Ngabuburit, Silaturahim.

Hari ini saya ketemuan Vitri, bunda dari 5 anak, yang masih praktek sebagai dokter gigi, yang pintar masak dan pintar dagang. Orangnya sangat menyenangkan. Beliau (menurut saya) sedang diprioritaskan oleh Allah Swt untuk naik kelas ikhlas, dengan ujian, putra ke-4-nya sakit meningitis yg virusnya menyebar, mengakibatkan tak bisa mendengar. Hari ini jadwal terapi sang putra. Saya belajar dari beliau, semangat, kegigihan, kesabaran. Tak sempat ngobrol banyak krn waktu kita sama2 terbatas. Beliau beli kurma saya, dan saya beli nugget-nya yang udah pasti enaaak bangeeed dan NON MSG !🙂

Sebulan menjelang Ramadhan, adik ipar saya ngajak bisnis kurma. Berbekal relasi dan pengalaman Oriflame saya, kami berdua nekad nyelonong ke pasar swalayan dan toko buah segar sekitar lokasi kami tinggal, memberikan penawaran sebagai supplier kurma super. Subhanallah, banyak pelajaran luarbiasa yg kita dapet sbg ‘pemain baru’ di bisnis ini. Kurma kami laris manis Alhamdulillah…🙂

Saya iseng posting foto-foto kurma favorit kedoyanan saya di akun facebook. Nggak nyangka respon tmn2 antusias. Salah satunya Ummu Muhammad, pemilik Rumah Sehat Albani Jl Balai Pustaka no.14. Beliau mengirim pesan melalui inbox. Kami janjian bertemu. Saya datangi pengajiannya di hari Rabu. Jadi, saya untung banyak insyaAllah, pahala silaturahim, ilmu, tambah teman/sodara baru.

Saya ngliat keknya ada tmn main saya waktu SMA, Nona. Selesai pengajian saya samperin, Alhamdulillah beliau juga inget saya. Ngobrol lah kita kangen-kangenan. Kegiatan kita serupa tapi tak sama. Serupa, ibu rumahtangga, kerja dari rumah, dagang ini itu. Tak sama, yang didagangin. Nona orang yang super kreatif, coba intip aja nih dagangannya di sini. Keren-keren yaah🙂

Sedangkan dengan Ummu Muhammad, beliau bersama suaminya, mengelola Rumah Sehat yang melayani terapi hijamah (bekam), akupuntur, akupresur, kiropraksi… ada toko herbalnya juga, yang menjual habbatussauda, madu murni, sari kurma, dan herbal-herbal kesehatan lainnya, juga menjual buku-buku islam, aneka kurma (termasuk kurma titipan saya), dan ayam organik. Saya belajar al-hijamah (bekam) di Rumah Sehat ini juga.

Saya juga punya teman yang saya kenal melalui socmed, asal Garut, guru SMK, punya toko yang menjual baju anak-anak. Tau ga, mereka (suami istri) belanja ke Tanabang, berangkat dari Garut jam 10 malem naek bis, sampe pool bis di Jakarta jam 2.30 pagi nginep, sahur, sholat, mandi, di masjid. Si istri sedang hamil 8 bulan! Menurut saya, ini keren. Masha Allah.🙂

Seneng punya temen yang masih muda punya keberanian dan semangat berbisnis. Dari ngobras (ngobrol asik) dengan mereka, saya belajar, orang bisnis itu, klo mau sukses, nomor satu harus punya cita-cita mulia. Bisnis bukan lagi cuma buat untung pribadi, tapi mensejahterakan orang banyak seperti Nona yang mengasuh puluhan anak yatim, untuk masa depan anak-anak seperti Vitri dan Yudi-Elis (Garut), untuk dakwah islam seperti Ummu Muhammad.

Harus yang kedua adalah, silaturahim, networking, temenan sebanyak-banyaknya. Silaturahim ini beneran loh, memperpanjang umur, memperbanyak rezeki. Kita jadi lebih banyak bersyukur krn ternyata hidup kita masih jauh lebih beruntung dari pada orang lain. Kita juga dapet banyak ilmu dari pengalaman orang-orang.

Harus yang ketiga adalah, kegigihan, pantang nyerah, boleh nekad tapi ttp pake ilmu, baik ilmu teknis, maupun ilmu yakin, positive thinking. Meskipun tak harus ngerti semua teori bisnis dulu, secukupnya aja, trs action, klo dibarengi keyakinan level tinggi, insyaAllah tantangan apa pun akan ketemu solusinya.🙂

inget dulu wkt TK maen apa ya yg nyanyi, “Saya orang kaya, saya orang kaya…”

Barusan terngiang2 lagi niy lagu… dan saya bnr2 merasa, sangat kaya !
Kenapa?

Saat org lain berhari2 di ICU makan minum lewat infus, napas & buang air pake selang, kemoterapi sampe kulitnya gosong kepalanya botak muntah-muntah diare badan kurus kering, coba hitung, berapa ratus juta tuh biayanya, Alhamdulillah saya SEHAT.

Saat org lain Ga yakin (pngawasan, sangsi, pnghargaan dari) Tuhan, ga malu korupsi, judi, berzinah, bisnis narkoba, dan ada yang masih teruuus mencari Tuhan mencari kebenaran, Alhamdulillah saya bahagia punya iman.

Saat orang lain masih ribeeed nyari pendamping hidup, ruweeet complicated, Alhamdulillah hubungan saya dengan suami mengalir begitu, sempurna! Hubungan yg sempurna itu.. bukan yg akuuur-kompaak mulu Ga pernah cekcok.. akan tetapi hubungan yang bikin seseorang melihat semakin banyak kebaikan pasangannya, dan hubungan yg bikin hati seseorang itu semakin mencintai-Nya. Ini mah bisa-bisanya saya aja bikin definisi sendiri😛

Saat pasangan lain bertahun-tahun mengusahakan anak, berobat kesana kemari, operasi, tiup, makan hormon suplemen itu-itu, pergi honeymoon lintas benua, Alhamdulillah saya gampang banget hamil, dan melahirkan bayi-bayi sehat.

Saat orang lain buang waktu buat complaint-ngeluuuuh aja harga-harga mahal, tapi Ga mau usaha sampingan, Alhamdulillah saya bisa menggali dan menemukan potensi diri saya, dan tak mau kehilangan semenitpun sia-sia, semangat saya full-teng capcus ngerjain apa aja yg halal dan menghasilkan uang, buat nyenengin orangtua, nambah tabungan ONH, dan melengkapi persiapan kuliah anak-anakku.

Saat orang lain pasrah di lingkungan yg gitu-gitu aj, biasa-biasa aj, Alhamdulillah saya berani keluar zona nyaman, mencari lingkungan yang luarbiasa, bertemu teman-teman baru, orang-orang yg positif, antusias, dinamis, terus bergerak ke arah nasib yg lebih baik insyaAllah.

“Saya orang kaya, saya orang kaya…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s