baihaqi).

4. Rezeki ke empat untuk orang2 beriman dan bertaqwa.

Allah berfirman, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(Jalan yang sukses ) (2) Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”  Qs.65:3

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan mereka sendiri.”  QS.(7): 96.

Jadi rezeki yang ke empat ini amat istimewa, tidak semua orang yang boleh menerimanya, kecuali orang orang yang betul betul bertaqwa kepada Allah swt.

Tanda orang bertaqwa adalah; Berakhlaq mulia dan sukses hidupnya di bumi ini.

Coba introspeksi macam mana taqwa kita baru kepada Allah? Sudahkah kita ketingkat orang yang bertaqwa seperti diatas?

Abuya Ashaari at Tamimi dari Arqam adalah seorang yang sukses dalam berwira usaha, beliau mempunyai bermacam macam bidang usaha, baik di Malaysia maupun di luar negeri. Begitu pula seorang ulama Indonesia Aa Gym dari DT.

Beliau mengatakan bahwa makin kita kenal dan takut akan Allah dan mencintai Allah, artinya makin bertaqwa maka Allah akan bantu. Rezeki Allah akan tambah dari sumber yang tidak diduga. Jadi orang bertaqwa rezekinya banyak dan mudah. Kalau sedikit rezeki pertanda ia kurang bertaqwa kepada Allah swt demikian beliau menjelaskan.Buah dari iman dan taqwa itu adalah rezeki2 yang banyak dari ALLAH sebagai hadiyah dari Raja di bumi ini.

Demikianlah Allah mengatakan dalam Al Quran.

Janji Allah tidak pernah meleset dan selalu tepat.

Abuya sangat yakin sekali akan ayat Allah ini, ia sukses besar dalam berusaha.

Simpulan:

1. Rezeki yang terendah adalah rezeki orang2 tidak berilmu ,seperti manusia hutan.

Hidupnya hanya untuk makan saja sehari hari.

2. Rezeki tingkat kedua adalah rezeki yang mengandalkan kekuatan tenaga. Rezekinya sesuai dengan lama mereka bekerja. Makin lama dia bekerja makin banyak rezekinya.

3. Rezeki orang2 yang berilmu. Dia pandai mensyukuri pemberian ALLAH seperti akal digunakan nya mencari ilmu, dengan ilmu dia bisa mengolah bahan2 baku menjadi barang2 bermanfaat seperti orang2 Japan.

4. Rezeki yang paling tinggi yaitu rezeki orang2 beriman kepada ALLAH dan menjalankan perintah ALLAH dengan sempurna.  Setiap usaha2nya di bantu dan dirahmati oleh ALLAH. Rezekinya datang dari bermacam usaha2nya.

Sumber:  
Googling, dengan kata kunci “4 macam rezeki”

Karunia Allah di Bulan Mulia

Tiga tahun yang lalu, saya terinspirasi oleh seorang penghafal Al Quran muda.  Setelah perkenalan mengesankan itu, dengan malu-malu saya mohon kepada Allah agar pantas atau ditolong Allah agar menjadi pantas memiliki keturunan yang hafal Al Quran. Malu tapi mau.  Malu krn teringat dosa-maksiat, apa iya kami pantas punya keturunan hafidz/hafidzhoh?  MAU krn Allah Maha Pengampun Maha Pengasih Maha Penyayang.   Mau krn terinspirasi oleh Keluarga Ali-Imran yang biasa-biasa saja, bukan golongan Nabi, tapi namanya disematkan oleh Allah di dalam Al Quran, dan Allah karuniakan keturunan baik, Maryam – ibunda ‘Isa ‘alaihissalam.   Mau krn berharap jannah / surga-Nya.  Mau krn ingin kelak setelah kami wafat, ada keturunan yang sholeh yang mendoakan kami dan perbuatan-perbuatan baik mereka pahalanya menjadi wasilah keselamatan kami dari siksa kubur.  Lebih banyak alasan Mau-nya dari pada Malu-nya.   Lalu kami putuskan, yang penting usaha dulu lah.

