Hitam Putihku

Sayangnya … banyak muslim muslimah yang “membela” kelainan kaum sodom itu…

“Itu kan bukan kemauan mrk, mbk..”
Lantas, maunya apa?
Yang jelas doung, fithrahnya cewe atau cowo?  Maunya pelangi, gituh? Kesana bisa kesini bisa?  Hewan aja yang gak punya akal, tau kok, kawin itu ya sama beda jenis. Manusia dikasih akal buat berpikir, dipake nggak tuh?

“Mrk ngrasa sakit mbk,”

Trs, nggak kepingin sembuh?
Klo emang jujur pingin sembuh, BEROBAT dooung. Berobat yang beneerrr. Jangan sakit mata minumnya obat diare.  Cari dokter dan pembimbing ruhani. Konsultasi sampe sembuh tuntas.

“Mrk juga tersiksa loh mbk,”

Bagus klo tersiksa, itu artinya, fithrah mereka teriak menginginkan kebebasan tapi mereka sendiri tetap memenjarakannya. …. lNgomong2, semangat banget sih ngebelain tmn2mu yang cenderung sesama jenis?  Jangan2 udah ketularan yah?  #iiihh #jauh2ahh

“Apa hak mbak nuduh saya LGBT..?”

Hak saya ngasihtau yang beneerrr. …. klo kamu normal, Alhamdulillah. …. dan klo kamu sayang beneran sm tmn2mu itu, ajak doung mereka ke jalan yang direstui Tuhan, ajak menikmati kebahagiaan sejati.  Bukan malah belain mereka dengan 1001 pembenaran. Kamu senang liat hidup mereka terus tersesat? Bagaimana klo papa kamu yang tersesat? Bagaimana klo kakak/adikmu sendiri yang tersesat? Apa kamu biarkan? Bayangkan, bagaimana hancurnya perasaan orangtua yang mengetahui anaknya menjalani pilihan hidup, kawin dengan sesama jenis?

*chatting dengan salah seorang contact BBMku, yang ngakunya punya temen, satu kontrakan “begitu” semua..  saya putuskan meninggalkan debat kusir tsb.
Penyakit kaum sodom kekgitu, klo penderitanya udah diajak sembuh masih nyeleneh juga, dlm islam boleh kok, dibunuh. Krn jika dibiarkan berkembang, virus menular ini bisa merusak satu generasi. Fatal. Na’udzubillah min dzalik.

Pernikahan suci itu adalah yang direstui / dicintai Tuhan, yang salah satu tujuannya adalah berketurunan. Tuhan menciptakan diri kita dari benih laki-laki dan perempuan. Semua manusia diciptakan sesuai fitrahnya, laki-laki, atau perempuan. Tuhan kasih modal AKAL untuk berpikir, memilah yang baik dari yang buruk, memilih yang benar dari yang salah menurut standar-Nya.  Fithrahnya manusia, itu Suci, cenderung (menyukai) kebaikan dan kebenaran.

Lingkungan dan hawa nafsu, yang kemudian paling mempengaruhi fithrahnya, mempengaruhi kesehatan akalnya. Ibarat naik mobil yang wipernya macet atau rusak, ketika hujan deras, pandangan kita pasti akan terhalang. Bukan tidak ada jalan. Pengemudi yang sadar bila wipernya rusak, pasti akan segera bertindak, memperbaiki wipernya atau menyetel wiper baru, demi keselamatan perjalanannya.

Orang yang sadar akan gangguan pada fithrahnya, akan merasakan kegalauan, resah. Artinya, level gangguannya baru stadium awal. Akan lebih mudah diajak diskusi dan bertindak, memperbaiki keimanannya dan hijrah ke lingkungan baru demi menyelamatkan perjalanan hidupnya. Sedangkan pada gangguan di level stadium lanjut, golongan ini akan merasakan bahwa “ini nikmat karunia Tuhan” dan akan memberikan 1001 pembenaran atas Pilihannya itu. Cara menyikapi golongan ini, bila terjadi pada lingkungan dekat, peringatkan resikonya, dan.. Jauhi, karena virus laknat ini sangat cepat menular. Doakan saja dari jauh semoga hatinya terbuka dan memperoleh petunjuk keselamatan.

Keluarga dan masyarakat punya peran penting dalam pencegahan. Bekal utama adalah, keimanan utuh, perhatian dan kasih sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s