Berbagi ilmu tentang benjolan


Aku punya kenalan abdi negara. Sebulan yang lalu ngadu, istrinya sedang kalut mengetahui ada benjolan di dadanya, tapi diajak ke rumkit nolak, masih trauma pasca kakaknya baru saja meninggal akibat kanker payudara. Beliau minta tolong saya untuk memotivasi istrinya.

Saya WA teteh Nurhayati, perkenalkan diri, ngaku aja diminta suaminya untuk menghubungi si teteh. Saya bilangin, teteh nggak usah kuatir, 80% benjolan itu tidak berbahaya. Mumpung masih baru benjol, jadi segera biopsi aja. Ngga sakit kok. Kalau pun hasil biopsi nanti qadarullah karakter benjolannya si gesit lincah, palingan dioperasi tumornya saja, enggak seluruh payudara.



Kemarin pagi suaminya ngasih foto ini. Abis dioperasi. Ya, kanker. Stadium satu. Gak sabar nunggu jawaban saya, mereka nelpon video call. Untung saya baru selesai tahsin, masih rapi berhijab. Saya lihat ekspresi teh Nur legaaa bahagia,

Alhamdulillah cepat ketauan ya Teh, stadium satu mahh peluang kesembuhannya 100% in shaa Allah. Nanti kalo harus dikemoterapi, jalaninnya yang disiplin ya Teh.. makan yang banyak, apa aja, jangan mantang-mantang dulu. Kecuali dokternya nyuruh mantang makanan tertentu, ya hindari. Banyakin makan sayuran warna warni dan buah-buahan. Banyakin tidur 8-10 jam / hari. Abis sholat isya usahakan tidur, jangan telat, jangan begadang. Siang hari usahakan olahraga 30 menit, yang ringan aja. Senam lansia kek, poco-poco kek, yoga kek. Olahraga bikin happy.


Mau gabung komunitas, gak?


Si teteh mantep jawab, “Enggaaakk.. aku takuut mbafi, ceritanya serem-serem.” πŸ˜…

Youwis, bagus kalo gitu. Ya emang sih gabung komunitas itu plus minus. Kita jadi punya banyak teman sebasib. Plus ngeri-ngeri sedap juga baca kasusnya, apalagi kalo pagi-pagi baca berita dukacita, kadang mengintimidasi alam bawah sadar juga. πŸ˜…


Saya juga ngingetin suaminya, “Mohon disayang-sayang ya pak. Dimanjain ya pak… Kami para istri semangat dan kuat juga berkat dukungan para suami keren.”


Sebelum salam, pesan saya kepada si teteh, disiplin komitmen dengan tanggal kontrol dan terapi. Jangan mentang-mentang udah ngerasa sehat, madol. Nanti bisa nyeseelll. Walaupun banyak godaan yang bikin nggak semangat ngelanjutin pengobatan, Allohumma-paksa-in. Harus tetap komitmen. Harus tepat waktu. Harus tuntas. πŸ’ͺ😊

“Iyaa mbafi, makasih udah nyemangatin saya. Besok-besok kalo saya nanya-nanya atau telepon lagi boleh yaa.” – dengan senang hati Teh. πŸ’–


Semoga Teh Nur dilimpahkan kekuatan kesabaran dan pertolongan selama masa treatment, dan sembuh sempurna, nggak balik-balik lagi cacanya.🀲

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s