Mbak Tara

Sakit itu… 1⃣ ilmu
2⃣ silaturahim
3⃣ pembersihan dosa
4⃣ pengabulan doa
5⃣ persiapan terbaik, dzikrul maut
6⃣ pengikat diri pada ketaatan

Foto pertama.
Perkenalkeun, ini mbak Tara dan Suci putrinya. Sebelahnya Suci, putri saya, Syifa.
Swipe.
Foto kedua. Perkenalkan, JM / Jeung Manti. – Mahmud, mamah muda, salah seorang inspirator motivator saya.
Swipe.

Foto ketiga dan keempat. Pamer kain bali beli di Malioboro, dipakein jadi hijab.
Lokasi:
Yogyakarta.
27-28 Juli 2019.

Enam Jam di Malang.

.
Setelah anakku masuk asrama dan mulai KBM di @markazarabiyah emaknya “mampir” ke Malang sowan salahsatu member Sahabat Sehat, mbak @dyankalandra .
Beliau seorang penyitas kanker yang tangguh, super sabar, tapi lucu, meriah. Pinter masak enak. Aku nyicipin cemilan pisang rebusnya dengan rempah spesial, rasanya, wuihh legit. .

Kami jalan dan jajan ke pusat kota, Masjid Raya, berjemur matahari di alun-alun, mampir ke outlet Strudel, brunch (breakfast and lunch) pecel dan rujak cingur. Ngobrol dari hati ke hati, bagaimana sikap mental kita dalam menjalani anugerah kanker. Rasa syukur dan penghargaan tertinggi untuk, pasangan hidup, yang sedemikian hebat sabar telaten mendampingi kita menjalani masa-masa sulit. Ma syaa Allah tabarakallah. .

Kesimpulan kami sama.
Ujian ini = karunia keberlimpahan kebaikan. Ujian ini, cara Allah menghapuskan dosa, dan mewujudkan doa-doa jaman duluuu yang kita sudah lupa pernah berdoa meminta kenikmatan itu. Ma syaa Allah, terimakasih sharingnya, mbak Dyan. Barakallahufikum. .
.

Perjalanan Pare – Malang pp saya menggunakan jasa travel @diengtravelpare dijemput di hotel, diturunkan di rumah mbak Dyan, demikian juga pulangnya. Praktis, kan… Pemesanan tiket travel via WhatsApp. Mobilnya kijang innova. Berangkat dari pare jam setengah tiga pagi, sampai rumah mbak Dyan jam setengah lima. Bertamu pas adzan Subuh, ha-ha. .

Lewat travel @diengtravelpare ini pula saya mendapat rekomendasi penginapan Baren. Harga per malam termasuk mahal, 350ribu rupiah. Tapi… Nyaman, bersih, ber-AC, kamar mandinya di dalam kamar. Kamarnya luas. Dapat sarapan nasi kuning yang endeuss. Bisa booking lewat WhatsApp juga. Alhamdulillah terimakasih rekomendasinya @diengtravelpare .

Ditulis di dalam gerbong eksekutif empat, kereta Malioboro Ekspress tujuan Yogya. Jumat, 26 Juli 2019. Please jangan minta saya mampir sana-sini dulu ya. Karena tujuan saya ke Yogyakarta masih dalam rangka ketemu anak shalihah si sulungku, dan belajar dari seorang kakak kelas alumni 212, dan seorang penyitas kanker komunitas Sahabat Sehat berikutnya… in syaa Allah.

Bezoek mbak irma

Tadi pagi saya sempfet mengunjungi seorang pejuang kanker di RS MMC. Hari ini adalah kemoterapi yang ketujuh beliau, dari delapan yang direncanakan. Awalnya niat saya memotivasi. Ehh malah kebalikan. Jadi pasiennya yang memotivasi saya. Akhirnya saya lebih menikmati mendengarkan dan merenungi cerita-cerita mbak Irma. Simpulan sharing hari ini adalah..

