Bisnis, sapa takuuut :)

Kemarin saya terhubung kembali dengan seorang teman esde yang sudah lebih dari seperempat abad ngga ketemu. Bahkan saya semfet loading lama mengingat-ingat profilnya jaman esde dulu. Cerita-cerita lah kita, lepas esde lanjut ke SMP mana, SMA mana, kuliah dimana, lulus lanjut kemana. Waktu cerita saya sampai di, “…dan gw nyambil dagang apaaa aja yg gw suka..” saya ngga nyangka komentarnya, “waah klo gw sih nggak bisa dagang Fi… bingung mulai dari mana… udh pesimis duluan.. ngga bakat keknya… lagian klo sekarang baru mulai, udh ketuaan Fi…”

Hehehe, blom tau diaaa enaknya berdagang😀

Bisa karena Bakat?

Uduuuh dagang mah bakat alami setiap manusia sejak lahir. Dulu waktu kita masih bayi, blom bisa ngomong, klo kita laper atau haus atau minta ganti popok yg basah, kita pasti menangis. Mungkin awalnya merengek, tapi saat ibu kita cuek, kita mulai berinovasi, dan tangisan kita semakin keras. Menangis itu juga ‘jualan’ loh. Jualan ide.😀

Setelah lulus kuliah, lalu melamar pekerjaan dari perusahaan ke perusahaan, melalui psikotes dan wawancara, saat itu kita juga sedang ‘menjual’ diri, mengaku bisa ini bisa itu, punya ijasah ini dan sertifikat pelatihan itu, dengan harapan perusahaan tersebut mau membeli waktu, tenaga, pikiran dan ketrampilan kita dengan bayaran gaji yang pantas. Ya apa iyaaa🙂

Juga saat ada promosi jabatan dan kenaikan gaji, perusahaan melakukan asesmen kinerja kamu selama setahun, sebelum memutuskan apakah kamu pantas naik pangkat dan terima bonus lebih. Artinya, jika kamu ingin penghasilan lebih banyak, kamu harus membuktikan bahwa kamulah orang yang bisa diandalkan di posisi tersebut. Kamu harus ‘jualan’ ide kepada bos-bos-mu.

Begitu juga saat kamu mencintai dan mau menikah dengan seseorang. Kamu ‘jualan’ pesona bahwa dirimu adalah pasangan yang tepat. Kamu harus ‘jualan’ imej kepada calon mertuamu dan calon iparmu. Juga, ketika kamu punya anak, ketika anak-anakmu semakin remaja, kamu harus mengarahkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang positif, kamu harus ‘menjual’ ide sampai anak-anakmu ‘membeli’ visi kesuksesan dunia akherat. Menjual barang dagangan, atau berbisnis, menurut hemat saya itu jauh lebih gampang, dari pada mendidik anak.

Satu hal lagi. Rasulullah Muhammad Saw itu pernah hidup sangat kaya raya, dari perdagangan. Sejak muda beliau telah diajak pamannya berdagang lintas benua. Pengalaman berbisnis ini turut mempengaruhi kesuksesan beliau sebagai pemimpin, baik dalam keluarga, maupun sebagai pemimpin negara. Jadi, berbisnis itu juga artinya menjalankan salah satu sunnah Nabi Saw.

Saya sendiri sukaaa banget dagang, krn saya bisa bersosialisasi dengan banyaaak teman baru. Saya bisa belajar banyak, dari mendengar sharing pengalaman hidup, mulai kesehatan, parenting, cinta, manner, bisnis, agama, dan sebagainya. Begitu dpt masalah, jadi punya banyak pilihan SOLUSI. Klo dulu terkenal jutek, sekarang saya jadi bisa lebih banyak tersenyum maniis, krn jarang bokek😛

Tau ga, Kolonel Sanders baru mulai usaha resep ayamnya di usia 60 tahun loh.. Kita bisa mulai bisnis dari hal-hal yang kita suka/hobby. Contoh, klo kamu suka musik, kamu bisa buka studio musik, atau kursus musik. Klo kamu suka kuliner, kamu bisa buka warung makan atau cafe. Klo kamu suka fesyen, kamu bisa buka butik. Klo kamu suka baca, kamu bisa buka toko buku atau jualan e-book. Klo kamu hobby online, kamu bisa jualan apaa aja sambil nge-Net. Dagang itu juga nggak melulu jualan barang kok. KLo kamu punya ketrampilan tertentu, kamu bisa ngajar, itu sama aja jualan juga, jualan waktu kamu, jualan skill.

Pesimis?

Perasaan ini manusiawi kok, krn kamu blom punya ilmunya, atau yang kamu dengar seumur hidupmu adalah cerita-cerita negatifnya aja orang bisnis, mungkin selama ini kamu lebih banyak denger curhat orang-orang yang gagal, jadi kamu nggak berani mulai. Logikanya, klo mau sukses bisnis kuliner, jangan berguru pada orang yang bisnis fesyen, kaga nyambung, belajar lah sama orang-orang yang sukses di bisnis kuliner. Ngapain aja mereka, dari awal, sampe sukses, bagaimana mindset mereka menghadapi tantangan dalam bisnis.

Semua pemula pasti butuh menthor/guru yang bisa mengarahkanmu kepada kesuksesan. Selain itu, semua pedagang sukses, pasti tergabung dalam komunitas yang positif, lingkungan yang kondusif. Bisnis itu nggak melulu harus mempersiapkan dulu sampe mateng dulu.. huuu.. yang ada malah nggak mulai-mulai lagih. Persiapan secukupnya saja, take action, langsung kerjain, join komunitas, pilih menthor-menthor terbaik, lalu sempurnakan sambil jalan. Bisa laaah.. insyaAllah Pasti Bisa! Yuk bisnis yuk!🙂

Baca juga yaa cerita saya yang ini niiyh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s