Kami ngobrol banyak dengan anak-anak, harapan kami untuk memilihkan sekolah dan lingkungan orang-orang sholeh. Ketika itu mereka masih esde.  Si sulung mantap memilih lanjut ke sekolah negeri, dengan komitmen, panggil guru privat baca Al Quran di rumah, dan di sekolah aktif eksul Rohis.  Sedangkan sang adik antusias lanjut ke sekolah asrama, pesantren. 

Saya bersyukur melihat tanggung jawab mereka atas pilihan-pilihan tersebut.  Meskipun harus meninggalkan pekerjaan yang saya cintai, demi menyediakan waktu ketika mereka membutuhkan bantuan saya, anter jemput temenin ke sana kemari.  Saya bahagia.

Peluh, air mata, tawa, kekonyolan, tantangan dan kejutan, mewarnai perjalanan kami. Kakak menghadapi  kurtilas, kurikulum 2013 yang membuatnya harus belajar hingga termehek-mehek, kadang saya suapin makan krn nggak tega lihat sibuknya menyelesaikan tugas sekolah.  Adik juga menghadapi tantangan yang sama beratnya, sebagai lulusan sekolah dasar negeri, yang boro-boro bisa bahasa Arab, ketrampilan baca Quran aja so-marginal, harus menyesuaikan diri di sekolah dua bahasa dan target hafalan Quran minimal 2,5 juz per semester.

Dukungan saya apa?
Doa, sudah pasti yang utama. Kedua, menyediakan waktu. Ketiga, ini juga pentiiing banget, mengurangi omelan.. hehehe.  Fokus keunggulan mereka, fokus harapan mereka, dan fokus harapan terbaik, harapan kita bersama.  Tidak mudah.  Kadang ya ngomel juga. Kalo liat roman mereka bete, baik-baikin dan jelaskan harapan kita. Peluk, bilang “i love you.”   Ketika melihat pencapaian sekecil apapun, antusias bilang “terima kasih, ibu bahagia, ibu bangga padamu Nak.”

Alhamdulillah bulan Ramadhan ini, Allah Baiiikk Banget. …. Jumat pagi terima rapot Kakak, sama sekali nggak nyangka dan memang nggak pernah berharap, Alhamdulillah rangking dua, nilai B cuma 3 mata pelajaran, lainnya A dan A+  padahal aktif banget eksul Rohis, ikut Olimpiade Halal MUI, panitia acara ini itu,  sholat fardhu dan sunnahnya terjaga, baca Quran dan sedekah juga tiap hari, masyaaAllah…. #tisumanatisu

Esoknya, sabtu pagi, di Gedung Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong, dibikin nangis lebih lebay lagi…
✅ Adik. Lulus SMP.
✅ Hafidzhoh 30 Juz
✅ Predikat nilai: Mumtaz. … istimewa.
✅ meraih Penghargaan.  Terbaik di bidang Pembinaan.
✅ terima Piala Santri Teladan.

Ini semua terjadi semata-mata hanya karunia Allah saja.

Allah melimpahkan karunia ini, bukan tanpa maksud.  Kami belum tahu apa.  Harapan kami tetap sama.  Semoga sukses di dunia, dan kelak di akherat meraih rahmat Allah pantas masuk surga sekeluarga. 

Semoga Allah berikan nikmat istiqomah menjaga hafalan kalian, para hafidzh dan hafidzhoh, mempertajam pemahaman kalian, mengamalkan isi kandungannya, mengajarkannya ke seluruh penjuru dunia, dan menginspirasi tunas-tunas muslim muslimah lainnya menyusul jejak kalian.

Semoga kami-orangtuanya, kakaknya, dan seluruh keluarga muslim, memperoleh nikmat taufiq dan kekuatan mempelajari dan menghafalkan Al Quran. … Aamiin.

Ar Rozzaaq

Kajian tentang Ar Rozzaaq (Maha Pemberi Rezeki) kemarin pagi di AQL Center, oleh ustadz Bachtiar Natsir, beliau sharing… dari literatur2 yg beliau pelajari…. org2 yg sdh wafat, di dlm kubur memohon kpd Allah agar dipinjamkan waktu kembali hidup agar bisa lebih banyak beramal-shalih. Tapi tidak bisa.

