Menggedor pintu langit?

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
#selfmotivation

“JANGAN KETUK PINTU LANGIT, TAPI GEDOR YANG KUAT!”

Dari Rijalul Imam
Penulis buku “Quantum Bisnis King Sulaiman”, dirangkum oleh Catur Windusari.

“Jangan diketuk, tapi digedor”, kata guru bisnis saya

Rezeki kita ada di langit, bahkan segala yg dijanjikan berasal dari langit.

Silakan buka Al-Qur’an surat Angin Yang Menerbangkan (Adz-Dzariyat: 22)

(وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ)

“Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.”

Klo rezeki turun dari atas kira-kira dia turunnya netes atau turun deras?

Klo netes kecil-kecil itu karena kita mengetuknya. Tapi coba GEDOR yg kuat. InsyaAllah turun deras.

Gmn cara mengGEDOR langit?

Ada banyak jalan menggedor langit. Mau pilih jalan mana?

(وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ)
[Surat Adz-Dzariyat 7]

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan”

Cara biasa ketuk pintu langit caranya adalah dgn berdoa. Tapi klo mau gedor pintu langit caranya dgn amal-amalan unggulan.

Simak lanjutan ayat-ayat Adz-Dzariyat ini (17-21):
1. mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
2. dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
3. Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.
4.Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin,
5. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Contoh amalan unggulan:
Ayat 17 -> Solat Tahajud
Ayat 18 -> Perbanyak Istighfar
Ayat 19 -> Sedekah
Ayat 20 -> Menangkap potensi lingkungan.
Ayat 21 -> Memaksimalkan potensi diri.

Gimana cara Bilal sendalnya udah nyampai surga duluan?

Ketika Mi’raj ke langit Rasulullah saw heran kenapa ada sendal Bilal di surga? Pas dikonfirmasi, dijawab Bilal rajin jaga wudhu. Klo batal, wudhu lagi. Batal, ambil wudhu lagi. Dan tiap selesai wudhu beliau solat dua rakaat.

Amalan unggulan ini sifatnya sederhana tapi rutin. Bukan sekali atau sesekali diamalkan.

Jadi klo istighfar bukan sekali ucap, tapi terus berucap, saya salah saya minta ampun. Saya salah, saya minta ampun. Terus-terusan. 70-100 kali minimal sehari.

Klo tahajud, terus lakuin tiap malam.
Klo sedekah, terus lakuin tiap hari berbagi. Entah kecil atau besar. Tapi tiap hari.
Klo solat duha, terus lakuin tiap pagi.

Nah, gmn klo udah GEDOR?

Siap-siap tampung rezeki yg akan turun deras!!

Gmn caranya?

Adz-dzariyat 20-21: belajar meningkatkan kapasitas diri.

Kapasitas diri ini ibarat daya tampung. Jangan pernah bilang Allah pelit. Allah klo nurunin hujan, pasti berlimpah. Tapi masalahnya adalah daya tampung kita. Klo daya tampung kita segede gelas ya akhirnya rezeki yg kita dapat segede gelas aja. Tapi kok ada orang yang daya tampungnya segede danau? Nah itu masalah kapasitas diri. Kita harus upgrade kemampuan diri kita untuk terus meningkat. Dari daya tampung ratusan ribu rupiah jadi jutaan. Dari jutaan rupiah jadi milyaran. Belajarlah tema bisnis dan manajemen. Belajar dari lingkungan dan terus tingkatkan leadership diri kita pesan inti dari Adz-dzariyat 20-21.

Terakhir, siapakah yang kita gedor di langit itu?

Simak dgn seksama:

“Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.”
Adz-dzariyat: 23

Allah adalah Tuhan kita yg mengatur langit dan bumi. Maka hati-hati dgn proposal doa kita. Klo minta kecil Allah kasih sedikit. Tapi klo minta banyak dan lakukan amalan unggulan insyaAllah siap-siap menerima kejadian seperti yg kita ucapkan.

Ajukan proposal hidup yang terbaik dan GEDOR langit dengan amalan unggulan insyaAllah rezeki turun dengan melimpah..!!!

InsyaAllah..
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Advertisements

Menghadirkan *40 Niat Sekaligus* Dalam Tilawah Qur’an✅

Bismillah…

Jazakumullah khairan telah mengingatkan saya dgn Suplemen tambahan dari Syaikh Shalabi:

كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.

