Menyikapi Kesuksesan Orang Lain Secara Positif

Sudah baca sharing saya tentang Kisah Suksesnya ibu Fifi Proklawati Jubilea Mamahnya Ben, kah?

yang ini. …..

Klik di sini.

.

Menurut saya… ini Super Keren.

Kerennya dimana?
Punya banyak sekolahan.
Mencerdaskan anak bangsa.

Kebayang, gak…. Kerennya tabungan ilmu jariyah ibu inii dan Tim – nya… ?

Kesuksesan yang Gak cuma buat kesenangan diri sendiri. Gak cuma cerita tentang jalan-jalan keliling dunia… Doang.

Tapi hasilnyaaa…..
Anak² yang melek huruf hijaiyah, mengenal Rabb-nya, berlatih amalan-amalan shalih sederhana, tahu hukum agama, dan melek ilmu dunia.

Semoga Allah meridhoi beliau dan Tim-nya, aamiin..

.

Saya terinspirasi untuk menginspirasi anak-anak dan orangtua, maka saya share di beberapa wa group, buat jadi tambahan inspirasi ajaa.

Eh tapinya mosok, ada yang nyolot… “Kayak ketemu sales penjual mimpi, tanpa solusi.”

Jiaah…..

Please, dehh….
Kalo baca kisah sukses orang lain yang keberhasilannya lebih dari kita, lebih hebat kebermanfaatannya, belajarlah lapang dada.. legowo…. setidaknya tahan diri lahh, kuasai diri dari hasad, su-udzhon, julid.

Semua profesi, yang sudah berada di puncak sukses, itu berawal dari MIMPI …. dan pastii pernah melalui jalan berliku, tantangan, kekecewaan, tapiii.. mereka nggak lebay meratapinya.

Mereka punya sikap mental positif menjalani prosesnya. Api semangat mungkin pernah agak meredup. Tapi tidak pernah benar-benar padam. Karena IMPIAN itu bahan bakarnya.

Benar, orang yang bermimpi besar itu, belum tentu berhasil meraih impiannya. Apalagi yang tidak berani bermimpi?

.

.

Ketika sudah bisa menguasai diri dari panyakit Hasad (iri, dengki) atas ni’mat kesuksesan yang Allah ijinkan kepada orang lain, kita akan bisa melihat sisi positifnya, mengambil hikmahnya. Kemudian kita jadi ingiin mendoakannya, semoga kesuksesannya, diridhoi Allah, diberkahi Allah dengan kebaikan dunia akhirat.

Bukankah seorang mu’min yang diam-diam mendoakan saudaranya, maka malaikat mengaminkannya “dan bagimu” juga?

Advertisements

Memotivasi Anak Masuk Pesantren?

Banyak terima pertanyaan-pertanyaan,
1. anakmu masuk pesantren maunya sendiri atau disuruh?
2. gimana awalnya, sampek mau di pesantren?
3. gimana cara memotivasi anak mau mondok?
4. cocok nggak yaaa dengan tipe karakter anakku?

dan sebagainya, yang intinya sama.

Sharing pengalaman pribadi….

Sejak punya balita, saya sudah mulai mikir gimana caranya memperkenalkan pesantren ke anak-anak.

Cari teman-teman yang pernah mondok…. ngobrol…. galii suasana belajar di ponpes, enak ngga enaknya.

Lanjutkan membaca, klik di sini
Continue reading

Gagal SBMPTN bukan kiamat.

Di bawah ini ada kisah suksesnya ibu Fifi Proklawati Jubilea, founder / owner JISC. Jakarta Islamic School.

.

Saya dulu gak lulus SBMPTN
Anak anak saya juga gak ada yang lulus SBMPTN
Saya gak pede untuk mendaftarkan diri , jadi saya daftar di Trisakti , cuma sekali dan langsung ditrima . Dan karena saya waktu itu malas belajar jadi saya hanya dapat rangking IV , biayanya 7,5 juta .

