Herceptin ke-14

Hari ini lantai lima tempat biasa kemoterapi fully booked. Banyak yang rawat inap, DBD. Jadinya kemoterapi di lantai dua, kamar 228 ruang isolasi. Tetep satu pasien aja sih, dalam satu kamar, cuma bedanya dengan lantai lima, ruangan lebih kecil dan nggak ada sofa-sofa buat selonjoran pengunjung.

.

Zusternya lebih perhatian, tiap 10-15 menit masuk kamar, kontrol infusan dan respon pasien. Mungkin karena mereka jarang menangani pasien kemoterapi, jadi lebih telaten. Alhamdulillah, alladzi bini’matihi tatimmush shalihat.

.

Vena penyitas Ca yang sudah bolak balik dilintasi obat kemoterapi, biasanya cenderung mengeras dan rapuh. Ditajleb jarum infus dia bisa ngeles, “ngelawan” atau mblendung.

Kalo zusternya santai, pasien juga rileks. Sekali enjus, beres. Tinggal eksekusi premedication dan Herceptin.

Tapi… Kalo roman zusternya keliatan ribet, pasien jadi galau, bisa berkali tusuk cabut tusuk, bikin panik, kesel bin bete. Gue bisa nyelonong minta tolong orang laboratorium yang jago nusuk ga pake sa-id… Sakit maksudnya…

.

Tadi awalnya zusternya keliatan grogi. Sampek 3x bismillah dan tarik napas. Ga jadi-jadi-nusuk tapinya.. 🤪

.

Alhamdulillah vena ini takluk sekali enjus aja… Berkat didoain jamaah fesbukiyah, whatsappiyah, disholawatin emak, dikeukeupin suami…
Herceptin ke 14 dari target 18x.

.

Masup, Pa Ekoo…

 photo SAVE_20190216_113057_zpstdnipb9p.jpeg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s