Anakku pernah kejang.

Tahun 2001-2002 saya lupa persisnya bulan apa, si bungsu sempat mengalami demam 38 dan kejang dua kali. Pertama kejang di rumah. Kedua kejang di hadapan dokter.

Sebagai emaknya merasa kecolongan, menyesalnya berbulan-bulan. Tiap ingat saat kejangnya saya nangis, marah, benci sama diri sendiri. Kenapa sih saya selalai seabai itu.

Waktu curhat sama seorang sahabat putih-abu, Budi Nursusilowati cerita, “Fi kamu inget ga, kita punya teman, namanya Erika? ”

Saya: iya, kenapa?

Budi: Menurut kamu dia pinter ga?

Saya: Ya iya lahhh pinter banget….

Budi: Dia juga dulu kecilnya pernah kejang. Menurut literatur yang kubaca, kejang itu ada dua macem. Step-Down (mengakibatkan menurunnya kecerdasan). Ada juga Step-Up, anak jadi pinter. Sekarang Raihana umurnya berapa?

Saya: Setahun.

Budi: Masih dalam masa Golden Age. …. Kalo menurut gue, doain aja Raihana jadi anak yang sholehah, sehat, cerdas, dan loe konsisten kasih protein tinggi. Susu, ikan, telur, keju. Untuk pembentukan sel. Kalau pun ada yang terganggu efek step semoga cepat recover.

Saya berterimakasih atas masukan yang menentramkan ini. Saya nurut. Tiap sholat, tiap sujud, tiap tahajud, saya doain terus, kedua anak saya, tetap sehat, berkembang normal, sejahtera, sholehah, taqwa, segala urusannya dimudahkan Allah.

Saya perhatikan betul-betul asupan gizinya, dan perkembangan panca inderanya. Tiada hari tanpa menyanyi bersama, mendengarkan murotal Quran, bermain. Rumah berantakan, bodo amet.

Umur 3 tahun belum juga nih anak bisa ngomong. Udah diTes, panggil namanya, “Raihana, susu nih.” Nengok sih. Nyamperin. Berarti nggak ada masalah dong, pendengarannya. Tapi nggak satu kata pun yang kami ajarkan, keluar dari mulutnya. Bukankah anak umur segini lagi seru-serunya membeo? Hadeuh, galau lagi si emak. Waktu itu masih jahiliyah, saya sempfet bawa ke dukun, dijampe, disembur. Astaghfirullah! O-on-nya gue, mak.

Sekitar dua bulan sebelum ulangtahunnya ke-4 baru keluar dua kata: Susu, dan Sa-id (sakit maksudnya). Bukan “mama” atau “papa”. Apalagi “ibu”.

Kami masukkan lahh ia dalam kelompok bermain. Lanjut ke TK. SD. Kami nggak pernah berharap yang muluk-muluk. Asal bocah ini senang dalam proses KBM, cocok dengan guru, cocok dengan teman, sudah cukup. Seingat saya, dia benar-benar lancar bicara di usia hampir 5 tahun.

Alhamdulillah mulai kelas dua esde hingga lulus, tiap semester hasil rapornya selalu masuk Top Two. Prestasinya tak hanya di kelas. Aneka lomba yang diikutinya, juga menghasilkan prestasi yang Alhamdulillah.

Masuk pesantren Darul Quran Mulia SMP IT ia mulai menghafal Quran, ini pun, nggak muluk-muluk. Sebagai lulusan SD negeri, kami cukup tahu-diri. Nggak ada target harus hafal sekian juz dalam satu semester. Saya selalu berpesan, “Have fun.”

Dalam organisasi dan events yang dibuat sekolah, dia sering menjadi humas, bawa proposal, presentasi dari kantor ke kantor. Dalam ajang MTQ tingkat provinsi dan Nasional, ia dipercaya masuk kategori Tafsir Bahasa Arab. Dan rezekinya Juara Dua MTQ & STQ Nasional 2016, 2017, 2018. Ma syaa Allah. Tabarakallah.

Alhamdulillah sekarang anak ini kuliah semester dua LIPIA. Kampus impian calon guru agama, calon ahli tafsir, dosen-dosennya native speaker, lulusannya banyak diburu lembaga pendidikan berkualitas. Kuliahnya gratis, dapat uang saku pulak. Tentu saja tidak mudah perjuangannya masuk sini. Ada kerja keras marathon, pengorbanan, doa-doa panjang dan airmata. Ma syaa Allah. Tabarakallah.

Semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi para mahmud (mamah-muda). Manfaatkan masa Golden Age putra putri kita semaksimal mungkin yang kita mampu. Doakan terus anak-anak kita. Lakukan yang terbaik. Harapkan yang terbaik saja. Dan tawakkal, berserahlah hasilnya kepada Allah Sang Maha Pengatur. Allah Karim.

Lokasi: RS Hermina Depok.
Bezoek ponakan yang demam efek virus. Mohon doanya, yaa. 🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s