Waktu itu ayah saya dapat bonus , sebagai pegawai negeri zaman itu , uang itu besar banget . Jadi saya nyesal gak belajar , coba kalau saya belajar siapa tahu dapat ranking 2 atau 3, maka bonus ayah saya masih tersisa untuk adik adik saya .
Tapi ayah saya hanya bilang ” Ini rezeqi kamu , pas 7,5 juta ” . Dengan berlinang airmata aku cium tangan ayah yang coklat keriput dan aku berjanji dalam hati gak akan minta apa apa lagi pada ayahku . Ayah juga gak tanya dan gak minta aku masuk PTN . Mungkin ayah tahu aku gak secerdas tetangga sebelah atau kakakku . Di situ aku melihat , ayah sangat bijaksana .

Saya kemudian baru ngeh betapa pentingnya ikut UMPTN ( dulu namanya gitu ) ketika teman saya di Trisakti lompat lompat di kantin karena dia di terima di UI pada tahun berikutnya . Dan katanya gratis .

Lalu , waktupun berlalu , dan saya punya anak yang usianya cukup untuk daftar UMPTN tapi saya gak daftarkan bahkan gak ingat bahkan gak engeh , masing masing malah sibuk daftar di Curtin n Cambridge . Mungkin karena SMU nya di sana bukan di Indo . Jadi euphoria di terima di SMBPTN tidak ada dalam keluarga kami ., Baru engeh ketika buka Facebook . Baru sadar ketika buka sekolah SMU , ternyata bangga bila ada anak didik yang ditrima . Berarti anak kita pinter .

Tapi saya gak pernah menyesali kuliah di Trisakti , dari situ saya naksir cowok dan cowoknya ikutan Pesantren Kilat , saya ngikutin dia kemudian saya jadi faham agama dan kemudian cowok itu jadi gak menarik lagi buat saya , malah kemudian saya menikah dengan seseorang yang tak terduga dari Trisakti juga , lalu saya ikut beliau ke Australia , disana saya sempat aktive ngajar anak anak di Islamic centre dan kemudian suami kerja di Malaysia dan anak anak saya sekolah di Malaysia dan saya jadi guru di Malaysia lalu saya pulang ke Indonesia dan bikin sekolah ‘ ala ala Malaysia dan Singapura campur campur dengan Australia .

Dan Alhamdulillah saya sekarang punya sekolah fullday 3 TK , 3 SD , 2 SMP n 1 SMU plus boarding school 1 SMP n 1 SMU , total 11 sekolah dengan 425 pegawai yang beberapa diantaranya katanya pernah ikut SBMPTN ( dulu UMPTN ) .

Saya rasa , tak dapat SMBPTN tak apa apa , kita gak tahu rezeqi kita kemudian ada di mana , tak mesti tak lulus SBMPTNmaka masa depan kita kurang bagus .
Sekali lagi , bagi yang tak lulus SMPBTN tak apa apa , lulus alhamdulillah , gak lulus gak papa , masih banyak pathway menuju masa depan yang lebih baik . Keberhasilan itu bisa didapat dari mana saja ..

” Jamgan sedih yaa nak .. ” ~ bilang mama , masuk swasta aja kayak tante Fifi .
Udah tua bisa ke Singapore dan makan chese cake pagi pagi ~ asyik asyik tanpa korupsi .. ^^ .

# Mari makan Hokaido cheesecake
.
.

Saya share di blog ini karena berempati pada anak-anak yang belum beruntung lulus PTN, kalo masih ada peluang beasiswa, kejar lahh Nak…. kalo mau ngulang SBMPTN tahun depan, lakukan persiapan 3x lebih baik dari tahun lalu….. atau kalo sikonnya memang sudah mentok, gelap, berdaganglah, atau cari kerjalah, atau lakukan apapun yg bermanfaat yang Allah ridho…..

.

Barakallahufik, ibu Fifi…. Proklawati Jubilea Mamahnya Ben.

Family Coaching

Emang gak pernah ngomelin anak Fi..?

Pernah lahh…. Namanya juga, emak.

Kapan?

Pertama, ketika mereka lalai dari tanggung jawab harian. Misalnya, lalai dari standar kebersihan diri, kamar pribadi, dan seluruh bagian rumah. Lalai dari disiplin meletakkan barang kembali ke tempatnya, manajemen tepat waktu, manner, attitude.