Nah… mumpung kita masih ada sisa umur, mumpung msh dikasih kesempatan ketemu Ramadhan, yuuk manfaatkan semaksimal yg kita mampu utk mengisi bekal dunia dan akhirat juga.  󾌵

Syarat sukses, memang harus berani kerja professional. Tapi kerja keras saja ternyata bukan jaminan kesuksesan. Apalagi kalau sampai, meninggalkan solat, tidak sempat membaca Al Quran, demi target penghasilan. Banyak mau, banyak keinginan, banyak angan-angan, jadi hidup hanya kerja – kerja – kerja. Ini mindset masyarakat ekonomi lemah, kata Ustadz Bachtiar Natsir.

Padahal, siapakah yang memberi rezeki?  Siapakah yang mengijinkan kita berhasil meraih keinginan dan harapan kita?  Siapakah yang sesungguhnya mampu mewujudkan impian kita jadi kenyataan?

Agar hidup berubah lebih baik. Perlu perubahan mindset, pola pikir, sikap mental. Hidup tak hanya kerja dari pagi sampai pagi demi mengejar omset / kenaikan gaji. Tapi juga perlu makanan jiwa, kebahagiaan, dan tambahan bekal akhirat.

image

Buat kita para pekerja keras, yang punya banyak kebutuhan dan merasa rezekinya agak seret, atau rezeki banyak tapi masalah tambah banyak dan utang juga lebih banyak dari pada penghasilan…. Ustadz Bachtiar Natsir memberikan tips tips praktis….

1. memulai hari dengan dzikrullah, membaca Al Quran, dan bersedekah.

2. Perbaiki kualitas solat wajib. Bagi laki-laki wajib solat fardhu di masjid.  Tambahkan dgn solat-sholat sunnah,  dhuha 4 rokaat,  solat sunnah taubat dan tahajjud di akhir malam.

3.  Dzikrullah. Istighfar 100x sehari. Dzikir tiap selesai solat, tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, tahlil.  Dzikir pagi.  Dzikr petang.

4.  Jalin silaturahim dgn orang2 baik.
5.  Niatkan dlm hati, klo dpt rezeki lebih banyak, tekadkan buat bayar lunas hutang dan bersedekah lebih banyak lagi.

6. Berdoa kpd Allah, agar diberikan kenikmatan beribadah, berdiri lama, ruku lebih lama, sujud lebih lama, sholat lebih khusyu,  baca Quran lebih nikmat, dsb.

7. Jaga pola arus kehalalan rezeki, krn kelak akan dihisab /  dipertanggungjawabkan  dari mana dan untuk apa.

Menurut beliau, kalau mau hidup lebih baik, amalkan tips tips ini tiap hari berturut-turut. Niatnya karena Allah…
󾌵

Ada seorang pengusaha sawit yang melihat kebunnya mulai kekeringan, seperti akan terjadi batal panen… Beliau menelpon sahabatnya yang orang ‘alim.  Lalu bersama – sama sahabatnya itu , mereka berkeliling mengunjungi rumah-rumah penduduk sekitar , berbagi sembako  (berinfaq). Lalu mengajak seluruh masyarakat sekitat perkebunan itu, datang ke lapangan , sholat istisqo, minta hujan.  Dua hari setelahnya, turun hujan, hanya di sekitat  pemukiman penduduk dan perkebunan.

image

Ayat ini juga solusi bagi masalah krisis ekonomi dunia.

Tips bagi pasangan suami istri yang sedang dalam upaya menyelamatkan pernikahannya:

1. Tips bagi suami, pangkal setiap masalah rumahtangga ada pada suami. Bertaubatlah kepada Allah. Jika masih cinta, maka terimalah istrimu dan maafkanlah semua kesalahannya.

2. Tips bagi istri, jangan kikir memaafkan. Bertaubatlah kepada Allah. Jika masih cinta, jangan mengungkit kesalahan masa lalu. Maafkanlah dan terimalah.

Siapa yang ingat syair ini, di film Cinderella Indonesia, 
“Kerja-kerja.. mari kita kerja.. gunting jahit, jadilah gaun.. gaun indah menarik.. untuk putri yang cantik..”

