Silvera. Bagian 2. Selesai

Teman-teman mulai berdatangan, dari meja registrasi mereka bergerak antri photo-booth, dan bagi yang narsis bisa memberikan testimoni direkam video. Lalu memilih meja bundar, duduk di kursinya masing-masing. Ada yang berpelukan menjerit kegirangan ketemu lagi teman lamanya. Ada yang ngakak-ngakak. Ada yang foto-foto. Ada yang duduk santai ngangguk-ngangguk kalem dengerin musik, ada yang ngobrol tukar kabar, dan tukar kartu nama. Cerdas. Hahaa.😀

Sebetulnya panitia telah mengundang 4 orang guru, tapi cuma 3 yang hadir, mereka senang bertemu siswa-siswinya. Dan aku cuma ingat satu orang, Pak Sartomo, guru matematika. Cara ngajarnya lumayan asyik. Aku jadi suka matematika. Yang paling berkesan itu, waktu aku kelas 3, hari pas beliau piket, keliling mengontrol kelas-kelas, aku lengah, rupanya beliau melihat rambut cambangku yang sengaja kubiarkan panjang tak proporsional dengan model youngenku. Tiga bulan piara cambang, selamat. Kali ini sial. Pak Sartomo melotot, gesit sekali menarik cambangku, lalu bertanya pada temanku, “Gunting mana gunting?” Tak menemukan gunting, Pak Sartomo memanggil tukang sol sepatu yang kebetulan lewat, “Bang, sini. Pinjam gunting.” Selesailah cerita cambang antik kebanggaanku.

Aku menyapa beliau, mengingatkan beliau dulu kelas 1F, 2F, 3L. Beliau ingat namaku. Gak ada lagi siswi yang punya nama dan ulah unik seperti diriku. Beliau tanya tempat tinggalku, kegiatanku, suami dan anak-anakku. Rupanya beliau telat punya anak, yang bungsu masih kuliah. Saya pikir sudah punya cucu. Beliau terkesan dan bangga dengan acara reuni kali ini. Konon sih, termewah. Uhuk! Menurut penilaian beliau loh. Entah. Apa karena doorprize-nya mulai suplemen kesehatan, smartphone, hingga tivi layar gede? Apa karena acara berbagi donasi untuk sahabat-sahabat kita yang hidupnya kurang beruntung dan kena musibah sakit keras? Apa karena tempatnya di Ballroom Hotel baru yang furniturnya masih kinclong, soundsystem-nya cakep, dokumentasi canggih, kombinasi menu jamuan makan super enak?

Panitia berterima kasih atas partisipasi donasi dan kehadiran sahabat alumni yang luar biasa mendukung acara ini terselenggara sukses. Tak ada kepala yang tak pitak, ehh maksudnya tak ada gading yang tak retak. Pasti ada sisi yang kurang sempurna dari penyelenggaraan, panitia telah memohon maaf yang sebesar-besarnya baik di akhir acara, pun keesokan harinya di Facebook Group Alumni. Saya sendiri terharu, dan salut banget pada panitia yang sudah bekerja all-out. Saya jadi lebih dalam mengenal dan merasakan ketulusan mereka, menyambungkan silaturahim 150 kawan lama. Mereka, makelar amal saleh. Two thumbs up. MasyaAllah.

silvera1

silvera2

sebagian panitia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s