Kunjungan Spesial

Copas dari http://www.BMMSejati.wordpress.com

Kemarin pagi mbak Aeres berkunjung membawa seseorang ke pesantren. Tamu spesial ini, temannya mbak Loly, sahabat mbak Aeres, yang beberapa tahun lalu kenal di sebuah seminar motivasi, lalu lost-contact karena kesibukan masing-masing, bulan Juni mbak Aeres sempat nonton tayangan Mamah Dedeh ehh ada beliau diwawancara. Lalu bulan September di acara chatting YM jam 9 malam juga diwawancara. Sempat terpikir oleh mbak Aeres bagaimana caranya menghubungi beliau untuk sharing di pesantren. Allahu Akbar. Beberapa hari kemudian mbak Loly cerita, punya pikiran yang sama. Akhirnya Kamis kemarin, Allah pertemukan kami semua. Alhamdulillah.

Namanya: Taufik Effendi. Taufik ini…. Lahir sehat normal. Umur 6 tahun kecelakaan. Tidak ada luka luar. Hanya benjol di kepala bagian depan. Rupanya benturan itu merusak syaraf sekitar matanya. Umur 10 tahun mata kanannya buta. Umur 15 tahun kedua matanya buta. Retina rusak, syaraf-syarafnya putus. Sudah berkali-kali operasi, belum berhasil juga. Sempat drop out dari sekolahnya. Sempat mau bunuh diri.

Keluarga dan sahabatnya memberikan support yang luarbiasa. Begitu beliau bertekad untuk bangkit, jalan kesuksesan itu mulai terbuka. Beliau mulai mendapat informasi belajar huruf braille, alat bantu belajar bagi tuna netra, dan kembali melanjutkan sekolahnya.

Saat ini profesi beliau adalah Dosen UNJ dan Motivator. Beliau sering dapat beasiswa, sudah belajar keliling mancanegara, S1 di Jepang, S2 di Inggris. Beliau sering menulis baik di blog pribadinya dan di kompasiana. Beliau pun mencetak buku yang memberikan informasi step by step meraih beasiswa.

Kemarin siang beliau sharing kepada para santri kami, motivasi dan cara-cara meraih beasiswa. Semua berawal dari MIMPI. Impian meraih nasib yang lebih baik. Impian menjadi pribadi yang bermanfaat bagi semesta. Beliau juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan membaca, kekuatan ilmu, kekuatan pikiran positif dan kekuatan solat malam. Sebelum pamit pulang beliau sempat menitipkan infaq yang tidak sedikit untuk tambahan biaya operasional pendidikan para santri yatim dan dhuafa ini. Beliau juga bersedia mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi relawan pengajar di pesantren, Alhamdulillah. Tanggal 13 Januari insyaAllah beliau berangkat ke Australia melanjutkan S3-nya, bersama istri dan anaknya. Semoga kesehatan dan keberkahan selalu terlimpah kepada Pak Taufik dan keluarganya. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s