.

1⃣ Jangan mau terprovokasi oleh “sampah” orang lain.. 😁 Contoh: kita berusaha selalu bersikap baik kepada oranglain. Tapi kadang, nggak ada angin nggak ada hujan, oranglain jutek banget ama kita. Atau, kita sudah berusaha amanah ternyata oranglain khianat, curang, dan kita yang difitnahnya. Sadari, mereka sedang melempar “sampah”nya kepada kita. Pilihan response kita, bagaimana? 😊

.

2⃣ Belajar lebih cepat memaafkan.
Adalah wajar, manusiawi banget, jika kita merasa kecewa, marah, sedih, dan energi negatif lainnya. Akibat “sampah” orang lain. Tapi jangan kelamaan kesalnya. Segala sesuatu terjadi atas “seijin” Allah. …. Diijinkan belum tentu diridhoi. ….. Yakin dan percaya bahwa, orang² yg menzalimi kita, pasti akan mendapat balasan-Nya. Pasti. Walaupun mereka bertaubat dan taubatnya diterima Allah. Tapi tetap, urusan dengan manusia, ada balasan yang adil. Pasti adil. Balasan itu, bukan urusan kita. Urusan kita adalah, memaafkan mengikhlaskan. Sesegera. Secepatnya. Kadang memang berat yahh. Semangat 💪latihan terus.

.

3⃣ Bersyukur setiap hari. Contoh: sedang kehilangan nafsu makan 1 kg putih telur, ingatlah, banyak orang di luar sana, sehari belum tentu bisa makan sebutir telur. Sepekan juga belum tentu makan bergizi. Ini sudah terhidang, tinggal masuk mulut, kunyah, telan. Bersyukur masih bisa menelan makanan. Masih bisa mengecap aneka citarasa, manis, asin, pedas, dsb. Bersyukur masih punya gigi² yg kuat mengunyah.

Kemudian… Bersyukur atas nikmat yang mana lagi? 😊 Kalau dihitung-hitung, sampai habis air laut pun, tak ‘kan mampu lah menghitung karunia-Nya atas diri ini. Alhamdulillah wa Ma Syaa Allah 💖

Herceptin ke-12

Seneeng banget didatengin orang-orang yang berbakat alami Stand-up comedy. 🤪

Hariyani Said
Ashary Zulkarnain
Sofi Sofyani

You made my day..😎🤓😎🤪
.

Alhamdulillah terapi target dengan Herceptin-12 kemarin, Sabtu 5 Jan 2019 berjalan lancra…. Next yang ke-13 in syaa Allah Sabtu 26 January 2019. Tempatnya sama di lantai lima RS Mitra Kemayoran. Nomer kamar baru ketauan setelah check in.

ihh ngarep amet dibezuk?
Ya ngarep lahh…
ihh ngarep amet didoain?
Ya pasti lahh…

“ihh ngemis-ngemis amet?”
Boleh emak jawab jujur ga? Siap ga, mental kau, terima jawaban julid emak? 😂😂

Kok banyak amet sih kemonya? Emang sakitnya apaan sih mak? Haha… pengen tauu, atau pengen tau bangeet? Kalo sempfet nyimak cerita saya dari bulan? Mei 2018, pasti sudah paham.

Ca mamae, itu jenis kasusnya banyak dan berbeda-beda. Hasil patologi sama tapi jika hasil lab IHK-nya beda, maka… Protocol pengobatannya beda-beda. Jenis obat, jumlah obat, jumlah terapi, urutan terapi, jumlah siklus kemo berbeda-beda. Perlakuannya beda-beda. Ini wewenang keilmuan dokter spesialis konsultan onkologi hematologi.

.

