Anak Dalam Perspektif Al Quran

Berikut inti sari Kajian Muslimah tanggal 13 Februari 2013 di Mesjid At Taqwa UNJ. Pemateri: Ustadzah Komalasari.

1. Anak sebagai Perhiasan Dunia.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal saleh yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” QS Al Kahfi (18): 46.

Perhiasan adalah sesuatu yang kita gunakan untuk memperindah penampilan, membuat pemakainya senang, dan dapat menambah rasa percaya diri. Mulai dari jenis kecil seperti gelang, cincin, jam tangan, tas, hingga yang besar seperti kendaraan, rumah dan sebagainya, termasuk keturunan.

Ketika seseorang bertemu kawan lama, reuni, atau berkenalan dengan orang baru, biasanya perlu menjawab pertanyaan standar, “Rumahnya dimana? Anaknya berapa, sekolah dimana?” Jawaban dari pertanyaan ini bisa menunjukkan level kesuksesan seseorang, dan bisa membuat perasaan seseorang berubah saat menjawabnya. Seorang ibu, jika sudah menceritakan perkembangan balitanya yang super lucu, atau menceritakan prestasi anak-anaknya, pasti akan terlihat bersemangat, senang dan bangga. Anak-anak ini dapat membuat orangtuanya semakin tambah bersyukur kepada Allah, atau menjadi sombong.

2. Anak sebagai Fitnah / Ujian.
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan (ujian) dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” QS Al Anfal (8) ayat 28

Anak menjadi ujian bagi orangtua ketika (naudzubillahi min dzalik) terjerat kasus narkoba, pergaulan bebas, atau ketika terserang penyakit berat, atau terlambat belum datang jodohnya, dan sebagainya. Perlu kesabaran, ketenangan, keikhlasan, keyakinan dan menggantungkan harapan sepenuhnya pada pertolongan Allah di dalam ikhtiar-ikhtiar menempuh solusinya.

3. Penyejuk Hati. QS Al Furqon (25): 74.

Anak-anak yang sholeh, yang sholeha, yang takut pada Rabb-nya, cinta (membaca) Al Qur’an, adalah penyejuk hati bagi orangtuanya dan orang-orang beriman. Kepribadian mereka lebih matang dari anak-anak seusianya. Visi mereka lebih jauh. Akhlak mereka mulia dan memuliakan. Anak-anak ini adalah investasi terbaik bagi orantuanya, baik di dunia, pun di akherat. Anak-anak penghafal Al Qur’an kelak di akherat dapat menjadi syafaat (penolong) bagi orangtuanya dan sepuluh orang terdekatnya.

4. Musuh. QS At Taghobun (64): 14.

Anak dapat menjadi musuh yang nyata bagi kedua orangtuanya ketika mereka menghalangi orangtua taat patuh kepada Allah dan atau mendorong orangtuanya bermaksiat kepada Allah, misalnya murtad, naudzubillahi min dzalik.

Pendidikan Anak Penyejuk Hati dimulai dari memilih benihnya, memilih pasangan hidup, calon suami/istri. Hendaklah memilih yang sholeh/sholeha, yang seVisi seMisi, yg mau belajar terus menerus. Setelah lahir, didiklah anak-anak menyintai Nabinya, menyintai ahlul baitnya (kakek, nenek, buyutnya), dan menyintai (membaca, menghafalkan) al Quran. Calon orangtua harus selalu berdoa dan berikhtiar memantaskan diri. Wallohu’alam bish showab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s