Banyak diantara saudara2 kita kaum muslimin, dia tidak membaca Al-Qur’an kecuali dengan maksud untuk mendapatkan pahala dan ganjaran dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur’an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur’an dengan niat tertentu, maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya.”(al-hadits).

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:

Al-Qur’an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang berilmu. Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yg dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur’an, diantaranya:

١ اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.

1. Saya membaca Al-Qur’an, demi mengetahui dan mengamalkan isinya.

اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله٢

2. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala.

٣. اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى

3. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan bermunajat kepada Allah.

.

Lanjutkan membaca, Klik di sini

Continue reading

Perpisahan itu ketika…

Kalimat indah dari Dr. ‘Aidh Al-Qarni:

نحن لا نملك تغییر الماضي

Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi.

و لا رسم المستقبل

Juga tidak bisa menggariskan masa depan.

فلماذا نقتل انفسنا حسرة

Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,

على شيئ لا نستطیع تغییره؟

Atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
الحیاه قصیرة كثيرة

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب

Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah .

اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ

Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib… Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.

وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية

Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah swt.

نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة

Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali…Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير

Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana…Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, Atau karena ditinggal orang tercinta…Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته

Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

Aamiin.

*kiriman mak Fitri – Kormin F35. 
One Day One Juz.

Menyambut Lailatul Qadr

🌙 Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan 🌙
Oleh : Sheikh Tawfique Chowdhury.

(Tulisan asli dalam bahasa Inggris, berikut ini adalah terjemahan bebasnya…mohon maaf utk segala kekurangannya)

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan2 atau kegiatan2 yang diada2kan (bid’ah) oleh kelompok2 tertentu. Ikutilah sunnah nabi shalallaahu ‘alayhi wasallam. Tuntunan beliau adalah : “barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa2nya yang telah lalu akan diampuni.”

5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam ini : Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu’anni (ya Allah, engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isha dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini. Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : “alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini” dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau altifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?

14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA. Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna laylatal qadr.

(Diterjemahkan oleh : Ust Hilman Rosyad, Lc)

Kiamat Makin Dekat

Oleh:  Vienna Alifa.

Kemungkaran yang dilegalkan, kemaksiatan yang dianggap biasa, kefasikan yang menjadi-jadi, sebenarnya bukti bahwa akhir kehidupan dunia telah memasuki fasenya.

Meski periode kejahiliyahan itu berulang di tiap zaman, tapi semakin ke sini bobot dan efek kerusakannya berkali lipat parahnya.

Perilaku nista yang dilakoni kaum nabi Luth ‘alayhi salam, misalnya. Kalau dulu hanya menjangkiti satu kaum dan tak terekspos secara vulgar, kini menyebar tak terkendali. Ini karena kegiatan maksiat mereka mudah diakses lewat kemajuan teknologi. Maka tak heran jika akhirnya pendukung kebathilan semakin ramai dan begitu eksis.

Pada mereka, para pedakwah akan sulit bicara soal iman. Jangankan da’i, seorang Nabi saja berlepas tangan atas nasib mereka. Bukan karena tak peduli, melainkan segala nasihat serta arahan dibalas dengan cemohan hingga tuduhan keji akibat hawa nafsu yang dituhankan.

Berbagai dalih disertai teori ilmiah pun digelar demi “menormalkan” penyimpangan syahwat. Walau akhirnya semua berujung pada kegagalan dalam pembuktian (referensi: di kolom komen). Andai masih tersisa fitrah insani dalam diri mereka, tentu sedikit rasa malu yang bersemayam cukup jadi bukti bahwa perilaku tak wajar yang mereka sembunyikan dari pengetahuan orang lain itu layak disebut dosa.

Ya, bila masih ada yang menyimpan malu di dada, pertanda sang iman masih mungkin merekah kembali. Seperti sabda Nabi saw: “Malu adalah bagian dari keimanan.” (HR.Bukhari Muslim). Sebaliknya bagi yang terang-terangan bahkan berbangga atas kemaksiatannya, pesan Nabi saw singkat tapi ngenes, “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR Bukhari). Pernyataan seperti ini semestinya membuat kita sedih sekaligus waspada. Sebab sebuah ungkapan pembiaran biasanya menyiratkan batas akhir toleransi antara penyeru dan yang diseru diikuti pelbagai konsekuensi di ujungnya. Seperti firman Allah ta’ala :

Al-Ĥijr:3 – “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”

Bersyukurlah bagi mereka yang masih punya rasa galau ketika berbuat keji. Artinya masih terbuka luas kesempatan untuk kembali kepada fithrah penciptaan Allah swt. Di mana hati cenderung untuk tunduk pada pencipta-Nya. Terlebih di bulan penuh maghfirah. Jangan tunda atau sia-kan lagi pertaubatan di setiap menit dari Ramadhan yang tersisa.

