Bapakku Sayang – bagian 2 (selesai)

Dua kali konsultasi, saran psikiaternya, pertemukan bapak dengan pembimbing rohani yang tepat, yang mendamaikan. #Jleb. Saya kaget, bingung, karena sejauh yang saya pahami selama ini bapak rajin pergi ke pengajian, mendengarkan radio rodja. Saya penasaran, apa selama 6 tahun terakhir dipelajari di kajian-kajian itu, belum mendamaikan hatinya? Saya coba datangkan ustadnya. Panjang lebar ustad Taufiq menasehati bapak. Tentang TAKDIR. Kelihatannya bapak tidak terlalu antusias. Malah mengalihkan topik. Astaghfirullahal’adzhiim.

Dokter internist menyimpulkan hasil pemeriksaan, secara fisik sehat walafiyat. Alhamdulillah. Hanya masalah psikis. Tapi herannya, kenapa nafsu makannya belum ada kemajuan. Dokter merencanakan pasang selang untuk memasukkan makanan langsung dari kerongkongan. Bapak ketakutan, minta pulang paksa. Saya melihat “peluang” memaksa bapak untuk mau makan. Saya minta bapak berjanji dengan dokternya, kalau dalam 3 hari pertama di rumah, tidak juga mau makan, bapak akan kami kembalikan ke RS langsung pasang selang.

Hari-hari pertama langsung mau , makan nasi kapau, pizza, bihun, kwetiau, salad. Meskipun cuma 3-4 suap. Cukup melegakan hati kami anak-cucu. Saya teruskan tilawah dekat-dekat bapak, setiap hari, berharap berkah Al Qur’an, Allah turunkan kesembuhan bagi bapak, dan berharap Allah menambahkan kesabaran bagi kami semua. Saya juga terus menghubungi sahabat-sahabat bapak, minta tolong mereka kunjungi beliau di rumah. Ustadnya juga sudah tiga kali berkunjung. Emosi bapak mulai “hidup”. Mudah terharu, sedih, marah. Nggak masalah. Dari pada diam saja, pandangan kosong seperti dua bulan yang lalu. Sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan sering nyeplos yang lucu-lucu.

Kami usahakan bapak lebih sering makan siang/malam bareng anak-cucu. Pergi jalan-jalan, menginap di Bandung. Alhamdulillah dua pekan sudah muncul semangat hidup. Mulai punya kesibukan di rumah, betulin radio, lampu, bahkan naik beres-beres loteng. Perubahan yang cepat sekali. Alhamdulillah. Terima kasih atas doa sahabat, keluarga, semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s