Wasiat Kepada Putriku

Pernah simak sebuah kajian tentang pentingnya berwasiat kepada pasangan dan anak. Karena kita tidak pernah tahu kapan malaikat maut menjemput. Hiiy langsung ngeri aja ngebayangin sakaratul maut. Harapanku siih, boleh umur panjang dalam sehat dan barokah (bermanfaat bagi sesama). Tapi baiklaah. Saya akan belajar menyicil wasiat kepada putriku.

Wasiat Pertama.Qur’an surah Al Ikhlash. Jadikan Allah satu-satunya tempat menggantungkan segala harapan impian dan cita-cita. Jangan pernah berharap pada manusia karena engkau akan kecewa. Jangan terlalu percaya pada kemampuan dirimu. Manusia itu dhoif, lemah, hina. Sedangkan Allah Maha Mulia. Maha Kuasa. Maha Pengasih. Maha Penyayang. Maha Bijaksana. Manusia itu miskin, sedangkan Allah Maha Kaya, maka mintalah hanya kepada Allah.

Wasiat Kedua.
Masih erat hubungannya dengan wasiat pertama. Prioritaskan hak-hak Allah. Niscaya Allah cukupi segala kebutuhanmu. Sholat fardhu tepat waktu, lengkapi dengan sholat sunnah, dzikrullah, membaca Al Qur’an, tunaikan zakat infaq shodaqoh. Sambung silaturahim. Hari – hari kita tidak akan pernah luput dari dosa, maka perbanyaklah istighfar. Taubat adalah kewajiban seumur hidup. Taubat, mampu mempercepat terkabulnya Doa.

Wasiat Ketiga.
Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Bersahabatlah dengan para pembelajar sejati dan orang-orang sholeh. Belajar di sekolah, belajar dengan alam, belajar mengenal budaya dan menyikapi karakter manusia. Belajar terus ya Nak, sampai akhir hayat.

Wasiat Keempat.
Jaga kesehatan. Nikmat sehat itu Modal untuk ibadah sebaik-baiknya. Belajar, menuntut ilmu, adalah ibadah. Bekerja adalah ibadah. Kesehatan, salah satu modal utama kesuksesan. Bersahabatlah dengan orang – orang yang peduli kesehatan jasad, ruhiyah, akal, dan hati kita.

Wasiat Kelima.
Selalu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, alam semesta, bagi duniamu dan akheratmu. Jangan pernah menyerah, berusaha menjadi orang yang lebih baik. Jangan takut celaan orang-orang yang suka mencela. Jika niat kita semata-mata untuk meraih cinta / ridho Allah, maka tidak akan ada kerja keras yang sia-sia. Semua pasti bernilai di sisi Allah. Bekerjalah, dan harapkanlah penilaian Allah saja. Semoga dengan keletihan dan pengorbanan kita, Dia hapuskan dosa-dosa kita, Dia ridho kepada diri kita.

Wasiat Keenam.
Persiapkan dirimu menjadi calon ibu bagi generasi yang sehat, sholeh, sholeha, dan unggul berprestasi. Mumpung masih muda. Cicil ilmu parenting dalam pemahamanmu. Karena jaman terus berkembang cepat dan belum ada sekolah khusus menjadi orangtua yang baik, maka suka atau tidak kita harus lanjutkan belajar lagi – belajar terus.

Wasiat Ketujuh.
Ujian hidup, pasti ada , dan akan selalu ada selama hayat. Ujian adalah kesempatan membuktikan iman kita kepada Allah. Setiap masalah pasti ada solusinya. Peran kita, ikhtiar memilih menempuh solusi yang terbaik. Serahkan hasilnya pada Allah. Jangan “mengatur” Allah mengikuti semua maunya kita. Berserahlah, maka hati akan tenang. Jika kita merasa sudah melakukan ikhtiar yang terbaik, niscaya hasilnya pun adalah yang terbaik. Setiap ujian pasti ada akhirnya. Ada hikmahnya. Semoga setiap akhir ujian, dapat Ridho Allah.

Putriku. ….
Hari ini, mungkin kalian belum paham maksud wasiat ibu. Suatu hari kelak tujuh wasiat ini akan kalian pahami, dan akan amat sangat bermanfaat insyaaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s