Yuk, awali hari dengan Dzikrullah, baca Al Quran, dan bersedekah. Hingga Allah ridho, dan menurunkan bala tentara-Nya, malaikat-malaikat-Nya menolong menyelesaikan urusan kita dan Allah cukupi segala kebutuhan kita. 

*cuplikan catatan dari Kajian Asmaul Husna – Ar Rozzaaq – di AQL Center. Tebet.

Barokah itu…

Barokah adalah kata yang amat sangat diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam kehidupannya.

Barokah, bukan hanya cukup dan mencukupi saja, tapi barokah ialah, ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik dalam keadaan berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu :
“albarokatu tuziidukum fii thoah” ~ barokah menambah taatmu kepada Allah.

Hidup yang barokah BUKAN hanya sehat, namun terkadang sakit itu justru barokah…
Sebagaimana Nabi Ayyub ‘alaihissalam, sakitnya menambah ketaatannya kepada Allah.

Barokah itu juga tidak selalu panjang umur, ada yg umurnya pendek tapi dahsyat ketaatannya layaknya Mus’ab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah.. Karena tanah yg tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah, tiada tandingannya.

Makanan barokah itu bukan yg hanya komposisi gizinya lengkap.. Tetapi makanan itu halal dan baik serta mampu mendorong si pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Dan Ilmu yang barokah itu bukan yg banyak riwayat dan catatan kakinya.. Tetapi ilmu yang barokah adalah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya.. di dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.

Penghasilan yang barokah juga bukan gaji yang besar dan bonus yang bertambah.. Tetapi sejauh mana ia bisa menjadi jalan rizqi bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengab penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah yang saat kecil mereka lucu, imut, penurut, atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan & jabatan hebat…
Namun, anak-anak yang barokah ialah yang senantiasa takut dan taat kepada Rabb-Nya, dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih-shalihah dan tak henti-hentinya mendo’akan kedua orangtuanya.

Semoga kita semakin semangat memahami hakikat kehidupan yang sebenarnya dgn senantiasa memohon keberkahan pada-Nya.

*disalin ulang dari postingan Bunda Retty, grup ODOJ 951. Senin 15 Juni 2015. Semoga menjadi inspirasi, yang barokah. Aamiiin.

Tips mengatasi kejenuhan

Mungkin suatu ketika pernah mengalami yang namanya jenuh atau bosan, pada saat itu Anda bahkan seperti orang yang bingung mau mengerjakan apa? atau Anda kelihatan sibuk, tapi tidak ada satu pekerjaan yang selesai.

Jenuh Karena Kegiatan Kuliah
atau
Jenuh Karena Rutinitas Anda Di Pekerjaan
atau
Jenuh Karena Rutinitas Anda Di Rumah
Atau
Bahkan Jenuh Dengan Semua Hal Yang Anda Temukan

Saya sendiri pernah mengalami apa yang anda rasakan mulai dari jenuh kuliah bahkan saya sempat jenuh dengan kehidupan saya sendiri. Timbulnya kejenuhan disebabkan karena :
1. Rutinitas : kejenuhan itu timbul karna kita melakukan hal atau rutinitas yang sama ( tidak Berubah ) dan selalu terulang – ulang. Contoh : anda mempunyai jadwal kuliah dari jam 8.00 hingga jam 5.00 sore , dan jika hal itu menjadi rutinitas anda sehari-hari maka anda akan mengalami kejenuhan, meski matakuliah anda di hari lainnya berbeda-beda.

2. Beban fikiran : Beban fikiran yang selalu anda bawa setelah menyelesaikan rutinitas. Contoh : seorang mahasiswi/a seusai kuliah mereka dibebankan dengan tugas yang harus mereka kerjakan. Atau pekerja ( karyawan/buruh ) selesai mereka berkerja mereka dibebani dengan fikiran pekerjaan dan keluarga seperti bagai mana keadaan anaknya saat ini, mau masak apa nanti dirumah, dll.

3. lingkungan : lingkungan dimana tempat anda tinggal dapat mempengaruhi tingkat kejenuhan anda contoh : Lingkungan yang tidak bersahabat ( anda tidak mempunyai teman atau pun tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat ). Lingkungan rumah anda yang slalu berantakan, orang tua tidak pernah akur dll.

