Anakku, relawan covid.

Awalnya ngeliat foto ini perasaan emaknya campuraduk, antara cemas, takut, kuatir, dan bahagia, bangga melihatnya berkhidmat pada dunia kesehatan.

Kami masih bersama satu rumah. Sejak menjadi relawan, anak ini ijin tidak salim cium tangan ketika pamit dan pulang dinas. Bahkan masuk kamar orangtuanya pun bila benar² urgent, abis mandi, hanya lewat sekejap, dan tetap menjaga jarak. Ngobrol lewat grup WA, atau di kendaraan ketika ayahnya mengantar menjemputnya. Dalam keadaan bermasker.

Sekarang emak hanya mampu pasrah berserah memohonkan perlindungan Dzat Pemilik hidup, atas dirinya dan keluarga, serta kita semua… dari gangguan penyakit berbahaya.🤲🤲

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s