Kembali pada perkara akhir dunia, jangan terlampau terkejut dengan merajalelanya kemaksiatan di muka bumi. Karena semakin pendek usia alam raya, ia akan kian menggila. Hingga dalam sebuah hadits shahih yang panjang di kitab Riyadhus shalihin dikisahkan bahwa segala jenis kemaksiatan kelak menyelimuti bumi dalam level terparah dari yang pernah ada. Sementara itu orang-orang mukmin meski keimanannya hanya setipis kulit bawang dimatikan-Nya, sebagai bentuk kasih sayang Allah swt, agar mereka tidak merasakan dahsyatnya kengerian hari kiamat.

Maka sungguh di masa sekarang inilah penyeleksian dimulai. Kebathilan yang muncul dengan jumawa selalu punya pendukung yang yakin atas langkah mereka. Para penyokong Al-Haq pun senantiasa siap tampil berjuang mempersembahkan amal terbaik atas sebab keyakinannya.

Tinggal tetapkan diri kita, ingin berada di barisan mana jika ingin selamat ketika berita besar itu datang?

Sumber:
Status Facebook Vienna Alifa.

Tips Menghafal Ustadz Deden

8 HAL AGAR MENGHAFAL AL-QUR’AN TERASA NIKMAT

Berikut ini adalah 8 hal yg insya Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an.

Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan.

Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau. “Ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??” “SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai. Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “Targetnya ustadz???” “Targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden. “mm.. kalo pencapaiannya ustadz???” Ibu itu terus bertanya. “pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden. menggelitik, tapi sarat makna.

Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”…(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam perhari khusus untuk qur’an.

Kapanpun itu, yg penting durasi 1 jam)
Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.

1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL.

Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda2 pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yg sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.

2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA.
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal. Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah. 1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe…
Toh 1 huruf 10 pahala bukan?? So jangan buru2… Tapi ingat! Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’

3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).

Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang?? Setialah bersama Al-Qur’an.

4. SENANG DIRINDUKAN AYAT.
Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe..Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yg dirindukan ayat..

5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP.
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (centong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

7. MENGUTAMAKAN DURASI.
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!! 5 persen untuk qur’an

8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID.
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yg ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an ; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

NB : setiap point dari 1 – 8 saling terkait…Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi.. mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan.
Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable.
Percayalah.. 1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y. dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE.

Satu lagi.. seringkali teman kita menakut2i “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”.. hey, yg dosa tu MELUPAKAN, bukan LUPA. Imam masjidil Haram pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar???
Oke ya… Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Amiin…selamat menghafal..

(Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/’15)

Miapah?

Pesan pagi, dari salah seorang sahabat:
Mungkin kita pernah mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi :

رضا الناس غاية لا تدرك

“Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih”

Tapi seringkali ungkapan ini dinukil setengah-setengah. Padahal ungkapan ini mengandung makna yang sangat luar biasa bila dinukil seutuhnya.

رضا الناس غاية لا تدرك ورضا الله غاية لا تترك ، فاترك ما لا يدرك ، وأدرك ما لا يترك

“Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih, sedangkan ridho Allah adalah sesuatu yang tak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu diraih, dan raihlah apa yang tak sepatutnya ditinggal.”

Berharap pada manusia itu melelahkan.
Bila engkau memiliki 99 kebaikan dan satu keburukan, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan melupakan 99 lainnya.
Begitulah laku manusia…

Tapi tidak dengan Allah. .
Bila engkau memiliki 99 keburukan dan satu 1 kebaikan, maka Allah akan mengampunimu karena satu kebaikan itu berkat kemurahan-Nya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya.
Begitulah kasih Allah..

Jadi… mengapa engkau sibuk mencari simpati manusia lalu menjauh dari Allah.?  Demi siapa?  Miapah? 🙂