4. Kondisi fisik ( kesehatan anda) : Kondisi fisik pun dapat berperan meningkatan tingkat kejenuhan anda. Karena kondisi fisik dapat membuat emosi kita tidak stabil. Mungkin jika anda sakit gigi/sakit kepala anda akan lebih sering memarahi orang terdekat anda atau orang yang menurut anda telah mengganggu anda. Contoh lain : jika kondisi fisik anda tidak stabil seperti lemas-lemas ataupun kurang tidur, hal tersebut akan menimbulkan kejenuhan pada diri anda.

Ingat!! Kejenuhan Dapat Mempengaruhi Semangat Anda Dalam Bekerja, Belajar Dan Berkarya. Jika Anda Membiarkan Kejenuhan Datang Pada Diri Anda Berarti Anda Telah Mengisi Hari Anda Dengan Penuh Kekosongan.

Pada kenyataannya masih ada orang yang sering melakukan rutinitas seperti anda, tetapi mereka tidak pernah merasakan kejenuhan. Pasti Anda bertanya-tanya: bagaimana caranya untuk mengatasi kejenuhan diatas bukan?

Sekarang saya akan memberikan tips menghilangkan kejenuhan berdasarkan pengalaman dilapangan (cara Mengatasi Rasa Bosan atau Jenuh):
1. Mulailah memikirkan sesuatu yang bersifat fun (menghibur). Mungkin salah satu teman anda pernah melakukan lelucon atau hiburan pada anda. Atau pun mengingat hal terkonyol yang pernah anda lakukan. Ingat jangan pernah memikirkan masalalu yang menurut anda menyedihkan!!

2. Ciptakan pemandangan yang berbeda di tempat kerja anda. Jika anda seorang pekerja kantoran mungkin anda bisa memasang foto anak anda. Atau pun mengganti lukisan yang ada dalam kantor anda. Jika anda seorang mahasiswa anda bisa memasang foto-foto teman anda foto sewaktu anda kecil atau pun foto kekasih anda pada folder yang selalu anda bawa.

3. Kenali lingkungan anda. Jangan terlalu menjadi pendiam atau pun kurang bergaul. Dan jangan pernah memilih teman. Siapa saja yang anda kenal akan menjadi warna dalam hidup anda. Kenali dosen teman sekelas, teman kerja, ibu kantin dll.

4. Mulailah membuat lingkungan anda menjadi menarik. Anda bisa mencari teman untuk saling berbagi cerita, dan saling berbagi pendapat tentang pekerjaan anda atau pun pengalaman yang menarik.

5. Lakukan gerakan-gerakan kecil yang dapat menimbulkan irama sambil bernyanyi di dalam hati. Contohnya menggetukan jari-jari anda diatas meja, menggerakan telapak kaki anda dll, sehingga mengeluarkan irama ketukanyang halus. Memang terdengar konyol akan tetapi gerakan dan irama tersebut dapat membuat anda lebih rileks dan nyaman.

6. Buatlah penampilan anda berbeda dari sebelumnya menjadi lebih baik.
Mengganti pakaian yang berbeda dari minggu-minggu sebelumnya. Merubah gaya rambut anda. Memakai pernak-pernik yang berbeda. Sehingga membuat penampilan anda lebih menarik dan menawan.

7. gunakanlah property yang berada disekitar anda untuk dijadikan mainan bagi anda. Mungkin disekitar anda terdapat alat tulis yang dapat anda putar-putar dengan jari anda. Atau sebuah kertas yang bisa anda lipat menjadi sebuah pesawat kertas. Menggambar dengan menggunakan alat tulis yang ada di sekitar anda.

8. Sesekali manfaat kan waktu istirahat ataupun waktu luang anda untuk melakukan kegiatan yang bersifatnya refreshing. Seperti bermain dengan balita, jalan-jalan dll

9. Hindari lingkungan yang tidak bersahabat. Ataupun lingkungan yang selalu membuat anda tidak nyaman.

10. Berfikir positif terhadap apapun yang terjadi seperti dimarahi dosen, dimarahi atasan, dll itu adalah wujud kepedulian mereka terhadap anda

11. Jaga stamina tubuh anda sebelum melakukan rutinitas. Anda bisa mengkunsumsi suplemen penambah stamina, makan-makanan yang begizi, dll.

