Herbal Saat Batuk Pilek

Jintan Hitam
Habbatussauda (biji jinten hitam) adalah herbal aromatik yang bersifat panas dan kering pada tingkatan ketiga. Jintan hitam mengandung Nigellion dan Timocinon yang berfungsi sebagai anti infeksi dan broncodialating (melonggarkan tenggorokan). Selain itu juga kaya akan sumber asam lemak tak jenuh seperti asam linoleat, arakidat, eikosanoat dan asam lemak rantai sedang seperti asam miristat, palmitat dan stearat yang membantu tubuh mencegah infeksi, meningkatkan sistim kekebalan dan mengendalikan reaksi alergi. Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengkonsumsi satu gram biji habbatussauda, dua kali sehari dapat membangkitkan sistim kekebalan tubuh. [Buku Mukjizat Kedokteran Nabi]

Apabila minyak jintan hitam diminum satu sendok bersama air bisa menghilangkan sesak napas dan sejenisnya. Jika disangrai lalu ditumbuk halus kemudian dicampurkan dengan minyak zaitun, dan diteteskan di lubang hidung tiga atau empat kali, bisa mengatasi pilek yang disertai banyak bersin-bersin.


KENCUR
Rimpang kencur memiliki aroma yang spesifik. Sel daun kencur dan rimpang kencur mengandung minya atsiri. Selain itu rimpang kencur juga mengandung senyawa kimia di antaranya kamfer, borneol, sineol dan etil alcohol.

Penggunaan kencur untuk mengatasi influenza dan batuk adalah dengan menggunakan satu buah rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya, lalu kencur dikuliti bersih. Kencur kemudian digerus bersama garam san segelas air putih hangat. Air perasaannya diminum dengan dosis dua kali sehari. Untuk bayi berikan beberapa tetes air kencur, dan baik juga air kencur diseduh bersama air lalu dipadu dengan madu.


JAHE
“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe…” [QS al-Insan 76 : 17]

Menurut Ibnu Qoyyim, jahe (zanjabil) bersifat panas pada tingkatan kedua dan lembab pada tingkatan pertama. Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol. Dalam pengobatan tradisional Asia jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat. Apabila rimpang jahe ditumpuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang setengah jam, kemudian sirnya diminum dapat berfungsi sebagai obat untuk memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas di dalamnya, mengobati hati yang bengkak, batuk dan demam.


MADU
Madu adalah penawar bagi setiap penyakit, dan al-Quran adalah penawar bagi penyakit yang terdapat di dalam hati, maka hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembuhan penyakit, yaitu dengan madu dan al-Quran.” [HR Ibn Majah & Hakim]

Madu bersifat panas. Madu dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dikonsumsi maupun dioleskan. Madu amat bermanfaat bagi mereka yang memiliki keluhan pada dahak atau yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin. Nabi SAW biasa minum madu dicampur dengan air. [Ibnu Qoyyim]

Penggunaan madu sebagai pereda batuk atau radang tenggorokan dapat dicampurkan dengan air dan jeruk nipis dan diminum tiga kali sehari minimal setengah jam sebelum makan.


JERUK NIPIS
Jeruk nipis adalah bagian dari jeruk yang rasanya cenderung asam. Jeruk terdiri dari empat macam materi, yaitu kulit, daging (isi), zat asam, dan biji. Masing-masing materi memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. [Ibnu Qoyyim]

Penggunaan jeruk nipis dapat dengan mengambil satu buah jeruk nipis dicuci, diperas, dicampur dengan satu sendok makan madu dan sedikit garam, aduk rata, lalu saring. Minum 2-3 kali sehari. Atau perasan jeruk nipis ditambah sepotong gula batu/madu, aduk rata, minum 1 kali sehari sampai sembuh. Ramuan ini boleh diminum pada saat perut kosong.

Sementara bagi anak usia 2 tahun dapat diberikan satu setengah sendok makan jeruk nipis, ditambahkan 4 sendok makan madu murni, serta 5 sendok makan air matang yang dicampur dan dipanaskan. Airnya diminum selagi hangat empat kali sehari satu sendok makan. Bagi anak usia 3-5 tahun diminum empat kali sehari satu setengah sendok makan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s