Kedua, ketika… tindakan mereka mulai nggak fokus, nggak selaras dengan cita-cita yg mereka pilih. Refreshing boleh-boleh ajaa. Tapi jangan sampai lalai dari tanggung jawab masa depan.

Tapi ketika saya lihat mereka sudah berjuang sungguh-sungguh, hasilnya tidak memenuhi harapan. Malah saya kasih hadiah. Jalan-jalan kemana, maksibar, nobar, dufan.

Kalo lagi bokek, pelukin ajaa. Puji-puji. Nobar di kamar ajaa, film² komedi. Ngobrolin yg lucu²……

Setelah mereka terlihat rileks, kita evaluasi bareng. What next. Mulai dari awal, sesuatu yang baru, atau target lama dengan rencana dan cara kerja yang berbeda.

Beda anak, beda karakter. Kakak, dari A sampai Z, semuanya dia yg memutuskan. Selalu siap dengan alasan-alasan kuat, jawaban untuk setiap pertanyaan kami, “Kenapa kamu pilih itu? Apa yg kamu harapkan? Bagaimana cara kamu ke sana?”

Adiknya, agak berbeda. Lebih santai tapi banyak maunya, hahaha. Kami dorong dia untuk riset lebih dalam, goal-target yg dia mau capai. Bagaimana caranya, perlu persiapan apa saja, tantangannya apa, bagaimana rencana kerjanya, dsb. Jadi kayak sidang skripsi, dia harus bolak balik revisi, sampai kami lihat dia mantap dengan pilihannya.

Cara ini sudah saya lakukan bahkan sejak mereka SD, sejak mereka punya pilihan ekskul. Tentu saja dengan bahasa dan gaya sesuai usia pemahamannya.

Inii ceritaku…. Mana ceritamu? 🙂

Peluang Sukses Selalu Ada Nak

Peluang Sukses Selalu Ada, Nak…

Saya ini “produk” gagal UMPTN (sekarang namanya SBMPTN). Sempat kepingin ikut ujian tahun berikutnya. Tapi akhirnya “nurut” saran orangtua. Kuliah di swasta jurusan teknologi informasi.

Padahal… Tahu gak, SMA saya jurusan Biologi…. Tapi hati saya pingin kuliah dimana? Sastra Perancis, wkwkw… Jauh.

Berkah nurut ortu. Sepekan lulus ujian S1, belum wisuda, saya sudah diterima bekerja di perusahaan Jepang (dulu namanya SANYO) sebagai Programmer tahun 1996 dengan gaji awal Rp 625.000,- lumayan besar untuk lulusan S1 cupu kayak saya jaman ituu.

Tahun berikutnya menikah. Setahun kemudian punya bayi. Tujuh tahun kemudian, loncat ke dunia marketing, manajemen, dan kecantikan. #uhuk

Alhamdulillah 8 tahun karir saya di marketing, bisa dibilang lumayan. Sempfet dapet reward jalan-jalan ke Yunani tahun 2008, nraktir bapak saya (Allohuyarham) umroh, ganti kendaraan, dan investasi properti.

Setelah anak-anak beranjak remaja, saya memutuskan menjadi stay-at-home-mom. Harapan saya bagaimana caranya punya keturunan yang Qurrota A’yun, sesuai dengan doa yg sering kami panjatkan (surat Al Furqan ayat 74).

Alhamdulillah, hingga cerita ini saya ketik, anak-anak kami dimudahkan oleh Allah meraih goal-target sesuai passionnya masing-masing. Yaaa, tantangan kegalauan kekecewaan, pasti ada dong. Saat itulah peran orangtua merangkul, memberi semangat, tambahan informasi dan masukan norma² positif.

Putri sulung saya konsisten di sekolah negeri, mulai SD, SMP, SMA hingga saat ini semester lima di FEMA, fakultas ekologi manusia, jurusan ilmu gizi, Institut Pertanian Bogor. Dua tahun lalu dia masuk jurusan tersebut lewat jalur SNMPTN. Alhamdulillah berkah dari banyak doa keluarga dan sahabat untuk si kakak. Terima kasiiih… Jazakumullahu khairan.

