Keajaiban Hormon Bahagia

“Manusia adalah makhluk yang sejatinya terlahir untuk hidup sehat.”

Demikianlah keyakinan Dr.Haruyama. Pakar kesehatan holistik ini beralih dari sistim pengobatan yang berorientasi pada gejala, menuju penanganan kesehatan sebelum penyakit datang. Melalui “revolusi besar di otak” , Dr.Haruyama menemukan keajaiban hormon kebahagiaan -yang diproduksi otak- yang bisa meningkatkan daya tahan alami tubuh. Tak hanya membeberkan keajaiban hormon kebahagiaan dan cara terbaik untuk merangsang produksinya, Dr.Haruyama pun memberikan kiat praktis :

  • Jangan berhenti mendadak setelah berolahraga.
  • Hindari olahraga berat setelah usia 25 tahun.
  • Massa otot memengaruhi kelancaran peredaran darah.
  • Berlari santai atau berjalan kaki lebih membakar lemak dari pada olahraga berat.
  • Jalan kaki/olahraga ringan bisa menurunkan kadar gula darah dan membakar lemak.
  • Hampir semua obat-obatan adalah racun bagi tubuh.

Dengan menerapkan kiat-kiat Dr.Haruyama, seperti berjalan kaki minimal 5000 langkah sehari, banyak makan fermentasi kedelai, dan senantiasa memicu sekresi hormon kebahagiaan, kita tak harus mengonsumsi segunung obat sehingga biaya perawatan kesehatan pun akan turun drastis.

Jika seseorang marah dan merasa sgt tertekan, otaknya mengeluarkan Noradrenalin, hormon yang sangat beracun. di antara racun alami, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. jika orang yang bersangkutan terus menerus marah dan tertekan, racun ini membuatnya sakit dan lebih cepat tua. noradrenalin berperan dlm setiap penyakit. [Hal 21]

Saat kita bereaksi positif & bersyukur, organ tubuh memproduksi zat2 yg membuat tubuh ttp muda & sehat.. org yg terbiasa berpikir positif memiliki resistensi kuat thdp penyakit. [Hal 30]

Saat kita berpikir positif, pabrik farmasi dlm tubuh memproduksi obat2an utk kita. Ketika hormon2 kebahagiaan dilepaskan terjadi aktifitas alfa di otak (kondisi damai, tenang, rileks). Meditasi membungkam belahan otak kiri, membuka pendengaran batin utk suara dari belahan otak kanan, dan saat itu juga hormon2 kebahagiaan dilepaskan. [Hal 97]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s