Semoga tips untuk mengatasi rasa bosan atau jenuh dapat bermnafaat. Semua tips diatas tidak akan terlaksana jika tidak ada NIAT dalam diri kita untuk menghilangkan kejenuhan tersebut. Selamat mencoba.

Sumber:

https://m.facebook.com/permalink.php?story_fbid=335640473188877&id=177903475629245&stream_ref=5

Nasehat Dari Seorang Penghafal Quran

Ustadz Deden M. Makhyaruddin berbagi pengalaman asiknya menghafal Al Qur’an saat kajian di AQL islamic center Tebet Jakarta Selatan, Sabtu (16/5).

Berawal dari rindunya mempunyai sahabat sejati, beliau berniat untuk menghafal al Qur’an seraya berdoa “Allahummaj’alil qur’ana lana fiddun ya qoriina” (Ya Allah, jadikanlah Qur’an bagiku sahabat sejati).

Tak lama kemudian, dengan mudahnya beliau dekat dan menghafal Qur’an dalam waktu 56 hari.

Awalnya Beliau tidak berniat ikut lomba tahfidz. Tapi setelah mengetahui tidak ada orang Indonesia yang pernah juara tahfidz internasional, beliau berniat untuk maju.

Menurut Ustadz Deden sebenarnya tujuan menghafal Qur’an itu dekat dengan Allah, bukan berapa hafalannya atau berapa lama waktunya. Kalau menghafal Al Qur’an dengan didasari iman dan keyakinan yang kuat maka hasilnya JELAS.

“Menghafal Al Qur’an itu tidak mudah, tapi dimudahkan oleh Allah. Ada unsur di luar kita yang memudahkan yaitu Allah.” tuturnya.

Yang paling penting dari membaca, menghafal dan memahami Bahasa Arab adalah mencintai Al Qur’an. Sebelum menghafal Qur’an tahsinnya harus bagus dulu, hafalan akan semakin mudah jika tajwidnya benar.

Selanjutnya Ustadz Deden berbagi tips menghafal Al Qur’an . Menghafal Quran dengan mengejar target dan tanpa tajwid itu terburu-buru. Mengejar setoran itu juga teburu-terburu sehingga tidak merasakan kenyamanan dalam menghafal.

Hafal Al Qur’an adalah penutup dari rangkaian ilmu-ilmu. Penutup setelah melalui tahapan membaca, memahami dan mengamalkan.

Menghafal Al Qur’an dimulai dengan niat yang ikhlas. Menghafal dengan 1 mushaf yang sama. Menjaga pandangan dan sedikit berbicara. Sebelumnya beriman dulu baru menghafal.

Kalau dalam menghafal nggak asik (merasa bete dan futur atau tidak bersemangat) berarti belum cinta Quran.
Menghafal Qur’an tanpa terasa. Nikmati menghafal Quran bukan karena banyaknya ayat, tapi karena kualitas atau perjuangan.

Menghafal Al Quran yang nikmat adalah menghafal dengan metode argo taksi. Ketika macet (ayatnya susah dihafal) menghafalnya menghitung menit (paling sedikit 1 jam sehari untuk orang yang sibuk). Ketika lancar menghitung kilometernya (ayatnya).

Orang yang menghafal Al Quran harus berpacu pada waktu dan durasi agar bisa istiqomah. PRINSIP dalam menghafal Al Qur’an, selesaikan waktunya bukan ayatnya . Yaitu hanya 1 jam.

Orang yang menghafal Qur’an tidak dengan waktu itu berarti “Tidak Isqtiqomah!”

Dalam 24 jam harus ada waktu dengan Qur’an. Tilawah 1 jam, murojaah 1 jam dan menghafal 1 jam.
Qiyamulail adalah waktu yang tepat untuk murojaah. Tidur yang berkualitas adalah tidur yang lebih sedikit dari qiyamulailnya.

Kalau kita malas menghafal/bosan maka ketahuilah bahwa kita belum sungguh-sungguh dan belum memulai menghafal.
Jika Al Qur’an ada di dalam diri seseorang, tidak mungkin orang itu akan berbuat sesuatu yang menghinakan dirinya sendiri.