Day 4. Merlion Park – USS – Mustafa Center

Sarapan pagi di 5Footway inn Bugis, cocok dengan selera kami. Ada sereal jagung, susu cair, roti, aneka topping, mini-oven untuk panggang roti, dan… ini yang paling saya suka: apel hijau. Mengkal, manis, airnya banyak, dan ketika digigit, krenyes, crunchy, nggak bikin ngilu gigi.  Sambil ngunyah sambil buka peta MRT.

Meskipun doyan roti bakar, kami memilih tidak menggunakan mini oven yang tersedia di ruang makan hostel. Kita nggak pernah tahu apakah tamu lain pernah menggunakannya untuk memanggang atau menghangatkan makanan yang mengandung B2. Untuk amannya, makan roti tawar yang direndam ke dalam susu cair murni.

Kenyang sarapan, kita menuju Merlion Park, naik MRT dari Bugis turun di Raffless Place, ambil Exit H – Sixth Battery Road. Keluar jalan ke kiri melalui Citibank, Bank of China, lalu menuju jalan raya, ke kiri lagi melalui Fullerton Hotel, nyebrang, turun tangga, jalan melalui kolong jalan raya, muncul di Merlion Park, taraaa.. keliatan deh patung ikan berkepala singa, ikon negara Singapura.

Foto-foto sebentar saja, matahari sudah mulai melotot, haha… cepat kembali ke stasiun Raffless Place.  Kita menuju…. Universal Studio, yeeeayh.. anak-anak terlihat seneng bener.  Emaknya juga excited.  Klimaks perjalanan liburan kita. …. Dari Rafless Place turun transit Dhoby Ghaut, nyambung MRT tujuan akhir turun di stasiun Harbour Front.  Ikuti petunjuk yang mengarah ke mal Vivo City, perhatikan juga petunjuk menuju Sentosa Station.

Kita harus naik eskalator ke Level 3 / lantai tiga mal Vivo City. Naik monorel tujuan Sentosa Island. Bayarnya bisa Tap kartu Easy Link kita. Saldo langsung berkurang $4 itu PP.

Welcome to Sentosa Resort World.

Berbekal peta USS, kami mulai menjelajah kemana si kakak mau naik wahana apa dulu. Ini seperti Dunia Fantasi Ancol Jakarta. Tapi lebih menantang. Saya sarankan, datanglah ke sini SELAIN masa liburan, menghindari antrian yang bisa hampir dua jam. Klo dipake tilawah, antri di 3 wahana bisa selesai 3 juz, haha… Aku rapopo… Sing penting cah wedho, seneng…

Penting banget yang kita pastikan dulu, lokasi restoran halal dan mushalla. Banyak pilihan resto halal. Sedangkan mushalla terletak antara Ancient City dan Sci-Fi City.

Pulangnya, pak suami maunya ke Orchard dulu… Lha, si adik ngeluh pusing… ‘tak gosok aromaterapi, duduk minum dulu. Akhirnya kami putuskan langsung Mustafa, belanja coklat oleh-oleh. Karena gak yakin besok kesempatan. 

Arus balik Vivo City, antrian calon penumpang monorel panjangnya sampai 500 meter, ampun.  Kami disarankan petugas naik bus “nomor delapan” ke Vivo City. Kami turun eskalator ke lantai dasar USS, ke kanan, pintu keluar, ke kiri. Dua kali bus RWS8 nyelonong bae, gk berhenti di halte, padahal kami dah ge er. Ada kali 15 menit duduk di halte. #galau

Mungkin kecapekan dan pingin cepet sampe, jadi kurang fokus. Orang-orang berbondong naik bus nomer dua. Rameee banget. Kita pikir tujuannya sama, ke Vivo City juga. Yaaah kita latah naik juga. Duduk. Tanya penumpang lain, tujuannya. Ternyata bus ini cuma keliling Sentosa Island. Bukan ke Vivo City. Jaaah.. Mau turun gak bisa, penuh, bis langsung jalan. Waah gimana nih. Kata suami, ikut aja sampe USS lagi. Berapa lama perjalanan? Semfet bete. Tapi untungnya kita berempat duduk berdekatan.

Saya duduk dekat jendela, jadi bisa lihat nama halte perhentian dan nama halte berikutnya. Pas nyampe halte imbiah, ada gambar kereta monorel tujuan Vivo City. Nhaaa kita turun sini ajah. Alhamdulillah, ga pake antri, monorel langsung penuh, ga berhenti di stasiun USS. Jadi lebih cepat sampai Vivo City.  Alhamdulillah “dinyasarin” naik bus.

Keluar monorel, turun 3 lantai, ke stasiun HarbourFront, langsung naik MRT, turun stasiun Farrer Park.  Exit Mustafa Center. Telapak kaki mulai terasa panas. Kebanyakan jalan 4 hari, mikir plan A plan B plan C demi efisiensi, dan semfet kaget gegara nyasar naik bus, hahaha..

Masuk Mustafa masih harus naik lantai dua, ruang coklat. Sementara anak-anak berburu coklat, saya cari skincare, obat cuci muka, merk Cetaphil. Sekeluarga cocok pakai pembersih wajah ini. Satu jam, semua sudah selesai urusan dengan kasir. Makaaann.. dimana? Seberang Mustafa ada yang jual nasi kapau. Kapau-kapauan, heheh..

Kelar makan hampir jam 12 malem, mata terasa lengket dan punggung sampe telapak terasa remegh, dan si ayah ngajak balik ke hotel jalan kaki, wkwkwk.. si emak nawar, naik taksi aja la Yah, biar lengkap cerita di SG ini, mulai jalan kaki, naik bus, MRT, monorail, hingga taksi. Padahal sumpeh ni telapak beberapa kali rasa nyaris kram. Cuma 6-7 menit saja duduk manis di taksi, sudah sampai hostel. … Kakak surprised, nyengir, ohh deket banget, ya bu… iya Nak, kalau naik mobil dekat, cepat. …

Masuk kamar juga nggak bisa langsung tidur, packing rapi dulu buat kepulangan besok, mandi aer anget, shalat, dan… tempel koyo cabe di kaki. Alhamdulillah anak-anak seneng banget hari ini, terima kasih Ya Allah… bismika Allohumma ahya wa amut… Blasss. Pules.

2 thoughts on “Day 4. Merlion Park – USS – Mustafa Center

  1. Assalaamualaikum
    Terima kasih postingan nya
    Bermanfaat sekali utk referensi kami juga planning. Semoga keluarga mbak selalu bahagia sukses dunia akhirat. Amiin yra

    • Wa’alaikumussalam wr wb.
      Terima kasih kunjungan dan doanya… aamiin…
      Have a nice trip, ya pak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s