Sedangkan adiknya, tahun inii pede banget nolak ikutan SBMPTN karena keukeuh pingin fokus persiapan ke Syariah LIPIA Jakarta, Al Azhar Kairo Mesir, dan Maroko. …. Mohon doanya lagi, yaaa.. Semoga Allah beri yang Terbaik, aamiin.

Jadi….
.
.

Anak-anakku sayaang yang tahun ini belum berhasil masuk PTN pilihan…….

Kecewa… Wajar… Krn kamu sudah belajar keras….
Sedih? Boleh banget… manusiawi….
Tapi jangan kelamaan yaaah….

Berlian ituu… jadi kelihatan indah dan mahal setelah ….. direndam, diperas,
disaring, dipanaskan, ditempa, dipukul, dikerok, dipanaskan lagi, ditempa ulang, dikikis……

Sedangkan kalian?
Kalian lebih mahaaaall lagii dibandingkan berlian. Priceless. Tak ternilai harganya.

Apapun cita-cita mulia kalian, orangtua pastii akan dukung, mengusahakan dan mendoakan yang terbaik.

Kuliah dimana pun, atau pun qadarullah tidak kuliah pun…. Peluang jadi orang sukses itu selalu ada dan banyak pilihan jalannya…

Dimana ada kemauan, di sana ada jalan.
Bila belum ketemu jalan, maka buatlah jalan.
Mari jalan-jalan. #eh

Coba …. sekarang… tulis ulang Dream kalian, impian, cita-cita, berikut rencana-rencana kerjanya, mau ngapain dulu, minta bantuan siapa,, abis itu ngapain, abis itu belajar apaan lagi. Tempel di dinding kamar, di meja belajar, jadikan wallpaper laptop, sleep-mode henpon. Makin mudah terlihat makin sering tiap hari. Makin bagus…..
Coba merenung ulang, evaluasi, hal-hal apa saja yg perlu diperbaiki.

Bungkus semuanya dalam doa. Setiap hari. Lakukan apa saja yang bisa dilakukan semampu kalian. Sebaik-baiknya.

Pemain sepak bola yang jagoooo banget cetak Goll, itu latihannya nendang bola lebih dark seribu kali, sehari. Mereka lakukan setiap hari. Berminggu. Berbulan. Konsisten. Persisten.

Kesuksesan akan mendatangi orang-orang yang kenyang persiapan. So.. Are you ready?

Doa untuk kedua putriku

Bismillah walhamdulillah wash sholaatu wassalaamu ‘ala Rosulillah.  Segala puji bagi Engkau Ya Allah.  Rabb semesta alam.  Terima kasih atas segala karunia-Mu, pengampunan dan kasih sayang-Mu yang Maha Luas.  Terima kasih atas ni’mat iman, islam, ketaatan, kesehatan, pengabulan doa-doa kami.

Mohon ijin-Mu Ya Rabb.
Mohon kekuatan dan kemudahan dari-Mu…
Mohon petunjuk-Mu….
Kemana, putri-putri hamba melanjutkan pendidikannya?
Dimanakah tempat yang Engkau ridhoi, yang Engkau berkahi, yang terbaik bagi keselamatan aqidahnya, akhlaqnya, dunianya dan akhiratnya?

Hamba tidak mengetahui masa depan… 
Sedangkan Engkau Maha Mengetahui yang ghoib.

Wahai Dzat Yang Maha Hidup,
Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri,
Dengan rahmat-Mu … hamba mohon pertolongan…
Perbaikilah semua urusan kami dan janganlah Engkau serahkan kepada kami sekejap pun tanpa mendapatkan pertolongan-Mu.

Hamba mohon ampunan-Mu…
Hamba berserah diri kepada-Mu….

Allohumma sholli wa sallim ‘ala Rosulillah Muhammad shollallohu’alaihi wa sallam… Alhamdulillahi Rabbil’alamiin.