Terimakasih tak terhingga selalu, atas segala dukungannya baik kehadirannya, buah-buahannya, rujakannya, asinannya, nasi kebulinya, abonnya, sharing pengalamannya, lawakannya, transferannya #eh 🤭… Terutama doa-doa kerennya, keluarga, sahabat-sahabat jamaah instagramin whatsapin dan fesbukin.. telah menjadi sumber kekuatan bagi saiyah, Ma syaa Allah barakallahufikum. Hanya Allah yang mampu membalasi kebaikan ibu, bapak, kakak, adik, ponakan, semua…. I love you, gaesss.

Menulis itu, belajar berdamai dengan cancer. Melepas rasa, memeluk asa.

.

 photo IMG-20190106-WA0016_zpsao3hxsmb.jpg

 photo IMG-20190106-WA0007_zpsdbygmas2.jpg

 photo FB_IMG_1546742698556_zpsjio2wc3f.jpg

 photo IMG_20181124_100629_zpsfpw0ok8w_edit_1543127124930_zpsajutu3cf.jpg

 photo SAVE_20190103_180040_zpsxla9ujj2.jpeg

Syukur, sabar, shalat.

Barusan mbak Feny – cancerian – ngirim motivasi ini, entah beliau terima dari siapa, tak penting, yang penting ini adalah mindset saya juga…. Sama.

Let’s check it out…

.

Tanda cinta dari Al-Hayyu

Kanker bukan musibah, kanker adalah pelajaran pembawa berkah.

Bagi saya, kanker adalah sekolah hidup yang amat sangat prestisius. Kenapa? Karena kanker tidak mudah, dan banyak yang takut dengan kanker. Ini seperti menerima soal matematika yang super sulit, tapi fakta bahwa Allah memberikannya pada saya, artinya Allah percaya bahwa saya bisa menjawabnya. Inilah yang benar-benar membuat saya tertantang dan berani melaluinya. Saya yakin Allah pasti mengawasi dan memberi rumus dalam semua usaha saya untuk menjawab soal maha sulit ini.

Saya pun merasakan jadi punya pengalaman langsung yang sangat berharga untuk nanti saya bagikan. Saya jadi tahu apa yang benar-benar dihadapi, dirasakan oleh teman-teman seperjuangan kanker lainnya.

Dan dalam perjalanannya saya sering diingatkan bahwa umur itu ada batasannya, jadi setiap hari harus menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas. Terpenting, lebih yakin atas Kuasa-Nya.

Di luar sana, mungkin banyak yang sulit mensyukuri kanker, karena memang faktanya kanker dianggap sebagai penyebab kematian nomor 7 di dunia dan kanker identik dengan kesakitan dan kematian. Itu adalah angka statistik. Harapan hidup penderita kanker juga terbatas. Namun sekecil apapun harapan itu marilah kita berusaha menjadi angka statistik yang masih memiliki harapan hidup.

Bagi saya, sakit atau sembuh sesungguhnya sama saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi lebih berguna, bermanfaat dan tentunya pembawa rahmat bagi alam semesta.

Dan kalaupun sembuh, tak cukup kalau kita cuma bahagia. Tak cukup pula kalau kita hanya bersemangat. Bawalah kebahagiaan bagi semua yang ada di sekeliling kita dengan berbagi pelajaran hidup. Dan kalau semua itu bisa terjadi semoga kita bisa makin baik lagi membawa berkah dan bermanfaat bagi semesta. Ini tantangannya.

Sehat hanyalah salah satu jalan menuju tujuan ini. Dan saya percaya kanker bukanlah penyebab kematian. Kematian sudah disiapkan oleh-Nya ribuan tahun sebelum kita lahir. Kanker bisa jadi adalah alat-Nya untuk memurnikan kita. Membersihkan dari noda dan dosa kita semua.

Kematian yang diawali dengan kanker bisa menjadi akhir yang penuh persiapan, tidak mendadak. Dan tak perlu pula galau dengan mereka yang ditinggalkan. Semua pasti sudah diatur oleh-Nya dengan sebaik-baik pengaturan. Tak perlu khawatir. Yakin dan percaya penuh pada-Nya. Karena DIA adalah Sang Maha Hidup dan Terus menerus Mengurus Mahluk-NYA..

