Herceptin ke-13

Sabtu, 26 Januari 2019.
Kali ini selain ditemenin suamiku tercintah dan putriku sholehah kakak Syifa… ada juga mak Ena Lubis dan Shinta Handini, ade kelas di kampus Gunadarma.

Jam 2an mereka nongol di kamar 538 dan ngobrol teroooss berhentinya pas sholat doang.

Alhamdulillah jazakillahu khairan terimakasih hadiahnya @shintahandini bahannya baguuuss banget. Lembut. Gak nerawang. Warna biru ala Sandiaga Uno. Tjakeeeupp. Syukkaaak. 💖

 photo FB_IMG_1549494055811_zpsppvvgpls.jpg

 photo FB_IMG_1549494062602_zpscpdf278y.jpg

.

Closingnya… Pose kekinian. Salam doea jarreee. 👆👉👆😀

 photo FB_IMG_1549493612140_zpsdinpittb.jpg

 photo FB_IMG_1549493606751_zps9gnswgw9.jpg

Terimakasih support 🎗️doa, buah tangan, kehadirannya, keseruan di ruang kemoterapi kemarin, emak-emak tjetar tjaem blaem blaem. Donat sisa 3. Roti sisa 👆dua👆 . Rasanya endeus, legit, gak semanis kita ya (protes blokir). 😆🤭

Ma syaa Allah tabarakallah.

 photo FB_IMG_1549493599937_zps3ql7koxb.jpg

Mungkin karena semangat makan saya warbiyasyahh dokter mulai wanti-wanti, “Bu, sekarang mantan yah, ama makanan

1. yang dibakar, kayak steak, sate, barbeque,
2. gorengan yang minyaknya sudah pernah dipakai nggoreng.
3. makanan yang agak gosong, misalnya kastengels (justru yang enak yang gosong yak).
4. Gula sederhana seperti nasi, gula, cake, dan
5. Kedelai.”

Sebetulnya iman saya cukup kuat menahan diri. Kecuali disuguhin di depan mata, ya gue sikat.

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s