Cameron Highlands – Penang (2)

Sepekan sebelum berangkat saya hubungi travel TJ Nur di Cameron Highlands, tanya-tanya info paket private tour berenam. Berapa jam, kemana saja, dan berapa biayanya. Maksudnya supaya waktu kita lebih efisien. ‘Kan sampe sana pagi, langsung aja raun-raun. Sorenya naik bus ke Penang.

Cameron Highlands, dataran tinggi, sejuk, ada Mossy Forest yaitu hutan tertua di dunia berusia 230juta tahun, ada gunung Brinchang, dikelilingi ladang teh, stroberi, aneka bunga, dan peternakan lebah. Kami mampir sarapan dan makan siang di BOH Tea Center. Pesan aneka menu dan teh untuk berenam. Saya makan Pie isi daging ikan, enak banget. Nyicip juga Nasi Lemak Cheese Cake, enak. Teh angetnya doung, emang juara. Keknya emang jodohnya semua menu di sana. Nikmat.

 photo SAM_1962_zpsiilinroe.jpg

Waktu saya pesan makanan, yang lainnya booking posisi supaya bisa duduk bareng. Ada space kosong. Geret meja kursi foto² dan berisik di situ. Pelayan restoran mendatangi kita ngoceh² yang intinya itu tempat emang sengaja dikosongin buat yg mau ambil gambar/foto² cantik. Kita diminta balikin lagi meja kursi ke asalnya. Ahmad guide kita ngejelasin ke pelayan bahwa rombongan kita cuma sebentar foto² aja trus mau pindah lagi duduk di tempat lain. Terima kasih Ahmad sudah bantu kita’ngeles, hihi

Target kedua saya di Cameron Highlands kunjungan ke peternakan lebah dan, belanja aneka madu produksi mereka. Ada madu kelulut untuk mengatasi gangguan jantung, tulang dan persendian. Ada madu propolis untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ada madu tongkat ali, untuk vitalitas. Ada madu untuk mengatasi gangguan flu, batuk, influensa, dan sebagainya. Kemasannya saya beli yang kecil-kecil, yang aman masuk kabin, dan yang dalam sachet, untuk minum sendiri selama travelling. Tas jadi lebih berat. Tambahannya cairan dan gelas, bow. He he

Kemudian kami mampir ke kebun bunga. Jauh-jauh dari Jakarta, liat mawar lagi, anggrek lagi, kembang sepatu, tapi bunga mataharinya guede guedee. Ehh, apa saya aja kali yang kudet, baru liat yang segede itu selama ini. Foto di antara bunga yang mekar warna warni, berasa diri ini agak sedikit lebih tjakep. Tsahh, kamar mandi mana kamar mandi. Belom mandi iniih dari kemarenan, wkwkwkk😛

Target ketiga, makaaann laagiiii. Ha ha… kali ini kita mampir di Big Red Strawberry Restaurant. Kedai makan bertema serba stroberi. Saya pesan Salad, yang tentu saja ada stroberinya, lalu pesan stroberi lapis whipped cream, dan minumnya yoghurt. Kenapa pilih menu ini? Karena biasanya ketika bepergian jauh saya sering sembelit, atau pernah juga diare kena gangguan bakteri. Jadi, saya seneeng banget nemu menu sayur dan buah segar minim pengolahan. Sedangkan yoghurt itu mengandung bakteri baik, untuk keseimbangan pencernaan saya. Rasanya? Enaaakk banget.

Selesai makan, kami diantar ke pombensin tempat tunggu bus tujuan Penang. Kejutan kedua dimulai. Waktu itu ‘kan masih sekitar 20 menit, teman-teman pikir, yuk beli simcard Malaysia supaya internetan dan komunikasi dengan keluarga tercintah jadi lebih irit. Jreeeng rame-rame kita serbu toko pulsa. Engkohnya gelagepan. Grogi. Jadinya lamaaa banget setting 1 hape aja. Saya sendiri memutuskan batal, karena bus tujuan Penang sudah standby. Tunggu, tunggu, lama banget dah emak-emak di toko pulsa. Supir bus, kernet, dan penumpang lain udah mayah-mayah. Alamak, kalo ditinggalin pegimana ceritanyaaah. Ahmad, guide kami berinisiatif, masukin koper dan ransel dan semua belanjaan rombongan ke bagasi bus. Saya berdoa sampe nangis, semoga supirnya bersedia nungguin rombongan kita.

Alhamdulillah satu per satu kepala itu muncul, dan melihat mereka jalan melenggang santai, sumbu pendeklah saiyah, teriak sekenceng-kencengnya, “Ayo cepet cepeettt.” Lupaaa kalo yang saya teriakin itu, nenek-nenek, ternyata mereka juga dimarahin sama si engkoh karena yang beli simcard jadinya menciut cuma 2 orang, maap ya Nek, wkwkk😀

Bus bergerak menuju Penang jam 14.50 terlambat nyaris 30 menit. Alhamdulillah terangkut semua. Saya mulai batuk-batuk efek semburan AC bus yang dingin sangat. Padahal sudah saya tutup katupnya. Tetep aja kebagian dingin dari tetangga depan dan belakang. Minum. Baca istighfar dan sholawat. Alhamdulillah gatal bisa dikendalikan, meskipun sampe keluar air mata saking kuatnya ‘nahan supaya ngga batuk terus.

Sampai Penang jam 7 malam. Dari terminal bus Sungai Nibong kami bertujuh naik uber car dan taksi biasa menuju Ar Raudhah Suites Hotel, sudah booked online, satu apartemen 3 kamar untuk 2 malam seharga 1,6jutaan. Patungan bertujuh. Lumayan, lah. Satu orang nggak sampe 80ribu per malam. Privasi lebih terjaga, dan yang bikin happy banget adalah gratis WiFi iyeeayh. Saya langsung menjajah kamar mandi. Keramas. Ganti baju. Minum decolgen. Tedor. Supaya besok Subuh bangun lebih awal mandi sarapan raun raun Penang.

-to be continued.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s