Tips. Sukses Masuk Pesantren Pilihan.

Just sharing. Yang saya pahami. Hidup ini hrs punya Visi, tujuan, mau kemana. Misalnya impian punya anak cucu keturunan yang saleh/ha. Amiin. Impian ini ada sejak saya masih kuliah, belum nikah. Ikhtiarnya, mghadiri seminar parenting, baca mjlh prnting & buku2 tarbiyatul awlad. #AnakSaleh. Sadar bgt bhw utk mewujudkan #AnakSaleh itu butuh ilmu dan amal, maka suami dan saya trs berusaha memantaskan diri. Mdh2n konsisten. Amiin.

Ktika anak2 mulai masuk SD (negeri) kami panggil guru baca Qur’an ke rumah. Kami juga mulai cerita ttg serunya boarding school. Anak2 mengenal konsep boarding school juga dari serial The Malory Towers karangan Enyd Blyton. Buku2 ini bacaan saya di SMP/SMA dulu.🙂

Kenapa nggak langsung nyebut “pesantren” krn dulu bayangan di benak anak2ku pesantren adlh sekolah tempat menitipkan anak2 nakal/narkoba.

Alhamdulillah bukan kebetulan, om-nya anak2 lulusan pesantren. Rajin mampir ketemu anak2. Mulailah beliau cerita serunya sekolah asrama. Jadi, jika ada tetangga, teman atau sodara yang lulusan pesantren, boleh juga kita minta bantuannya cerita ke anak-anak kita masa-masa asyik belajar di pesantren. Temannya banyak, dari Sumatera sampai Papua, bahkan ada yang dari luar negeri, makan-tidur-belajar selalu bersama-sama.

Kalau ada novel yang bercerita detail tentang sekolah asrama, seperti Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi, sangat baik juga orangtua baca dan sharing kepada anak. Kemudian lakukan survey ke beberapa pesantren rekomendasi teman dan orang-orang saleh. Ajak anak jalan-jalan weekend mengunjungi pesantren, berkenalan dengan pengurus dan santrinya. Dapatkan brosur dan informasi yang lengkap dari cerita mereka. Pesantren juga punya visi misi dan fasilitas yang berbeda-beda satu sama lain. Pilih yang paling cocok atau paling mendekati dengan maunya kita.

Knp kami arahkan anak2 melanjutkan ke SMP-IT Boarding School? Kurikulumnya DikNas, dan pljrn agamanya banyak, bagus buat fondasi #AnakSaleh … dan ternyata, sekarang yang masuk Pesantren itu justru anak-anak pinter dan akhlaknya baik, yang ortunya sadar betul pentingnya bekal agama buat kesuksesan hidup si anak. …. dan ternyata, pesantren sekarang itu keren, bersih, nyaman, makanannya enak bergizi, ada fasilitas laundry. Jadi si anak bs fokus belajar. Santri/wati berlatih hidup mandiri, disiplin, team-work, dan kesabaran. Bagus tho.. Klo di rumah, belum tentu kami tega.🙂

Kami sempat survey ke bbrp pesantren bagus. Kenalan, ngobrol dengan pengurus dan santriwati. Biar anak2 lihat dan memutuskan sendiri. Setelah mereka lihat sendiri tapi masih belum tertarik juga, jangan paksa. Tetap DOAkan yang terbaik. Tetap DIDIK mrk mjd #AnakSaleh semampu kita. Mungkin dengan cara panggil guru privat agama ke rumah. Atau antarkan kepada guru agama yang kompeten. Monitor bacaannya, tontonannya, kenali teman-temannya, menjadi pendengar yang baik, dan terus lakukan dialog bersahabat dengannya.

Intinya. #AnakSaleh itu perlu diperjuangkan secara sungguh-sungguh karena mereka investasi terbaik orangtua baik di dunia pun akherat. Pesantren merupakan salah satu solusi mencetak generasi saleh. Fondasinya mulai dari rumah, dari orangtuanya sendiri.

#AnakSaleh butuh lingkungan yang saleh, dan ini syarat mutlak. #AnakSaleh butuh makanan minuman yang halal, dari rezeki yg sumber & caranya halal. #JLEB. Ya Allah ampuni kami jika masih ada rezeki dari niat atau cara yang tidak halal, Ya Allah cukupilah hidup kami hanya dari yg halal. Ya Allah ampunilah kami yg sering lupa, wisata kuliner di tempat yang belum jelas kehalalannya.😦

Placement Test. Tahun lalu Raihana mngikuti tes masuk DQ* selama dua hari (menginap). Sabtu – Ahad. Tes tulis dan wawancara. Matematika, bahasa Indonesia, English, dan membaca Al Qur’an. Sabtu sore dikasih target mghafal 1 halaman Qur’an, besok paginya tes hafalan tsb. Ada yang berhasil hafal 5 ayat. Sedangkan Raihana 2 ayat saja. Wawancara. Biasanya, anak ditanya motivasinya, alasannya, kenapa mau sekolah di situ. Pewawancara ingin mengetahui seberapa kuat minat dan kemauan anak. Dini hari mrk qiyamul lail dan brdoa bersama2, “Jk bljr d sekolah ini baik bagi ms dpn kami maka mudahkanlah. Jk tidak maka tunjukilah yg terbaik.”

Doakan ya. Mudah-mudahan Allah melindungi saya dari riya’.
Klo nyimak dari cerita Raihana yg antusias kenal tmn2 baru mskpun smpt “diremehkan” krn cm lulusan SDN, kami yakin & pasrah ketentuan-Nya. Saya tidak memaksa Tuhan untuk mengabulkan Raihana sekolah di sini. Saya cuma mau anak-anak kami mendapat lingkungan yang saleh. Alhamdulillah 6 bulan berlalu Raihana menikmati hari-hari belajar di DQ*. Kualitas bacaan & hafalan Qur’an melesat. Akhlaknya baik. Ini penilaian menurut standar saya ibunya. Nilai ujiannya juga di atas 90. Kecuali Khat.🙂 perlu latihan dan pengulangan ekstra. Yang paling penting bagi kami: AKHLAK dan AQIDAHnya. Ternyata standar pesantren pun Akhlak nomor satu. Klo nilai pelajaran umumnya bagus tapi akhlaknya buruk, pihak pesantren mempertimbangkan tinggal kelas. Bahkan dikeluarkan dari pesantren.

Jangan kuatir soal biaya. Semua kembali pd niat & tekad kita, mewujdkn impian punya #AnakSaleh. Saat ada kemauan, Allah pasti kasih jalan. Klo kita yakin Allah Maha Kaya, masih ada waktu ikhtiar & DOA. Sekarang. Prbanyak solat malam. Dhuha. Baca Qur’an. Tambh Sdekah & istgfr. SiLATURAHiM juga. Melalui amalan-amalan tersebut, pasti Allah akan menolong kita insyaAllah … Yuk. Smangat.🙂

Semoga Allah memberi kita semua, anak cucu keturunan yang saleh, saleha, penghafal Qur’an, sukses di dunia, selamat di akherat. Semoga Allah tetapkan hati kita dan selalu menolong kita istiqomah di jalan yang diridhoi-Nya. Amiin. Jika ada yang bermanfaat dari Sharing ini mohon disebarluaskan. Jika ada kesalahan saya mohon maaf lahir batin. Kebenaran itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

*) Darul Qur’an Mulia
Jl Raya Puspitek Pembangunan Kampung Cikarang Desa Pabuaran Gunung Sindur Bogor.
http://darulquran.sch.id/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s