Pantasnya kita merasa malu.

Ketika Al Quran mengharamkan riba dan memotivasi kita mengutamakan Zakat, infaq, Shadaqah. … jika iman itu masih ada, kita akan berusaha meninggalkan yang haram dan mengerjakan yang utama. … jika kenyataannya kita belum mampu meninggalkannya, jangan buat fatwa sendiri untuk pembenaran dan jangan ajak orang lain ngikutin pilihan kita. Fokus taubat dan tetap berusaha meninggalkannya.

Demikian pula ketika MUI sudah menetapkan sesuatu itu haram.  Maka sudah sepantasnya, orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, meninggalkan yang haram.

Ulama adalah pewaris para Nabi dan Rasul.  Termasuk ulama yang tergabung di MUI.  Ilmu mereka jauh lebih tinggi dan lebih mendalam tentang syariat islam, dari pada kita yang awam.  Mereka belajar langsung kepada guru-guru yang kompeten, kitab-kitab yang otentik.  Sedangkan kita?  Kebanyakan dari kita, apalagi yang belum mau menyediakan waktu duduk di masjid menyimak kajian tafsir dan hadits, lebih suka belajar lewat google atau facebook yang beresiko membuat pemahaman kita jadi bias atau salah paham.

Ketika kita belum paham hikmah dan ilmu diharamkannya sesuatu, atau kita belum mampu meninggalkan yang diharamkan, jangan buat fatwa sendiri yang membenarkan pilihan kita. Jika iman masih ada di dalam hati, maka sepantasnya hati merasa sedih dan malu, dan berharap taufiq dan kekuatan dari Allah untuk bisa meninggalkan yang diharamkan.

Ketika orang berbondong-bondong ikut kegiatan One Day One Juz, program hafalan One Day One Ayat, jangan nyinyir “percuma ngaji klo ngga tahu artinya.” Bagaimana jika saya tantang Anda, contohkan doong, Anda ngaji dan paham artinya.

Ketika orang berbondong-bondong pergi umroh, haji, jangan nyinyir “percuma haji, umroh, akhlak ngga makin baik, cuma buat pamer.” Saya tantang Anda, contohin doong, Anda pergi haji, umroh, dengan ikhlas, dan sepulangnya akhlak Anda semakin baik. Jadi orang lain terinspirasi oleh kebaikan Anda.

Ketika melihat orang lain hijrah, berhijab, atau bahkan bercadar, dan kita belum paham ilmunya, jangan langsung melabelkan, ekstrim lah, ke-arab2an lah, sok suci lah, wahabi lah, iran syi’ah lah, dsb.  Saya tantang Anda lagi… Yuk cari tahu lebih dalam lagi ilmunya, latar belakang dan dalil-dalilnya. Islam memang turunnya di jazirah arab, Nabi-nya orang Arab, nggak perlu baca kamus, kosa kata bahasa Indonesia juga banyak menggunakan kata-kata dari bahasa Arab, contoh nama-nama hari.. Cara berpakaian, adalah hak asasi. Kebebasan menjalankan agama dan keyakinan, dijamin dalam Pancasila dan UUD 45. 

Kita jangan sok-tahu isi hati orang lain. Siapa tahu memang dia sungguh-sungguh ingin taubat, ingin membersihkan dirinya, ingin dicintai Tuhannya, dan sungguh-sungguh ingin masuk surga. Kalau surga itu bukan hal yang penting bagi Anda, it’s your choice.  Jangan ngajak orang lain menjauhkan diri dari cinta Tuhannya, itu tabiat syaithan. 

Manusia itu berasal dari surga. Ada yang kelak, kembali ke surga, ada yang lebih suka menerima ajakan syaithan, putus asa dan akibatnya mereka kembalinya jadi ke neraka, naudzubillahi min dzalik. Akhlak manusia penghuni surga itu, optimis, selalu berharap cinta-Nya, hatinya menyukai kebaikan dan perbaikan, dan tindakannya cenderung pada amal-amal yang baik, kebaikan standar Tuhan.

Ketika kita belum bisa mengamalkan sebuah ketaatan, maka dukunglah orang-orang yang sudah melaksanakannya, atau diam. … jangan judge begini-begitu, yang kita sendiri belum paham dan masih kurang ilmu di bidangnya, jangan pula kita ungkit masa lalunya. … Tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia pasti berlumuran dosa, dan tetap BERHAK membersihkan dirinya. … Dari pada ngejudge orang lain yang sedang belajar taat, lebih baik kita fokus memikirkan tentang bagaimana penilaian Tuhan terhadap diri kita. Yuk sama sama kita bertobat sebelum terlambat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s