Pelesir Sehari 3 Pulau

Ahad 8 Juni 2014 jam 05.45 saya sudah meluncur menuju Dermaga Muara Kamal. Masuk tol dalam kota, arah Bandara Soetta. Keluar pintu tol Kamal, jalan bercabang dua: yang kanan masuk tol Lingkar Luar Barat, yang kiri ke Muara Kamal.

Ketemu putaran pertama, putar balik arah. Jalan pelan-pelan, belokan pertama, kita ke kiri. Terus saja mengikuti jalan besar, sampai mentok, pertigaan, belok kanan, melintas jembatan (fly-over) yang memotong jalan tol. Mentok, pertigaan, ke kanan. Terus saja sampai melewati GOR Kamal (ada di sebelah kanan). Jarak 500 meter dari jembatan gerbang GOR Kamal, ketemu pasar ikan. Ada parkiran mobil di sekitar sana. Kalau datang pagi, mungkin kita beruntung dapat parkir. Tapi kalau sampai sana lewat dari jam 7 apalagi weekend, wassalam.πŸ™‚

Kita harus jalan kaki dari pasar ikan menuju dermaga. Asyik juga melihat ratusan pedagang ikan menggelar dagangannya dikerumuni calon pembeli. Beragam jenis ikan yang dijual di sana. Mulai ikan yang biasa saya hadapi di meja dapur. Sampai ikan “model baru” yang belum pernah saya lihat. Segar-segar. Naluri keibuan saya tersentuh. Pingin belanja, maksudnya. HeheπŸ˜€

Masuk dermaga saya melihat puluhan perahu parkir siap disewakan. Bau amis ikan campur sampah busuk menyengat hidung. Air lautnya hitam kotor nian. Tapi pemandangan ini sama sekali tidak mengganggu mood saya. Fokus saya berkenalan dengan anggota rombongan dan mulai sesi foto selfie-sukaisih.πŸ˜›

 photo 10376061_10203128171877950_5352023575309669183_n.jpg  photo 10468379_10203128170837924_6355338746667330638_n.jpg

 photo 10347244_10203121848479869_845856908934505335_n.jpg  photo 10420279_10203121836199562_3661721529844564892_n.jpg

 photo 10449469_10203128174358012_8082315061844019691_n.jpg Aselinya terang benderang, laut seperti bertabur berlian. Subhanallah. .... photo 10390474_10203122028004357_7611725736201853732_n.jpg

Tepat jam 8 perahu kami bergerak menuju tujuan pertama. Pulau Kelor. Berangkat satu perahu isi 10 orang. Semangat ngobrol heboh foto narsis. Air tenang. Matahari bersahabat. Air laut mengkilat-mengkilat seperti bertaburan berlian. Subhanallah.

Kurang dari 30 menit tibalah kami di Pulau Kelor. Dahulu Belanda menamai pulau ini dengan sebutan Kerkhoff Island. Kemudian masyarakat umum sering menyebutnya dengan Pulau Kelor, karena saking kecilnya pulau ini ibarat selebar daun kelor. Keunikan pulau ini adalah Benteng Marthello, yang akhir-akhir ini menjadi populer karena dijadikan tempat ijab kabul pernikahan Rio Dewanto dan Atikah Hasiholan.

Kerkhoff island / pulau kelor. photo 10300148_10203122192288464_8927912335182326556_n.jpg Meninggalkan Benteng Marthello. Kerkhoff island. photo 10373784_10203122193968506_8842396166102677448_n.jpg

 photo 10417609_10203128190358412_9034285466307903112_n.jpg  photo 10459142_10203129407748846_5999751175690144123_n.jpg

 photo 10458164_10203129418389112_7341367100575298435_n.jpg  photo 10329059_10203129420149156_6533884228591104868_n.jpg

 photo 10390343_10203129417109080_4361682093873107124_n.jpg  photo 10409441_10203129415549041_7820706568188866293_n.jpg

 photo 10174997_10203129410708920_6540477971882915791_n.jpg  photo 10364190_10203129409508890_8498378563996912699_n.jpg

 photo 10446700_10203122320651673_3897112123031161557_n.jpg Di dalam Benteng Marthello. Kerkhoff island. photo 10156055_10203122252729975_1388047652197099406_n.jpg

Jika bepergian mengunjungi 3 pulau ini, bisa dipastikan kunjungan pertama ke Pulau Kelor. Waktu saya ke sana sih, nggak ada warung makan/jajanan. Jadi sebaiknya bawa minum dan makanan sendiri, jika ingin berlama-lama di pulau ini.

