Sharing Pengalaman sebagai Admin ODOJ

Pertengahan November 2013 saya gabung grup One Day One Juz. Niatnya sih supaya semangaaatt baca Qur’an. Saya percaya, jika punya kemauan, harus cari lingkungan yang mendukung. Bergabunglah saya di grup pertama. Masuk pekan kedua kok mulai banyak yang melelang jatah Juz nya nih. Bukan karena haidh atau darurat. Tapi alasannya anak rewel-lah, kerjaan kantor banyak meeting-lah, tugas kuliah-lah, yang sebetulnya rutinitas yang bisa diperhitungkan. Akhirnya saya juga terpengaruh, malas.

Saya leave, dan gabung grup kedua. Mencari grup yang orang-orangnya komitmen tinggi. Ternyata beti. Banyak odojers yang awalnya semangat menggebu-gebu. Tapi masuk hari ke-4 mulai melelang juz-nya dengan alasan sibuk. Tiga hari kemudian lelang kembali dengan alasan yang sama. Dan menular. … Ada grup yang hampir separuhnya melelang Juz jatahnya. … Kapan khatamnya itu grup? Padahal Admin-nya, PJ’s-nya sudah terus menerus memberikan inspirasi, motivasi, keutamaan orang-orang yang membaca Al Qur’an.

Saya putuskan membuat grup sendiri, dan bertekad menjaga semangat orang-orang yang punya komitmen saja yang boleh ada di dalam grup saya. Selain mem-forward cerita-cerita motivasi, inspirasi dari Al Quran dan Hadits, saya juga menyediakan Ruang Daftar Komitmen (RDK). Jadi, member yang tidak masuk laporannya sampai jam 5 sore, namanya masuk RDK. Jika dalam satu bulan 2x nama masuk RDK tanpa alasan yang kuat, saya minta ybs berbesar hati untuk memberi kesempatan orang lain (waiting list) bergabung di grup menggantikan posisinya.

Dalam dua bulan terakhir, dari 3 grup yang saya kelola, ada 11 orang yang harus leave dengan berbagai alasan. Ada yang setelah leave, tetap berkomunikasi enak dengan odojers lain. Ada yang men-delcon saya. Ada juga yang menteror kami dengan broadcast bahwa ODOJ itu bid’ah bla bla bla. He🙂 he🙂 Tapii… setelah grup di-refresh dengan odojers baru, ketiga grup ini Allah ijinkan khatam sebelum jam 5 sore. Sebelum waktunya tutup laporan harian. Bahkan hari Ahad pun yang mana inilah hari tersibuk selama sepekan, ada satu grup yang khatam sebelum adzan ‘Ashar waktu Jakarta. Alhamdulillah mashaa Allah.🙂

#OneDayOneJuz bukanlah ibadah yang wajib. #ODOJ hanya salah satu cara kreatif menghidupkan sunnah, membangun cinta kepada Al Qur’an, meraih ridho Allah.

Sedangkan mengurus rumahtangga, menafkahi keluarga, bekerja di kantor, menyelesaikan tugas kuliah, adalah Amanah (kewajiban). Utamakan dulu yang wajib. Jika kita ingin juga menghidupkan yang sunnah #ODOJ maka sediakanlah waktu untuk komitmen. Jika belum mampu, jangan memaksa diri. Leave group dulu. Berbesar hatil-lah untuk memberi kesempatan odojers waiting list. Karena anggota lain yang komitmen, pasti berharap, grup dapat khatam setiap hari.

Saya harapkan… Odojers jangan terhanyut euforia fenomena #odoj. Jangan merasa bangga, gabung #odoj hanya pamer Display Name / Display Picture / Personal Message. Tanyakan pada diri sendiri, apakah komitmen saya selaras #OneDayOneJuz. Hati-hati dengan peringatan Allah, dalam firman-Nya di QS 61:2-3.

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah karena kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash Shaff [61]: 2-3)

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan ada seseorang yang didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Isi perutnya terburai, sehingga ia berputar-putar sebagaimana berputarnya keledai yang menggerakkan penggilingan. Penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka bertanya, ‘Wahai fulan, apakah yang terjadi pada dirimu? Bukankah dahulu engkau memerintahkan kami untuk berbuat kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?’. Dia menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian berbuat baik akan tetapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang kemungkaran sedangkan aku sendiri justru melakukannya’.”

Naudzubillahi min dzalik. Tulisan ini saya buat terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri. Harus sering-sering evaluasi. Tanyakan ke dalam diri, apa niat saya gabung #odoj. Harus sering-sering berdoa, berlindung kepada Allah dari hembusan riya’ yang sangat halus, dan doa: Robbana taqobbal minna. Wahai Rabb kami, terimalah (ibadah) dari kami. Mohon maaf lahir batin, bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati pembaca. Semoga Allah menolong kita menjadikan kita semua orang-orang yang saleh/sholihat, yang baik dan membaikkan. Aamiiin.

Keutamaan Tilawah dan Menghafal Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s