Pesantren? Why Not. :)

Ada seorang menthor spiritual yang berpendapat, “Anak itu amanah, butuh perhatian kasih sayang peluk cium belaian sentuhan orangtua. Kenapa malah dititipkan ke pesantren?”

Saya sangat setuju kalimat pertama. Waktu saya belum mengerti cara sabar mengatasi ulah anak, momong anak rasanya sulit sekali. Ketika saya sering hadir majelis taklim yang sering membahas parenting, kemudian saya praktekkan ilmunya, bagaimana tetap bersikap sabar lembut penuh cinta, anak-anak pun berubah lebih mudah diatur. Alhamdulillah.

Orang-orang yang memilih ‘menitipkan’ anaknya di pesantren juga – saya percaya – pasti punya alasan kuat yang bisa dipertanggungjawabkan, dunia-akherat. Semua orangtua pasti memimpikan punya anak-anak yang saleh, sukses, berbakti pada orangtua.

Lingkungan pergaulan remaja saat ini yang lebih ‘modern’ dan anak-anak yang lebih ‘melek’ teknologi, menjadi ketakutan umum para orangtua akan perkembangan akidah dan akhlak anak-anaknya. Belum ada kan, sekolah atau kampus khusus fakultas pendidikan orangtua saleh.๐Ÿ™‚

Saya pribadi lebih suka anak-anak sekolah dan mondok, karena

1. Anak kami dua-duanya putri, dan ilmu saya mengenai pendidikan remaja masih amat sangat minim. Sedangkan kami sedang berusaha komitmen pada impian besar: punya keturunan yang saleh + penghafal Al Qur’an + bermanfaat bagi semesta. Kenapa? Anak saleh adalah salah satu investasi kekayaan orangtua, baik di dunia, pun di akherat kelak.

2. Salah satu tanggung jawab orangtua adalah: memilihkan lingkungan yang saleh. Saya melihat fenomena pergaulan remaja sekarang secara umum masih kurang kondusif untuk mencetak generasi saleh. Beberapa boarding school / pesantren, membatasi penggunaan teknologi dengan alternatif olahraga, menambah ‘load’ pelajaran agama, akhlak, budi pekerti, dan ketrampilan berorganisasi.

Namun demikian saya tidak bisa memaksakan kehendak saat si sulung belum mau boarding school. Peran saya hanya mengedifikasi pesantren dengan berbagai keunggulannya, dan tetap mengawal hidupnya dengan doa-doa terbaik insyaAllah.

Kalau anaknya mau, baru deh kita survey dari pesantren ke pesantren, sesuai rekomendasi ustad/ustadzah, sahabat, keluarga, yang sudah menitipkan anak-anak mereka di sana. Anak mengikuti pendaftaran dan tes masuk, kami solat istikharah bersama, dan mohon kepada Allah Yang Maha Tahu sekolah mana yang cocok. Kami pilih pesantren yang selaras visi dan minat si bungsu.

Daarul Qur’an Mulia
Jl Raya Puspitek Pembangunan Kampung Cikarang Desa Pabuaran Gunung Sindur Bogor 16340.
http://darulquran.sch.id/

Alasan memilih sekolah ini:
1. Visi misinya pas banget dengan visi misi kami. Semuanya.๐Ÿ™‚
2. Lokasi dekat, dari Rawamangun hanya 50 menit. via tol BSD – Serpong Puspitek.
3. Fasilitas lengkap
4. Investasi terjangkau
5. Saya dapatkan testimoni dari kenalan dan ngobrol dengan santriwati, mereka merasa nyaman, betah, senang boarding di sana.

Dua bulan pertama Raihana sempat mengeluh ‘keteteran’ di mata pelajaran bahasa Arab dan Khot. Saya motivasi untuk tambah jam latihan per hari. Kemarin tanggal 4 Nov terima hasil UTS, kami sangat bersyukur, Raihana yang lulusan SD Negeri dapat menyesuaikan prestasi dengan teman-temannya dari SDIT. Alhamdulillah.

Jadwal kunjungan, pertemuan, jalan-jalan bareng, kesempatan peluk cium usap-usap, hanya sebulan sekali, yaitu hari Ahad pekan pertama. Banyak anak yang menangis saat waktunya kembali ke asrama. Tetapi Raihana kelihatan santai, bahkan ketika ayahnya bilang masih kangen, ia menjawab, “Seharusnya ayah bangga telah menitipkan anaknya di sekolah ini. Semangat, ayah.” ู…ูŽุงุดูŽุขุกูŽุงู„ู„ู‘ู‡ู (y)

Kadang rasa kangen mendera hati menyesak dada, saya baca Qur’an, kemudian angkat tangan, berdoa untuk kedua putri kami sambil membayangkan wajah-wajah mereka tersenyum indah. ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู

Semoga kami, para orangtua, yang bekerjasama dengan pesantren, dapat istiqomah pada komitmen, konsisten pada impian. Semoga ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู jadikan putra-putri kita semua, pribadi-pribadi yang saleh, salihat, takut pada Tuhan-nya, tercapai cita-citanya, dan bermanfaat bagi semesta. Aamiin.

2 thoughts on “Pesantren? Why Not. :)

  1. Mba, terima kasih tulisan2 mengenai pesantren anak. Inspiring๐Ÿ™‚ Boleh aku minta info pesantren apa saja yg masuk kandidat buat anak2 mba? Sebelum mutusin pilih DQ. Jazakillah khairan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s