Destinasi kedua. Pulau Cipir, dahulu berfungsi sebagai karantina jemaah haji yang baru pulang. Dinamakan Cipir karena bentuknya yang tipis / ceper. Cipir dan Onrust, dulunya satu daratan. Letusan Gunung Krakatau menenggelamkan bagian tengah, hingga sekarang terlihat terpisah.

 photo 10368409_10203129393068479_5672898043857139652_n.jpg  photo 10386853_10203128199158632_4910090170696179661_n.jpg

 photo 10444382_10203129384068254_6818687658511463362_n.jpg  photo 10441353_10203129406268809_6650380049340547680_n.jpg

 photo 10390514_10203129387548341_6904428138660129483_n.jpg  photo 10347170_10203129385708295_99767823421554842_n.jpg

Pulau Onrust, lebih kaya ceritanya, pernah jadi asrama calon jemaah haji, pernah menjadi benteng pertahanan Belanda dari serangan Inggris, pernah menjadi pulau tahanan pada jaman penjajahan Jepang, pernah juga menjadi tempat isolasi bagi penderita penyakit menular, dan pelabuhan yang sangat sibuk tempat kapal-kapal Belanda loading keperluan logistik. Dinamakan Onrust, dari bahasa Belanda, yang artinya, pulau yang tidak pernah beristirahat. Bangunan yang tersisa hanyalah bekas rumah dokter yang bertugas memeriksa jamaah haji. Rumah ini dijadikan Museum Onrust.

 photo 10418193_10203128196238559_2973516216892994857_n.jpg  photo 10418929_10203129381388187_2294428126014909155_n.jpg

 photo 10432133_10203129393948501_8380835693564940323_n.jpg  photo 10440948_10203129403588742_5223603996899479007_n.jpg

Hampir jam 4 sore perahu kami berlayar kembali menuju pulau Jawa. Satu perahu 20 orang, gabungan 3 grup. Terasa agak tegang. Ombaknya lumayan. Rasanya sudah 30 menit kok nggak nyampe-nyampe siih. Semua hening. Mungkin berdoa agar Allah menenangkan alunan ombak dan memperpendek jarak perjalanan kami. Alhamdulillah jam 16.35 wib berlabuh di dermaga Kamal.

Saya pulang bertiga. Angga tujuan Gambir-Bandung. Rina dan saya tujuan Rawamangun. Kami naik omprengan sampai Rawa Bunga Cengkareng, posisi terdekat dengan halte bus TransJakarta. Ongkos ngompreng tujuh ribu rupiah. Nyambung bus TransJak tujuan Pulogadung, Angga turun di stasiun Gambir, Rina dan saya transit di Cempaka Mas, nyambung bus TransJak tujuan Cililitan turun di halte Bea Cukai. Rina dijemput suaminya, saya nyambung mikrolet M21 turun depan portal komplek. Jalan kaki 5 menit. Sampe rumah jam 8 malam. Mandi luluran, sabunan 2x, keramas. Bahagiaaa banget ketemu air bersih. Cuci muka 2x. Oles krim malem. Oles parem kaki. Blass. Merem sampe Subuh. Besoknya, bekam. Alhamdulillah segeerrr, hilang pegal linunya. Semangat lagiiih. Kebayang-bayang: Bromo!πŸ˜€

Terima kasih Diaaahh dan Wiwiw Tripaholic, yang mengadakan pelesiran seru ini.

Sabar yaah. … Foto-fotonya belom kelaar diaplot. …
To be continued , yaah.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s