Memantaskan Diri menjadi Orangtua dari Anak yang Saleh

Di antara sekian banyak foto impian yang saya tempel di pintu lemari dan dinding kamar, impian terbesarku malah belum ada gambarnya.🙂

Anak, cucu, keturunan yang saleh-saleha, penghapal Qur’an, sehat wal’afiyat, rajiin mendoakan orangtuanya, cerdas bermanfaat bagi semesta, lembut hatinya, mulia akhlaknya, cantik ganteng fisik rupanya. Detil ߪπgέd yaa.🙂

Kenapa pingiiin ߪπgέτ punya anak, cucu, keturunan yang ideal seperti di atas? Doa anak saleh/ha, utk kebaikan ortunya, #JLEB bisa menyelamatkan ortunya dari azab kubur. Sedangkan penghapal Qur’an dapat memberi syafaat kpd 10 orang pada hari kiamat. Syafaat itu ibarat tiket VIP masuk surga. مَاشَآءَاللّهُ

Saya perhatikan. Para penghapal Qur’an. Semuanya. Hidupnya berkecukupan selama di dunia. Gak ada yang miskin melarat. Sekolahnya lintas benua, dapat beasiswa. Pinter. Tekun. مَاشَآءَاللّهُ (y)

Tempo hari baca salah satu bukunya Ippho Santosa, kalau ingin mewujudkan impian, harus memantaskan diri.

Bukan mau pamer, cuma pengen sharing apa saja yang telah saya lakukan dalam usaha memantaskan diri menjadi orangtua bagi anak cucu keturunan yang saleh, masih jauuh dari ideal, tapi inilah yang saya mampu lakukan saat ini, semoga ada inspirasi atau hikmah yang bisa Anda peroleh.

1. Doa.
Mulai dari berjima’ , selama masa kehamilan, persalinan, menyusui, sampai sekarang mereka remaja setiap hari saya doakan anak-anak. Setiap mereka pamit berangkat sekolah, nggak sekedar salamolekum walekumsalam, tapi saya doakan di ubun-ubunnya. Setiap solat malam. Setiap selesai baca Qur’an. Ketika saya tinggal perjalanan bisnis luar kota beberapa hari.

2. Istighfar dan sholawat.
Saya sering dengar ulama berkata, kalau ingin اَللّهُ penuhi kebutuhan kita, lakukanlah solat taubat, perbanyaklah istighfar dan sholawat. Saya lakukan, dengan harapan اَللّهُ ampuni dosa-dosa saya dan berkenan mewujudkan impian-impian saya.

3. Kebiasaan Membaca
Saya suka buku cerita motivasi, novel pembangun jiwa, dan biografi orang-orang sukses. Saya ingin membangun semangat cinta membaca bagi anak-anak saya. Kami tak punya playstation, laptop ataupun ipad berisi games. Tivi pun berlangganan channel tertentu saja seperti national geography, TLC, dan tivi lokal. Anak-anak jarang nonton tivi karena dari sekolah bawa banyak oleh-oleh tugas, pe er, banyak membaca, dan aktifitas outdoor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s