Perpisahan itu ketika…

Kalimat indah dari Dr. ‘Aidh Al-Qarni:

نحن لا نملك تغییر الماضي

Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi.

و لا رسم المستقبل

Juga tidak bisa menggariskan masa depan.

فلماذا نقتل انفسنا حسرة

Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,

على شيئ لا نستطیع تغییره؟

Atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
الحیاه قصیرة كثيرة

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب

Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .

اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ

Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib… Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.

وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt.

نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة

Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali…Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير

Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana…Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, Atau karena ditinggal orang tercinta…Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته

Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

Aamiin.

*kiriman mak Fitri – Kormin F35. 
One Day One Juz.

Advertisements

Menyambut Lailatul Qadr

🌙 Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan 🌙
Oleh : Sheikh Tawfique Chowdhury.

(Tulisan asli dalam bahasa Inggris, berikut ini adalah terjemahan bebasnya…mohon maaf utk segala kekurangannya)

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan2 atau kegiatan2 yang diada2kan (bid’ah) oleh kelompok2 tertentu. Ikutilah sunnah nabi shalallaahu ‘alayhi wasallam. Tuntunan beliau adalah : “barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa2nya yang telah lalu akan diampuni.”

5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam ini : Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu’anni (ya Allah, engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isha dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini. Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : “alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini” dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau altifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?

14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA. Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna laylatal qadr.

(Diterjemahkan oleh : Ust Hilman Rosyad, Lc)

Kiamat Makin Dekat

Oleh:  Vienna Alifa.

Kemungkaran yang dilegalkan, kemaksiatan yang dianggap biasa, kefasikan yang menjadi-jadi, sebenarnya bukti bahwa akhir kehidupan dunia telah memasuki fasenya.

Meski periode kejahiliyahan itu berulang di tiap zaman, tapi semakin ke sini bobot dan efek kerusakannya berkali lipat parahnya.

Perilaku nista yang dilakoni kaum nabi Luth ‘alayhi salam, misalnya. Kalau dulu hanya menjangkiti satu kaum dan tak terekspos secara vulgar, kini menyebar tak terkendali. Ini karena kegiatan maksiat mereka mudah diakses lewat kemajuan teknologi. Maka tak heran jika akhirnya pendukung kebathilan semakin ramai dan begitu eksis.

Pada mereka, para pedakwah akan sulit bicara soal iman. Jangankan da’i, seorang Nabi saja berlepas tangan atas nasib mereka. Bukan karena tak peduli, melainkan segala nasihat serta arahan dibalas dengan cemohan hingga tuduhan keji akibat hawa nafsu yang dituhankan.

Berbagai dalih disertai teori ilmiah pun digelar demi “menormalkan” penyimpangan syahwat. Walau akhirnya semua berujung pada kegagalan dalam pembuktian (referensi: di kolom komen). Andai masih tersisa fitrah insani dalam diri mereka, tentu sedikit rasa malu yang bersemayam cukup jadi bukti bahwa perilaku tak wajar yang mereka sembunyikan dari pengetahuan orang lain itu layak disebut dosa.

Ya, bila masih ada yang menyimpan malu di dada, pertanda sang iman masih mungkin merekah kembali. Seperti sabda Nabi saw: “Malu adalah bagian dari keimanan.” (HR.Bukhari Muslim). Sebaliknya bagi yang terang-terangan bahkan berbangga atas kemaksiatannya, pesan Nabi saw singkat tapi ngenes, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR Bukhari). Pernyataan seperti ini semestinya membuat kita sedih sekaligus waspada. Sebab sebuah ungkapan pembiaran biasanya menyiratkan batas akhir toleransi antara penyeru dan yang diseru diikuti pelbagai konsekuensi di ujungnya. Seperti firman Allah ta’ala :

Al-Ĥijr:3 – “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”

Bersyukurlah bagi mereka yang masih punya rasa galau ketika berbuat keji. Artinya masih terbuka luas kesempatan untuk kembali kepada fithrah penciptaan Allah swt. Di mana hati cenderung untuk tunduk pada pencipta-Nya. Terlebih di bulan penuh maghfirah. Jangan tunda atau sia-kan lagi pertaubatan di setiap menit dari Ramadhan yang tersisa.

Kembali pada perkara akhir dunia, jangan terlampau terkejut dengan merajalelanya kemaksiatan di muka bumi. Karena semakin pendek usia alam raya, ia akan kian menggila. Hingga dalam sebuah hadits shahih yang panjang di kitab Riyadhus shalihin dikisahkan bahwa segala jenis kemaksiatan kelak menyelimuti bumi dalam level terparah dari yang pernah ada. Sementara itu orang-orang mukmin meski keimanannya hanya setipis kulit bawang dimatikan-Nya, sebagai bentuk kasih sayang Allah swt, agar mereka tidak merasakan dahsyatnya kengerian hari kiamat.

Maka sungguh di masa sekarang inilah penyeleksian dimulai. Kebathilan yang muncul dengan jumawa selalu punya pendukung yang yakin atas langkah mereka. Para penyokong Al-Haq pun senantiasa siap tampil berjuang mempersembahkan amal terbaik atas sebab keyakinannya.

Tinggal tetapkan diri kita, ingin berada di barisan mana jika ingin selamat ketika berita besar itu datang?

Sumber:
Status Facebook Vienna Alifa.