Ketika Dokter Menghentikan Kemoterapi.

Tadi siang mendadak bezoek sahabat yang qadarullah kualitas kesehatannya menurun.

Kemoterapi sudah lebih dari empat puluh kali, belasan kali ganti obat. Radiasi sepuluh kali, tumor di otak mengecil. Muncul tumor baru di payudara dan ketiak.

Menurut dokter KHOM-nya, ada obat baru, harganya mahal, satu kali pemberian sekitar tujuh puluh jutaan, tapi tidak ada garansi juga.

Dalam pertemuan empat mata antara dokter dengan suami pasien. Dokter mengatakan sudah melakukan yang terbaik secara masif selama dua tahun, dokter tidak menyarankan melanjutkan terapi, dan pasien dikembalikan kepada keluarga.

Sang suami pantang menyerah. Walaupun kemoterapi telah dihentikan, beliau mendukung istrinya mengikuti saran Dr Zaidul Akbar.

Obrolan tadi siang hanya bertiga. Minus pasiennya.

Pasien menolak bertemu kami karena dua alasan:

  1. Sedang merasa tidak nyaman, kesakitan,
  2. Sedang butuh waktu, accepting.

Ini perlu dipahami oleh lingkungannya. Jangan memaksa berbicara atau bertemu dengan pasien. Sangat penting meminta ijin dulu apakah pasien berkenan menerima kunjungan atau tidak. Pahami dan hargai, kalau kita benar-benar berempati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s