#survivor cancer#

Allahumaghfirly wa tub alayya innaka anta tawaburrohiim….

.

Saya:

Sepakat.

Cancer adalah takdir baik. Banyak hikmah dan ni’mat bersamanya. Kita perlu lebih banyak bersyukur, karena…. Mata masih melihat indahnya dunia. Telinga masih mendengar. Tangan masih bisa buat makan, tulis, menyentuh mengusap orang-orang yang kita sayangi. Kaki masih kuat melangkah ke tempat yang kita mau. Indera pengecap masih bisa merasakan makanan enak.

Sabar, karena dosa-dosa sedang digugurkan doa-doa sedang dalam proses dikabulkan atau diganti dengan yang lebih indah, dan surga reward tertingginya. Bukan hanya sabar menjalani ikhtiar panjang melelahkan, tapi juga sabar tetap berbagi manfaat, semampunya.

Shalat, sumber inspirasi, ketenangan, kekuatan, dan keberserahan. Hasbunallah wani’mal wakil. La haula wa la quwata illa biLLah.

Ustadzah Anindya Sugiarto menulis:

Kita akan semakin bersemangat membaca Al Quran ketika kita juga senantiasa meningkatkan wawasan ber Al Qur an..*belajar tajwid, tahsin, nahwu shorof, tafsir Qur an de es be… Ini adalah tulisan sebelas tahun lalu.

Dan kemarin terbarui lagi ketika mendapat tausiyah ustadz Abdul Aziz Abdurrauf. Bahwa kita bisa istiqomah dengan al quran ketika kita bisa jatuh cinta.

Orang bilang jatuh cinta karena biasa. Witing tresno jalaran seko kulino.

Ya ada benarnya sih, namun ternyata lebih benar lagi witing tresno jalaran soko donga. Jatuh cinta tersebab karena doa.

Jadi sesering apapun kita berusaha berdekat-dekat namun melupakan doa, maka akan sulit untuk bisa cinta. Karena cinta kita pada al quran adalah ‘hidayah’. Petunjuk Allah. Maka justru mintalah dengan sungguh-sungguh, ‘Ihdinashshiratahalmustaqiiiiim’, disertai terus mendekat dengan quran, orang-orang yang cinta quran, dan majelis-majelis yang disitu belajar serta mengajarkan al quran.

Dalam kajian ustadz Salim A Fillah disebutkan, bahwa salah satu tanda doa ihdinashshirathalmustaqiiiim kita Allah kabulkan, adalah ketika kita semakin ingin tahu, belajar apapun dari al quran, memahami dan mengamalkan isinya. Jika belum tergugah perasaan semacam itu, bisa jadi Allah belum menginginkan kita menjadi baik, nauzubillahi mindzalik. Dan kita seharusnya menangisi keadaan ini. 😥 #ntms.

Menghadirkan *40 Niat Sekaligus* Dalam Tilawah Qur’an✅

Bismillah…

Jazakumullah khairan telah mengingatkan saya dgn Suplemen tambahan dari Syaikh Shalabi:

كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.

Banyak diantara saudara2 kita kaum muslimin, dia tidak membaca Al-Qur’an kecuali dengan maksud untuk mendapatkan pahala dan ganjaran dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur’an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur’an dengan niat tertentu, maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya.”(al-hadits).

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:

Al-Qur’an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang berilmu. Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yg dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur’an, diantaranya:

١ اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.

1. Saya membaca Al-Qur’an, demi mengetahui dan mengamalkan isinya.

اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله٢

2. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala.

٣. اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى

3. Saya membaca Al-Qur’an, dengan tujuan bermunajat kepada Allah.

.

Lanjutkan membaca, Klik di sini

Continue reading