Hitam Putihku

Sayangnya … banyak muslim muslimah yang “membela” kelainan kaum sodom itu…

“Itu kan bukan kemauan mrk, mbk..”
Lantas, maunya apa?
Yang jelas doung, fithrahnya cewe atau cowo?  Maunya pelangi, gituh? Kesana bisa kesini bisa?  Hewan aja yang gak punya akal, tau kok, kawin itu ya sama beda jenis. Manusia dikasih akal buat berpikir, dipake nggak tuh?

“Mrk ngrasa sakit mbk,”

Trs, nggak kepingin sembuh?
Klo emang jujur pingin sembuh, BEROBAT dooung. Berobat yang beneerrr. Jangan sakit mata minumnya obat diare.  Cari dokter dan pembimbing ruhani. Konsultasi sampe sembuh tuntas.

“Mrk juga tersiksa loh mbk,”

Bagus klo tersiksa, itu artinya, fithrah mereka teriak menginginkan kebebasan tapi mereka sendiri tetap memenjarakannya. …. lNgomong2, semangat banget sih ngebelain tmn2mu yang cenderung sesama jenis?  Jangan2 udah ketularan yah?  #iiihh #jauh2ahh

“Apa hak mbak nuduh saya LGBT..?”

Hak saya ngasihtau yang beneerrr. …. klo kamu normal, Alhamdulillah. …. dan klo kamu sayang beneran sm tmn2mu itu, ajak doung mereka ke jalan yang direstui Tuhan, ajak menikmati kebahagiaan sejati.  Bukan malah belain mereka dengan 1001 pembenaran. Kamu senang liat hidup mereka terus tersesat? Bagaimana klo papa kamu yang tersesat? Bagaimana klo kakak/adikmu sendiri yang tersesat? Apa kamu biarkan? Bayangkan, bagaimana hancurnya perasaan orangtua yang mengetahui anaknya menjalani pilihan hidup, kawin dengan sesama jenis?

*chatting dengan salah seorang contact BBMku, yang ngakunya punya temen, satu kontrakan “begitu” semua..  saya putuskan meninggalkan debat kusir tsb.
Penyakit kaum sodom kekgitu, klo penderitanya udah diajak sembuh masih nyeleneh juga, dlm islam boleh kok, dibunuh. Krn jika dibiarkan berkembang, virus menular ini bisa merusak satu generasi. Fatal. Na’udzubillah min dzalik.

Pernikahan suci itu adalah yang direstui / dicintai Tuhan, yang salah satu tujuannya adalah berketurunan. Tuhan menciptakan diri kita dari benih laki-laki dan perempuan. Semua manusia diciptakan sesuai fitrahnya, laki-laki, atau perempuan. Tuhan kasih modal AKAL untuk berpikir, memilah yang baik dari yang buruk, memilih yang benar dari yang salah menurut standar-Nya.  Fithrahnya manusia, itu Suci, cenderung (menyukai) kebaikan dan kebenaran.

Lingkungan dan hawa nafsu, yang kemudian paling mempengaruhi fithrahnya, mempengaruhi kesehatan akalnya. Ibarat naik mobil yang wipernya macet atau rusak, ketika hujan deras, pandangan kita pasti akan terhalang. Bukan tidak ada jalan. Pengemudi yang sadar bila wipernya rusak, pasti akan segera bertindak, memperbaiki wipernya atau menyetel wiper baru, demi keselamatan perjalanannya.

Orang yang sadar akan gangguan pada fithrahnya, akan merasakan kegalauan, resah. Artinya, level gangguannya baru stadium awal. Akan lebih mudah diajak diskusi dan bertindak, memperbaiki keimanannya dan hijrah ke lingkungan baru demi menyelamatkan perjalanan hidupnya. Sedangkan pada gangguan di level stadium lanjut, golongan ini akan merasakan bahwa “ini nikmat karunia Tuhan” dan akan memberikan 1001 pembenaran atas Pilihannya itu. Cara menyikapi golongan ini, bila terjadi pada lingkungan dekat, peringatkan resikonya, dan.. Jauhi, karena virus laknat ini sangat cepat menular. Doakan saja dari jauh semoga hatinya terbuka dan memperoleh petunjuk keselamatan.

Keluarga dan masyarakat punya peran penting dalam pencegahan. Bekal utama adalah, keimanan utuh, perhatian dan kasih sayang.