Mengamalkan Tajwid Al Quran hukumnya fardhu ‘ain.

Cuma mau ngingetin mak-emak yang lagi di puncak semangat hijrah. Nyimak kajian tematik setiap hari, itu bagus, dan penting. Namun jangan lupa, beri prioritas perhatian juga pada bacaan Quran kita.

Ni… saya kasihtau yaa.

Belajar teori tajwid hukumnya fardhu kifayah. Sedangkan mengamalkannya, yakni membaca Al Quran dengan tartil, sesuai kaidah tajwid, hukumnya FARDHU ‘AIN. 😊

Dalilnya?

Pertama:
Al Quran Surat Muzzammil ayat 4. Kita diperintahkan membaca Al Quran bukan hanya secara perlahan-lahan, tapi juga mempehatikan hukum-hukum bacaannya.

Kedua:
Rasulullah saw bersabda:

زين القرآن بأصواتكم

“Hiasilah Al Quran dengan suara kalian.” – Hadits Riwayat Abu Dawud & An Nasa’i

Ketiga:
Para Ulama Salaf dan Kholaf SEPAKAT tentang wajibnya mengamalkan Tajwid Al Quran.

Imam Ibnu Al Jazari berkata:
والأخذ بالتجويد حتم لازم
من لم يصحح القران آثم
لأنه به الإله أنزلا
وهكذا منه إلينا وصلا

“Membaca Al Quran dengan tajwid itu hukumnya wajib. Siapa yang tidak membetulkan bacaan Al Qurannya, berdosa. Karena Allah menurunkannya dengan tajwid. Dan demikianlah Al Quran dari-Nya sampai kepada kita.”

Kesalahan-kesalahan yang fatal yang sering terjadi adalah:
1. Tidak sesuai makhraj / tempat keluar huruf.
2. Panjang pendeknya huruf yang dibaca.

Contoh:
1. Nun masih suka ketuker dengan Ba’
2. Jim masih suka ketuker dengan Kho’
3. Hamzah masih berbunyi ‘Ain atau sebaliknya.
4. Tidak ada huruf mad, dibaca panjang. Atau sebaliknya, ada huruf Mad tapi diabaikan, nyelonong bae.

Kenapa ini disebut kesalahan fatal? Karena bisa mengubah artinya. Makanya di atas tersebut, Imam Ibnu Al Jazari berfatwa, siapa yang tidak mau membetulkan bacaannya, berdosa.

Apa saja Keutamaan / Manfaat / Reward / Penghargaannya, ketika membaca Al Quran dengan mempraktekkan tajwidnya?

Setidaknya ada 5 benefitnya.

1. Mendapat syafaat pada hari Kiamat.
2. Merupakan amalan terbaik.
3. Mendapat derajat yang tinggi, bersama malaikat mulia kiromil baroroh.
4. Mendapat Sakinah (ketenangan, ketentraman, kedamaian, kecukupan) dan Rahmat.
5. Mendapatkan anugerah terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kalo kita merasa sudah rajin baca Quran tapi masih sering galau, sering sedih, sering erosi-inyong. Pirtinyiinnyi: Yakin bacanya sudah dengan tajwidnya juga? 😊

Kajian tematik jumlahnya ribuan bertebaran di youtube dan Instagram. Sedangkan belajar tajwid, harus Talaqqi. Face to face. Tatap muka. Dikoreksi. Realtime.

Tidak cukup hanya dengan bergabung komunitas hijrah, yang ustadz-ustadznya beken kajiannya bagus-bagus, seragamnya bagus-bagus. Tapi…

Tapi kurang peduli kualitas bacaan Quran.

Kalo bacaan alfatihah saja masih salah makhraj dan panjang pendeknya masih nyelonong-nyelonong, shalatnya beresiko jadi tidak sah. Silakan tabayyun guru ngajinya. Bener ga, apa yang saya tulis.

Saya pernah belajar di Lembaga Tahsin bersanad. Sanggar Quran Mardani Lima, lulus pra-tahfidz. Setahun lebih menjalani pengobatan medis kanker, rindu duduk di halaqoh, maka mendaftarlah di Utsmani, lokasi Condet. Saat ini masuk level 5. Ma Syaa Allah tabarakallah.

Sama sekali tidak bermaksud menyombongkan diri. Tapi ngasih bukti. Saya nggak OMDO. 🙂 Gak cuma nyuruh-nyuruh aja bisanya. Tapi saya lakukan dulu. Saya contohin dulu. Lead by example. Lead by inspiration.

Harapan saya…. Yuk sediakan prioritas, waktu, tenaga, pikiran, semangat, kesabaran, ketekunan, dan sebagian harta kita, untuk terus belajar memperbaiki bacaan Al Quran kita. Wallahu’alam bish showab. Wallahu muwafiq. 🤲

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s