Allah Tidak Menilai Dari ‘Casing’mu Melainkan Taqwamu

Kadang gerah juga sama segolongan orang yang ngerasa paling bener amalnya paling sempurna imannya. Teman-temanku yang baru berhijab, mereka komentarin, “Jilbabin juga hatinya, jangan cuma jilbabin badan.”

Waah kalo urusan hati mah urusan masing-masing orang dengan Tuhannya, bu. Urusan anda ya ngejilbabin hati anda, introspeksi diri anda. Urusan saya ya introspeksi niat dan amal saya.

Saya posting iklan dan foto hijab class, mereka komentarin, “Hijab apa? Mana yang syar’ie?” Ya, hijab kami masih warna-warni, in-style, banyak gaya, malah kadang membuat semakin cantik. Ya, amat sangat menarik bagi sahabat muslimah yang baru mau masih akan pikir-pikir berhijab, atau yang sudah kebelet pingin berhijab tapi karir mereka harus mencerminkan perusahaan bonafid, penampilan harus cakep, jikalau mengabaikan ‘casing’ akan membahayakan saluran nafkah keluarganya. Positive thinking. Masih bagus teman-teman saya sekarang mau berjilbab Pak, dari pada pamer paha pamer dada pamer ketek? Emang bapak yang nanggung dosanya?🙂

Tabligh akbar, dzikir bersama, mereka komentarin, “Bid’ah. Sesat.” Mungkin benar ritual ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Lha, dari pada membiarkan umat ke karaoke, diskotik, ajeb-ajeb? Masih lebih mending berdzikir, mengingat Allah, mengingat dosa-dosa, bertaubat, mengingat mati, ya gak siih?🙂

Selalu ada golongan orang yang merasa, seakan-akan kunci surga sudah berada di tangan mereka. Padahal hidup adalah proses. Mereka dan kita masih sama-sama menjalani proses, sama-sama belum tahu bagaimana endingnya.

Padahal Nabi saw pernah berpesan, “Lakukanlah amal yg mampu kamu lakukan. Amal yg paling dicintai Allah adalah amal yg kamu biasakan walau sedikit” AlTarghib 4:128

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. 64:16

6:135 Katakanlah: ‘Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu sibuk mengaudit amal sendiri. Semoga kita termasuk orang-orang yang mengajak orang lain beramal saleh dengan akhlak yang telah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam contohkan. Amiin. Tetap semangat menebar manfaat.

One thought on “Allah Tidak Menilai Dari ‘Casing’mu Melainkan Taqwamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s