Day 1. Jakarta – Putrajaya- Kualalumpur

Juni 2014 ada promo maskapai merah. Saya ajak suami merencanakan liburan untuk anak-anak. Setelah melihat kalender KBM, kami pilih pekan ketiga Juli 2015. H+4 idul fithri. Alhamdulillah semester ini dua gadisku meraih prestasi membahagiakan di sekolahnya.

Sebulan sebelum Ramadhan kemarin kami sudah bolak balik intip lokasi dan harga penginapan, ulasan lokasi tujuan wisata, dan moda transportasi yang akan kita gunakan. Semua info saya cari dari blogwalking, karena saya pikir meskipun sudah empat kali menjelajah Kualalumpur dan Singapura, setiap perjalanan pasti menemui pengalaman yang berbeda-beda. Jadi saya tetap harus mengumpulkan catatan-catatan lama dan baru.

Sampailah hari keberangkatan. Lepas sholat subuh kami dijemput taksi menuju Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.  Tumben-tumbenan penerbangan paling pagi maskapai AA tujuan Kualalumpur delay hampir dua jam. Yeuh… terpaksa dua – tiga tujuan wisata hari pertama di KL, saya coret dari catatanku. 

Jam 13.45 baru lepas imigrasi KLIA2.  Suami langsung ingetin kami, niat menjamak sholat Dzuhur dan ‘Ashar di Masjid Putra.  Kemudian kami berjalan mengikuti papan petunjuk menuju loket KLIA Express, masih di dalam gedung bandara, membeli tiket kereta cepat KLIA Transit tujuan Putrajaya.  Harga tiketnya RM 6.2 per orang.

Tabel tarif kereta cepat KLIA Express klik di sini
https://www.kliaekspres.com/plan-buy/fares-passes/

Moda transportasi lain dari KLIA2 menuju Kualalumpur, banyak pilihan Bus, ada yang tujuan TBS, KL Sentral, Bukit Bintang, Puduraya, dsb. Harga tiket rata-rata RM 10, bisa pesan online atau beli tiket di loket setelah sampai bandara KLIA2.

Kami turun masuk peron KLIA Express, dimana kereta sudah tersedia di platform satu tujuan KL Sentral.  Kereta bergerak meninggalkan KLIA2 menuju KLIA, lalu ke Salak Tinggi, dan kami turun di stasiun Putrajaya/Cyberjaya.

PUTRAJAYA

Di stasiun tersedia locker penitipan koper atau ransel besar sehingga travellers bisa bebas bepergian hanya membawa tas kecil berisi dokumen dan dompet.  Locker kecil RM 10.  Locker besar RM 20. Maksimal sampai jam 23.00.

Kami turun tangga, bisa juga menggunakan lift,  menuju terminal untuk naik bus J08 yang akan membawa kami menuju Dataran Putra. 

Menunggu sekitar 20 menit busnya datang.  ACnya dingin, dalemnya bersih, kursinya ergonomis.  Karcisnya RM 0.5 per orang. Jadi kita berempat cuma bayar RM 2, sekitar tujuh ribu rupiah. 

Kami turun di halte Masjid Putra, sholat, lalu makan siang yang kesorean di Putra-Souq menghadap Danau Putra dan Putra-Bridge.   Pak suami memesan dua porsi Nasi Kandar Hameed, dengan lauk dua paha ayam super besar yang serius bikin kita berempat merem melek ngantuk akibat kekenyangan. RM 18 sajaah. Porsinya dobel jumbo. Angin pinggir danau sepoi sepoi. 

Usai sesi foto-foto kami menunggu bus J08 di halte Masjid Putra, kembali ke terminal Cyberjaya. 

Setiba di terminal Putra Sentral kami bergegas naik lift/tangga ke lantai dua menuju loket KLIA Express, beli tiket kereta tujuan KL Sentral @ RM 9.5.  Agak mahal memang, tapi kurang dari 15 menit sudah sampai KL Sentral.   Ada alternatif yang jauh lebih hemat, naik bus tujuan halte Pasar Seni, harga tiketnya @ RM 4. Tapi harus siap kena macet, dan perkiraan sampai Pasar Seni sekitar satu jam. 

KUALALUMPUR.
Kami sudah booking penginapan di Metro Hotel di kawasan Brickfields Little India, lokasinya mudah ditemukan, kalau dari pintu keluar KL Sentral jalan kaki sedikit ke arah Public Bank, nyebrang, melewati MyHotel, melewati restoran WhiteCoffee, tengok kanan terlihat plangnya Metro Hotel. Karena saya sudah pernah menjelajah blok tersebut, kami ambil jalan pintas melalui gang kecil di sebelah Public Bank, gang tempat warung jajan nasi lemak. Tembusnya di samping Metro Hotel, hehe…

Sebetulnya di blok ini banyak pilihan budget hotel. Saya pilih yang ada kamar Quadruple, bisa berempat dalam satu kamar. Supaya bisa keruntelan, hihi… Check-in, dapat kamar di lantai dua, gantian mandi, sholat maghrib dan ‘isya dijama’ taqdim. Sambil menunggu semua beres rapi, saya gunakan fasilitas wifi untuk mengunduh peta transportasi kereta di Kualalumpur.

Setelah kembali segar dan siap semua, kami keluar hotel, jalan dikit menuju KL Sentral, naik kereta LRT Kelana Jaya (KJ) tujuan stasiun KLCC, cuci mata di Mall Suria KLCC, lalu foto bareng di kaki menara kembar Petronas, ikon populer Malaysia.

Pas laper, saya ajak suami dan gadis-gadis makan Nasi Kandar Pelita yang Ayam Madu-nya terkenal enak.  Lokasinya di Jalan Ampang, belakang Suria KLCC Petronas, dekat situ juga. 

Pulang jam 22.30 naik LRT KJ lagi tujuan KL Sentral, yang berjarak empat stasiun saja dari stasiun KLCC. Ongkosnya cuma RM 1.8 per orang, sekitar enam ribu lima ratus rupiah. Mau lebih hemat lagi bisa naik bus, tapi saya kurang paham bus nomer berapa yang lewat Brickfields. Lagi pula sudah malam, ngantuk. Lebih cepat naik LRT. Tabel tarif LRT klik di sini http://www.myrapid.com.my/tickets-fares/faretable

2 thoughts on “Day 1. Jakarta – Putrajaya- Kualalumpur

  1. Wah, terkenal banget tuh nasi kandar pelita, ternyata lokasinya deket Suria KLCC ya.
    O iya mba, naek bis no. J08 dari stasiun Putrajaya ke halte berapa lama? Bisnya beroperasi sampe jam berapa ya? Soalnya denger2 kalo malam view sekitar Putrajaya lebih bagus katanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s