AJKE

Kemarin ada pesta seni dan kreativitas di sekolahnya. Ada bazaarnya juga. Peluang ini dia manfaatkan untuk berjualan Abon Jamur Kentang Ester (selanjutnya kita sebut AJKE). Bazaar mulai jam 8 pagi. Empat puluh botol siap di meja. Ya, pede ߪπgέd dia minta saya bawakan 30 botol AJKE rasa pedas, dan 10 original.

5 menit pertama stand sepi, dia galau.

“Bu, gimana ya, caranya, biar stand ini ramai pengunjung?”

Kujawab dengan pertanyaan, “Mau gak, beredar, bawa tester ini, datangi org2 di dpn panggung sana, datangi stand ke stand?”

“Aku nggak berani bu.😦 ”

Saya coba coach, “Nih yaa, kamu datangi orang-orang di sana dengan senyum 117 (satu cm kanan, satu cm kiri, tahan 7 detik), ucapkan salam, kshtau namamu dan dari asrama mana, bilang km punya tester abon, tanya apakah mrk bersedia nyicipin, jangan berharap mereka langsung mauu beli, tapi targetmu hanya asal mereka mauu aja nyicipin testernya. Nah klo sdh nyicip, baru km kshtau stand kita ada dimana. Gimana?”

Dia sempat ragu. Saya santai aja, merapikan meja, catatan, dan lain-lain. Gak lama dia bangkit dari duduk, dia bawa juga tuh botol tester, gentayangan.😀

Setengah jam kemudian saya lihat dia sedang “prospecting” seorang guru yang saya tahu Raihana paling segan dengan guru ini. Wah surprised saya. Dia berhasil mengatasi ketakutannya. Lima menit setelah itu dia kembali ke stand, dalam keadaan keringetan basah kuyup. Saya ksh minum. Dia duduk, ngadem, minum. Saya berdoa, Tuhan tolong bahagiakan anak ini, dia sdh belajar all out, saya ridho padanya maka bahagiakanlah dia.

Jam 9 mulai ada pembeli. Jam 9.30 laku 8 botol. Dia cemberut, loyo, bete, trs minta jam 10 tutup stand, pingin jalan2 ke Mal Terakota (BSD). Lhaaa jam 10 justru pembeli rame, ada yang mborong 4-6 botol. Bu guru, pak guru yang Raihana segani pun, beliii. \=D/ Alhamdulillah.

Raihana juga belajar menerima penolakan. Ada yang bilang, “Kok enak ߪπgέd nih abonnya, pake emesge, ya? Kok tahan lama sih, sampe Februari, pake pengawet ya?”

Kuajarin jawabnya, “ini produksi rumahan kak, penyedapnya alami, cuma bawang, garam, gula, dan minyak sayur. Abonnya kan kering nih kak. Proses pengeringan ini yang bikin awet tahan 6 bulan. Klo pake pengawet kimia bisa awet 2 tahun kak.””

Raihana berhasil menjual 30 botol AJKE dalam 2 jam. Alhamdulillah. Hal yang paling membanggakan saya adalah dia berhasil menaklukkan rasa ketakutannya. Takut ditolak. Ada beberapa orang kakak kelas yang menolaknya blak-blakan. Dia tetap tersenyum. Senyum 117.

Beres-beresnya jadi molor. Sampe Mal hampir jam 1. Makan siang soto di Cafe Betawi. Wajahnya ceria.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s