Singapura. Titip Koper/Ransel. Makan Siang. Solat di Masjid Sultan.

Sejak jam 3 pagi lampu notifikasi bebeemku berkedip merah. Ari sudah ‘on the way’ dari Cibinong menuju airport. Jam 4 Senny lapor sudah dijemput taksi lebih awal, padahal dia pesan untuk jam 4.30. Rina dan saya diantar suami masing-masing naik motor ke terminal Rawamangun, menuju airport naik bus Damri. Jam 6.30 kami berempat sudah duduk manis di ruang tunggu keberangkatan. Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Ari baiiikk banget motoin kita.

 photo IMG-20131112-WA000_zps934574fe.jpg

Rencana perjalanan (itenary) yang sudah tersusun sebulan terakhir terpaksa harus ada yang berubah, oleh karena pesawat kami delay satu jam lebih. Sampai Changi lepas urusan imigrasi sudah jam 11.30, patungan ongkos kami naik taksi menuju The New Inncrowd – Dunlop St, hostel tempat kami titip ransel dan tas gede berat. Layanan Left Luggage Lockers and Storage ini kami bayar $2 per orang per hari. Lebih murah dari harga banderol di web-nya. Kami bisa bebas melenggang, jelajah Singapura.

Dunlop Street

Destinasi pertama: Masjid Sultan. Jalan kaki menyusuri Dunlop St. melalui Masjid Abdul Gafoor.

 photo IMG-20131112-00283_zpsde27ec08.jpg

Ketemu Sim Lim, belok kiri masuk Jalan Besar, belok kanan masuk Weld Rd, lurus sampai ketemu Victoria St perempatan lampu lalin belok kiri, jalan sambil tengok kanan, ada Jalan Pisang ya masuk Jalan Pisang, lurus sampai ketemu North Bridge Rd belok kiri, langsung belok kanan masuk Kandahar St. Tak jauh, ada Rumah Makan Minang di sebelah kanan, belakangnya kelihatan Masjid Sultan.

Sebelum solat kami mampir makan siang di Rumah Makan Minang. “Dari pada solat kepikiran makan, mending makan kepikiran solat. Hehe,” kata Senny. Setuju deeh, kakak.๐Ÿ™‚

Alasan utama kami makan di sini adalah, halal. Kedua, rasanya standar. Ari dan Senny lebih semangat makan yang pasti-pasti rasanya. Tapi memang kenyataannya, rasanya cocok banget di lidah kami. Apalagi siang itu hari hujan gerimis mengundang selera, sampe’ nambah porsi.๐Ÿ˜›

porsi saya, nasi, sayur segar, ikan tongkol asam pedas, mineral water

Ari tersenyum maniiiss bangeettt.๐Ÿ™‚

Ari

Senny kekenyangan sampe bengong. Disuruh nambah, dibayar dollars pun, geleng-geleng aja.๐Ÿ™‚

Senny

Alasan ketiga, lokasi Rumah Makan Minang ini dekat Malay Heritage Center dan dekat Masjid Sultan, kurang dari 50 meter. Keempat, harganya terjangkau bagi turis hemat macam kami.๐Ÿ˜‰

Depan Komplek Masjid Sultan

Malay Heritage

Selesai solat kami sempat mengambil foto di dalam dan luar Masjid Sultan.

 photo IMG-20131116-WA060_zps8b2bf2f8.jpg
Komplek Masjid Sultan

Biaya:
Taksi $18 / 4 orang = $4.5 = Rp 41.500
Makan enak gizi tinggi = $6 = Rp 55.000,-
Ongkos titip bagasi = $2 = Rp 18.500

Total Rp 115.000,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s