Zoom Halbil Alumni Haji

Cerita menyenangkan hari ini, “halalbihalal” ibu-ibu alumni haji angkatan XXV Dewan Dakwah Islam Indonesia. Nostalgia keseruan di Tanah Harom 2018. Kabar duka bersanding kabar gembira. Ada beberapa yang sudah berpulang ke Rahmatullah. Ada yang sudah bermantu, bercucu.

Alhamdulillah semua partisipan dalam keadaan sehat, ada yang sambil ngantor, ngajar, WFO, WFH. Kesempatan ini saya gunakan untuk menyampaikan kabar gembira, status evaluasi kesehatan saya, dan mengucapkan terimakasih atas segala support dan doa-doa beliau-beliau untuk saya.

H-1 di Arofah saya sempfet dehidrasi dan heat strzok. Ya, itu adalah hari ke-14 pasca kemoterapi kelima. Suhu udara 45° Celsius. Saya sudah minum banyak, qadarullah tetep nggak cukup. Saya harus diinfus, pindahan tukeran slot tidur di tenda, minum aja disuapin, baju basah semua karena diguyur air es dari kepala sampe punggung, intinya, jadi ngerepotin banyak orang. Tapi mereka amat sangat sangat tulus membantu saya. Barokallohufihim. 🤲

Di Padang ‘Arofah lahh saya diberi ni’mat mencicipi aneka rendang, segala jenis rendang, ada di tenda kami. Uwaw banget dahh. 💖

Di akhir acara tadi siang, ibu-ibu ini berencana bikin kajian-kajian online, tukeran kado, dan bercita-cita… umroh bareng plus sholat di Masjidil Aqsha Palestina tahun 2022 in syaa Allah, aamiin Ya Rabb. Doa dulu aja, yaa. Dan harapan kami pembimbingnya Ustadz Kasyful, pembimbing haji kami. Ustadz yang ilmunya tinggi, tapi menyampaikannya sabar banget.

Saya pribadi sangat terkesan pada Ustad Kasyful ketika memutuskan mengubah waktu dan rute lontar jumroh. Beliau nggak ngoyo saklek item putih harus rute sunnah, tapi mempertimbangkan kekuatan jamaah banyak yang resti (resiko tinggi, usia 60+, kursi roda, obesitas, jantung, diabetes, kanker), maka beliau bolak-balik bertanya kepada para syaikh, guru-gurunya di Masjidil Harom, kemudian menyesuaikan rute dan waktu lontar jumrah. Yang penting hajinya Sah.

Ustadz Kasyful juga mau menerima masukan dari jamaah yang pasca haji sebagian merengek minta ke Tho if. Kota yang sejuk seperti di Puncak Pass Bogor, kaya buah-buahan, dan buah delimanya super duper endeuss ranum, terletak di provinsi Mekkah. Akhirnya kami sewa bus ziaroh ke Tho if.

Kenapa sebegitu pentingnya kota ini bagi kaum muslimin? Baca sejarah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yaaa manteeman, tentang kota yang satu ini.

Menulis, memeluk syukur mengikat kenangan. Alhamdulillah alladzi bini’matihi tattimmush shalihaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s